Selasa, 24 Mei 2022
Advetorial

Imasco Dilarang Bupati Jember Ledakkan Bom Tambang Kapur

profile
Rochul

09 April 2022 20:54

610 dilihat
Imasco Dilarang Bupati Jember Ledakkan Bom Tambang Kapur
Bupati Jember Hendy Siswanto. (suara Jatim Post.com)

JEMBER - Pemerintah Kabupaten Jember yang melarang pabrik semen Imasco melakukan aktivitas peledakan bom di tambang kapur Gunung Sadeng masih mendapat reaksi datar. 

Pihak Imasco hanya memberi jawaban singkat untuk merespon larangan pengeboman tambang maupun undangan rapat bersama dari Pemkab Jember. 

"Tidak ada tanggapan dulu, karena masalahnya belum clear," kata Sugiyanto, Humas PT Semen Imasco Asiatic pada Sabtu,(9/4/2022).

Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan masalah Imasco selama tiga tahun belum menyetor kontribusi ke pos pendapatan asli daerah (PAD), dan lokasi peledakan di lahan aset milik Pemkab Jember sebagai alasan pihaknya melarang perusahaan tersebut meledakkan bom di tambang kapur. 

"Imasco tidak boleh melakukan peledakan. Sekarang, kita hitung kembali (kontribusi PAD), karena Gunung Sadeng itu bagian pendapatan kita yang besar dan manfaat untuk masyarakat," tutur Hendy. 

Dia sedang melayangkan surat undangan kepada Imasco untuk membahas bersama persoalan kontribusi PAD maupun penentuan area lahan pertambangan kapur. Menurut Hendy, pihak Imasco semestinya bersikap kooperatif karena beroperasi di kawasan tambang kapur milik daerah untuk memenuhi kebutuhan bahan baku produksi semen.

"Ini masih belum ketemu. Saya sudah perintahkan Pak Sekda untuk koordinasi dengan mereka. Harapan kami, mereka mau kerjasama. Nanti kita ingatkan saja, bahwa Imasco berinvestasi. Sedangkan, Gunung Sadeng itu milik Jember," ujar Hendy. 

Sebelumnya, pada tanggal 4 April lalu, Camat Puger Yahya Iskandar mendapat surat dari Kepala Teknik Tambang Imasco Mochamad Sulthon Fathoni Sadek yang memberitahu bakal meledakkan bom tambang di tanggal 6 April. 

Yahya pun melaporkan hal ini kepada Hendy. Kemudian, atas perintah dari Hendy surat Imasco dijawab oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Mirfano berupa penolakan terhadap upaya meminta ijin peledakan bom tambang. Bahkan, sejumlah pejabat dikerahkan untuk menginventarisir setiap hal yang terjadi di lokasi. 

Mirfano mengungkapkan, timnya mendapati fakta Imasco menunggak kewajiban membayar kontribusi ke PAD yang terhitung mulai tahu 2019, 2020, dan 2021. 

Bahkan, penelusuran terhadap sosok pembuat surat Imasco atas nama Sulthon ditemukan ia sebagai orang yang identik dengan personil dari CV Dwijoyo Utomo, bekas perusahaan yang telah dicabut ijin hak pengelolaan lahan (HPL) sejak Maret 2022.

"Saudara Sulthon itu bias, tidak jelas. Dia itu orangnya CV Dwijoyo Utomo yang sudah tidak punya HPL atau orangnya Imasco? Setelah kami tanyai, pengakuannya adalah ijin peledakan dari Imasco, tetapi mau meledakkan bom di lokasi bekas CV Dwijoyo Utomo. Dugaan adanya konspirasi diantara kedua perusahaan itu tentu akan sangat berpengaruh terhadap yang kami sikapi," tegas Mirfano. 

Mirfano menyatakan, tiada berlaku lagi klaim CV Dwijoyo Utomo atas lahan tambang kapur setelah pemerintah mencabut HPL. Lahan seluas 9,61 hektare bekas HPL itu selanjutnya kembali dalam penguasaan Pemkab Jember. Sehingga, disana tidak boleh ada aktivitas oleh pihak lain. 

"Maka dari itu, kami tidak mengijinkan Imasco melakukan peledakan bom. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, karena kami sedang menginventarisir dan memperbaiki tata kelola terhadap aset milik daerah di Gunung Sadeng," terang Mirfano.

Imasco mendirikan pabrik semen di Kecamatan Puger sejak tahun 2019 lalu. Perusahaan ini mampu memproduksi 1,7 juta ton klinker; dan 1,2 ton semen; serta menjual 1,9 ton klinker semen setiap tahunnya. 

Imasc di Jember karena menggunakan batu kapur dari Gunung Sadeng untuk gamping yang kegunaannya mencakup kisaran hingga 80-90 persen dari kebutuhan bahan baku semen dan klinker. 

Hanya 10-20 persen kebutuhan Imasco akan bahan baku yang didatangkan dari tempat lain. Yakni, seperti pasir besi dari Lombok, hingga impor pasir silika dan gypsum alam dari Thailand, dan batu bara dari Australia. 

Pabrik semen dengan bendera PT Semen Imasco Asiatic adalah bagian investasi asal China ke Indonesia yang tergabung kedalam Hongshi Holding Group dengan total kepemilikan asetnya mencapai kisaran USD9,6 miliar. Gabungan perusahaan raksasa tersebut menjual di kisaran 105 juta ton klinker dan semen ke berbagai negara tiap tahunnya dan berjalan hingga saat ini.(Lum)

Editor: Doi Nuri

Tags
Anda Sedang Membaca:

Imasco Dilarang Bupati Jember Ledakkan Bom Tambang Kapur

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT