Selasa, 27 September 2022
Advetorial

Kurang Lebih 400 Lebih Warga Terserang DB, Dinkes Jember Ingatkan Warga Pemberantasan Sarang Nyamuk

profile
Rochul

06 September 2022 17:48

658 dilihat
Kurang Lebih 400 Lebih Warga Terserang DB, Dinkes Jember Ingatkan Warga Pemberantasan Sarang Nyamuk
Ilustrasi Nyamuk Demam Berdarah. (SJP)

JEMBER - Data yang dihimpun Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember dalam kurun waktu dua bulan terakhir. Sebanyak 400 warga Jember terserang penyakit demam berdarah (DBD). 

Dengan kondisi itu, menurut Kepala Dinkes Jember dr. lilik Lailiyah, pihaknya menghimbau masyarakat untuk rajin menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan tindakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk).

“Beberapa waktu belakangan meningkat soal permintaan Fogging dari masyarakat. Kita pun juga berkoordinasi dengan PMI Jember. Karena dari data kami sementara untuk dua bulan terakhir angka kasus DBD,” kata dokter Lilik , Selasa (6/9/2022).

Untuk angka kasus itu, lanjutnya, juga ada pasien yang sampai meninggal.

“Jumlahnya tidak banyak, tapi sampai menyebabkan kematian pasien. Sehingga kami dari dinas kesehatan terus melakukan pemantauan ke pemukiman warga. Untuk memastikan tidak ada jentik-jentik yang menjadi calon nyamuk penyebab penyakit demam berdarah,” katanya.

Selain itu, kata dokter Lilik, Dinkes juga mengajak warga dan siswa di seluruh sekolah, untuk turut serta secara sadar dan aktif memberantas sarang nyamuk/ baik di rumah maupun di tempat lain.

“Pemberantasan nyamuk lewat fogging (pengasapan) tidak cukup dilakukan. Tapi upaya itu kita lakukan dengan puskesmas di wilayah," jelas dia.

Tapi yang paling penting 3M, lanjut dokter Lilik, menutup tempat penampungan air, mengubur sampah atau tempat yang jadi sarang nyamuk, juga rajin menguras bak-bak penampungan air dari jentik-jentik nyamuk. (Ulum)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Kurang Lebih 400 Lebih Warga Terserang DB, Dinkes Jember Ingatkan Warga Pemberantasan Sarang Nyamuk

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT