Kamis, 11 Agustus 2022
Advetorial

Didampingi Ketua DPC Partai Demokrat, Gus Barra Tinjau Bazar UMKM Kongres II Petanesia

profile
Andy

06 Agustus 2022 08:21

701 dilihat
Didampingi Ketua DPC Partai Demokrat, Gus Barra Tinjau Bazar UMKM Kongres II Petanesia
Didampingi Ketua DPC Kabupaten Mojokerto H M Soleh, Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto Dr Muhammad Albarraa meninjau Bazar Pasar Rakayt dan UMKM  Kongres II Petanesia. (SJP)

MOJOKERTO - Menjelang pembukaan Kongres II Pencinta Tanah Air Indonesia (Petanesia) di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (6/8/2022) pagi ini.

Berbagai rangkaian kegiatan dan kemeriahan turut meramaikan, diawali dengan Halaqoh kebangsaan, bazar pasar rakyat dan UMKM.

Malam harinya, Jumat 5 Agustus 2022 ditutup dengan sholawatan bersama Siti Hanriyati dan Seroja Entertainment.

Didampingi Ketua DPC Kabupaten Mojokerto H M Soleh, Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto Dr Muhammad Albarraa meninjau Bazar Pasar Rakayt dan UMKM yang dihelat dalam Kongres II Petanesia, di halaman depan Pujasaera, Bendunganjati, Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Ketua DPC Petanesia Kabupaten Mojokerto saat membuka Bazar UMKM Kongres II Petanesia

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Petanesia Kabupaten Mojokerto yang juga Wakil Bupati, Muhammad Al Barra sebagai panitia lokal berharap, kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Seluruh masyarakat untuk lebih lagi mencintai tanah airnya, mempertebal rasa nasionalismenya, sehingga kemudian upaya-upaya memecah belah, merongrong republik Indonesia ini agar tidak terjadi," ungkapya kepada suarajatimpost.com.

Gus Barra juga memantau kondisi terkini di Kabupaten Mojokerto. Ia mengatakan bahwa tidak lama ini terdapat Menteri Pendidikan Khilafatul Muslimin di Kabupaten Mojokerto. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bersama.

Didampingi Ketua Pelaksana Santoso, Wabup Gus Barra meninjau stand kopi asal Pasuruan

"Kita harus kembali menyebarkan kecintaan kita terhadap tanah air kita. Kami ingin memperkenalkan generasi-generasi muda untuk kemudian menanamkan nilai-nilai nasionalisme di dalam diri mereka. Sehingga mereka di masa depan menjadi generasi yang mencintai tanah air mereka dan memperjuangkan kepentingan negaranya," harapnya sembari menjelaskan visi Petanesia secara umum.

Gus Barra juga mengatakan bahwa kehadirannya Petanesia di Kabupaten Mojokerto ini adalah salah satu upaya deradikalisasi. Sebuah gerakan dalam upaya untuk mengurangi dan menghilangkan paham radikal.

Pemilik suara emas, Siti Hanriyati saat sholawatan Kongres II Petanesia

"Di era disrupsi untuk faham-faham transnasional itu marai di negara kita, khususnya di Kabupaten Mojokerto. Jika kemudian paham-paham ini dibiarkan, tidak diberikan perlawanan maka mereka akan mendapat ruang dan akan menyebar," tegasnya.

Halaqoh Kebangsaan

Halaqoh Kebangsaan Kongres II Petanesia

Dengan diawali Isatigasah yang oleh Kiai Asep, Halaqoh Kebangsaan dalam rangka memperingati HUT Kemeredekaan RI ke-77 serta Kongres II Petanesia dibuka.

Dalam sambutannya, Kiai Asep yang juga pendiri dan pengasuh pondok pesantren Amanatul Ummah mengatakan, bahwa seharusnya Mojokerto bisa menjadi miniatur Indonesia untuk terwujudnya Indonesia maju, adil dan makmur.

Akan tetapi harapan itu menurutnya belum bisa terwujud karena pemimpin Mojokerto tidak memiliki orientasi ibadah dalam melaksanakan kepemimpinannya. Selain itu pemimpin di Mojokerto juga tidak berorientasi pada kemaslahan dan kebaikan rakyat.

“Jadi karena kiprah mereka demikian, maka tidak mungkin terwujudnya Indonesia maju adil dan makmur. Padahal kriteria maju adil makmur itu sudah jelas ada. Pada masa sabahat Umar bin abdul azis sudah melaksanakannya, hanya dengan zakat sudah mampu memberikan kesejahteraan kepada rakyatnya, Rakyat yang tidak berdaya dimodali sehingga mereka memiliki pekerjaan,” ujar Kiai Asep.

Hal kedua yang disoroti oleh Kiai Asep adalah keberadaan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) yang saat ini menurutnya jauh dari nilai-nilai NU terdahulu. Dikatakannya, NU terdahulu merupakan organisasi penyelamat Negara sehingga tercipta kemerdekaan Indonesia. Namun NU saat ini jauh dari nilai-nilai tersebut. Terlebih ada pengurus NU yang memakai rompi Orange KPK (Komisi Pemberantasa Korupsi) karena terjerat pidana Korupsi.

“Kita (Petanesia) nanti akan koordinasikan, kita akan membuat surat terbuka, atau kalau kita membuat rekomendasi maka ke mana rekomendasi itu diarahkan. Setidaknya sebagai suara dari para pencinta Indonesia dan ulamanya, Kita tidak boleh kita berdiam diri, harus ada gerakan, jangan sampai Indonesia lumpuh,” pungkas Kiai Asep.

Pendapat Muhammad AS Hikam, Pengamat Politik President University

Muhammad AS Hikam, Pengamat Politik President University

Sementara itu pengamat politik President University, AS Hikam menegaskan bahwa saat ini demokrasi di Indonesia wujudnya ada tetapi implementasinya kurang. 

"Sebagai contoh, ketika negara sudah punya lembaga KPK, tetapi indeks korupsi tidak juga turun. Mahkamah Agung (MK) yang diharapkan sebagai pemutus kegalauan yang berkaitan dengan Undang-undang, tetapi malah mengesahkan undang-undang seperti Cipta Kerja yang menambah derita rakyat," ungkap AS Hikam.

Oleh karena itu AS Hikam menyerukan masyarakat Indonesia untuk kembali ke khittoh kebangsaan seperti yang digaungkan oleh mantan presiden Indonesia KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

“Khittoh Kebangsaan Gus Dur ini membentuk bagaimana Indonesia betul-betul multi kulturalisme, kebhinekaan tercermin sehingga tidak ada diskriminasi maupun penindasan SARA,” ujarnya.

AS Hikam menilai gerakan Petanesia sebagai salah satu kekuatan masyarakat sipil sehingga nantinya menjadi kekuatan demokratis. Petanesia diharapkan bisa memberikan tekanan kepada Partai Politik (Parpol) yang selama ini mengenyampingkan suara masyarakat.

“Petanesia ini salah satu  komponen yang mencoba menyatukan kembali kekuatan masyarakat sipil. Sebab bila tidak, maka sipil tidak bisa mengontrol partai politik yang selama 20 tahun parpol tidak memperhatikan masyarakat,” pungkasnya. (ADV)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Didampingi Ketua DPC Partai Demokrat, Gus Barra Tinjau Bazar UMKM Kongres II Petanesia

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT