Rabu, 17 Agustus 2022
Advetorial

Gandeng Awak Media, Pemkab Mojokerto Promosikan Ekonomi Kreatif

profile
Andy

29 Juli 2022 09:47

796 dilihat
Gandeng Awak Media, Pemkab Mojokerto Promosikan Ekonomi Kreatif
Produk daur ulang (recycle) dr bahan jin dengan merk UPJECT Β yang berada di desa Kepuhanyar Mojoanyar milik Lia Nirawati. (SJP)

MOJOKERTO - Dengan menggandeng awak media, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto ingin mempromosikan ekonomi kreatif, Kamis (28/7/2022).

Terbukti, dalam giat Pers Tour lokal tahun 2022 grup 4 ini Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Mojokerto mengajak 23 awak media untuk turun langsung meliput 5 ekonomi kreatif yang berbasis kerakyatan.

Produk olahan bambu R. Khan ART yang berada di Desa Ngares, Kecamatan Gedeg

Dalam kunjungan pertama, wartawan diajak berkunjung ke produk olahan bambu R. Khan ART yang berada di Desa Ngares, Kecamatan Gedeg yang dirintis oleh seniman pelukis Masrukhan.

Disini, kita bisa melihat beraneka ragam produk olahan berbahan dasar bambu, mulai dari mug, botol, tas, hingga termos yang begitu unik dan pengerjaannya halus.

Masrukhan menyampaikan, keunggulan produk kami dibandingkan dengan pesaingnya adalah dalam pengerjaannya kami mementingkan kualitas dimana seperti tumbler atau termos ini bentuknya agak cembung, tidak rata sehingga pengerjaannya lebih sulit.

"Kebanyakan pelanggannya adalah dari dinas hingga BUMN seperti bank. Jika sebelumnya, bambu itu dibiarkan begitu saja hingga tua. Namun saat ini, dengan adanya produk olahan ini tentunya akan bermanfaat untuk masyarakat," ungkap Masrukhan.

Produk olahan enceng gondok

Selanjutnya, wartawan pun diajak menuju ke lokasi kedua. Yakni, produk olahan enceng gondok "Banyu Putih ART" yang berada di Desa Jeruk seger, Kecamatan Gedeg, milik Suliadi.

Saat wartawan berkunjung, nampak ibu-ibu sedang menyulam eceng gondok ini menjadi berbagai macam kerjaninan, mulai dari tempat tisu, topi, sandal hingga hantaran.

Suliadi menjelaskan, saat pandemi itu penjualan produk olahannya menurun tajam. Namun saat ini, mulai beranjak naik, banyak pesanan dan permintaan dari berbagai daerah.

"Dengan bermodalkan eceng gondok yang per kilogramnya saat ini mencapai Rp 11.000. Saya terus memberdayakan ibu-ibu rumah tangga yang mau dan telaten dalam mengerjakan produk olahan ini. Tak hanya dikerjakan di sini, namun beberapa ibu juga membawanya ke rumah. Untuk harga pun bervariasi mulai puluhan hingga ratusan ribu," ungkap Suliadi.

Pengrajin batik tulis Rasu'an Lampahan yang berada di Desa Sooko

Tak sampai di sini, wartawan pun kembali mengunjungi lokasi ketiga. Yaitu, pengrajin batik tulis Rasu'an Lampahan yang berada di Desa Sooko milik Lina Desriana.

Lina Desriana tergerak untuk mengembangkan usahanya tak hanya desain busana, tetapi juga desain batik tulis. Setiap bulan, Rasu'an Lampahan rutin mengikuti peragaan busana dengan desain Surya Mojopahit.

"Namun kami mulai dengan motif lain yakni Sooko Projo Sawiji, sesuai pesanan dari Camat Sooko sesuai dengan petilasan Tribuana Tungga Dewi di daerah klinteran. Setiap batik yang kami buat itu sesuai profesi masing-masing, kalau ada filosofi yang ingin disampaikan maka kami tuliskan menjadi batik," ungkap Lina Desriana.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk pewarna Sooko Projo Sawiji ini ia menggunakan pewarna alam untuk mengeluarkan warna hijaunya, yakni daun suci dan daun pandan.

Produk ekonomi kreatif lainnya yang tak kalah menarik adalah produk daur ulang (recycle) dr bahan jin dengan merk UPJECT  yang berada di Desa Kepuhanyar, Kecamatan Mojoanyar milik Lia Nirawati.

Uniknya produk daur ulang yang dikerjakan secara handmate ini tidak bisa kembar. Setiap produk punya desainnya masing-masing.

Lia Nirawati menjelaskan, setiap produk mulai tas, sepatu hingga yang lain tidak bisa sama. Satu bahan, satu produk. Inilah keunggulan produk kami.

Pengrajin kostum karnaval Trawas Trashion Carnival

"Mengingat Mojokerto ini terkenal dengan produk sepatunya maka segemntasi atau produk kami adalah sepatu. Tapi kami juga membuat produk-produk lainnya seperti topi, tas dan berbagai macam lainnya yang bisa dilihat di outlet kami ini," tuturnya.

Lokasi terakhir, wartawan diajak ke pengrajin kostum karnaval Trawas Trashion
Carnival milik Tri Mulyono. Di sini kita bisa melihat berbagai macam kostum yang nantinya akan dipakai pada Mojo Fest pada bulan Agustus 2022 mendatang.


Diskusi dengan Bupati Mojokerto, Kadis Kominfo dan Kadisbudporapar

Diskusi Bupati Mojokerto dr Ikfina Fahmawati bersama wartawan

Kadiskominfo Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto menyampaikan, pers tour grup keempat ini berbeda dengan grup 1-3 lalu.

"Kalau grup sebelumnya, awak media diajak untuk meliput dan mengangkat pariwisata. Namun di grup etape terakhir ini, teman-teman diajak ke lima lokasi ekonomi kreatif dengan tujuan dapat mempromosikan ekonomi kreatif yang ada di Kabupaten Mojokerto," ungkap Ardi Sepdianto.

Beberapa saran dari wartawan pun disampaikan, antara lain terkait pengadaan modal, pemasaran hingga usulan agar pers tour ini jangan diadakan sekali saja setahun namun sebulan sekali dengan hanya menyasar satu tempat saja.

Mengingat kalau banyak tempat, yang mana tiap tempat hanya dibatasi kurang dari 30 menit maka tidak akan maksimal.

Menjawab hal tersebut, Ardi Sepdianto akan mengevaluasi pers tour kali ini dan mempertimbangkan untuk pers tour tiap bulan sekali.

Setali tiga uang, Bupati Mojokerto, Ikfina fahmawati pun menyetujui hal tersebut untuk dipertimbangkan.

"Nantinya pers tour ini akan dievaluasi secara akademis, semua bisa dilihat. Setiap berita itu dibaca berapa kali, siapa pembacanya hingga dari mana, semua bisa dilacak," ungkap dr Ikfina Fahmawati.

Lebih lanjut, Ikfina Fahmawati mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam hal menyediakan pinjaman modal usaha.

"Kalau diberikan begitu saja, tidak ada pengembalian. Nantinya tidak ada penyemangat atau motivasi untuk terus berinovasi, tetapi kalau sifatnya pinjaman, tentunya ini akan memotivasi pengusaha tersebut," tandasnya. (ADV)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Gandeng Awak Media, Pemkab Mojokerto Promosikan Ekonomi Kreatif

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT