Minggu, 22 Mei 2022
Advetorial

Lima Tujuan dalam Musrenbang RKPD Kabupaten Mojokerto Tahun 2023

profile
Andy

29 Maret 2022 16:11

5.4k dilihat
Lima Tujuan dalam Musrenbang RKPD Kabupaten Mojokerto Tahun 2023
Penandatangan Musrenbang RKPD Kabupaten Mojokerto tahun 2023. (Suara Jatim Post)

MOJOKERTO - Lima tujuan yang ingin dicapai dalam Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Pemkab Mojokerto Tahun 2023, Selasa (29/3/2022) di Pendopo Graha Maja Tama.

Kepala Bapenda Kabupaten Mojokerto, Bambang Eko Wahyudi menyampaikan ada lima tujuan yang ingin dicapai Musrenbang RKPD tahun 2023.

"Pertama, mempertajam indikator serta target kinerja setiap program dan kegiatan dalan rancangan RKPD 2023 berdasarkan capaian kinerja tahun 2023. Kedua, menjelaskan prioritas dan sasaran pembangunan daerah Kabupaten Mojokerto dengan arah kebijakan prioritas dan sasaran pembangunan daerah Provinsi Jawa Timur dan Nasional," ungkap Bambang Eko Wahyudi.

Lebih lanjut dikatakannya, ketiga adalah mengklarifikasi dan verifikasi usulan yang telah disampaikan oleh masyrakat desa, kelurahan dan lembaga, serta pokok- pokok pikiran (pokir) DPRD. Selanjutnya, sinkronisasi akhir setiap program, kegiatan dan sub kegiatan pada rancangan Renja Perangkat Daerah Tahun 2023 sesuai dengan pagu indiikatif.

"Terakhir, menyepakati prioritas pembangunan daerah serta prioritas program, kegiatan dan sub kegiatan pembangunan daerah. Total usulan SKPD berjumlah 218 program, 584 kegiatan, dan 1.681 kediatan dengan julah kegiatan Rp. 3.374.625.810.185, sedangkan total usulan pokir DPRD sebanyak 620 kegiatan. Total usulan perseorangan sebanyak 122 kegiatan dan total usulan desa sebanyak 1.060 kegiatan yang mana untuk anggarannya masih dalam tahap verifikasi," sambung Bambang Eko.

Menurut Bambang, proyeksi belanja Kabupaten Mojokerto 2023 (termasuk belanja earmark) sebesar Rp. 2.514.972.506.981, sedangkan total pagu indikatif SKPD sebesar Rp. 2.446.358.308.645, sehingga ada surplus sebesar Rp 68.616.198.336.

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menyampaikan, terkait penyerahan dokumen Ranwal RKPD 2023 kepada legislatif sesuai peraturan perundang-undangan tahapannya masih menunggu fasilitasi dari Gubernur Jawa Timur.

Peluncuran Call Center 112 oleh Pemkab Mojokerto

"Ranwal ini kita jadikan bahan dalam musrenbang dan masih ada masukan-masukan lagi yang butuh penyesuaian termasuk arahan dari provinsi yang wajib dicermati. Karena sesudah ini akan ada rancangan akhir yang akan disodorkan ke Gubernur untuk dilakukan fasilitasi. Setelah itu baru dibahas di KUA PPAS dan itu baru nantinya ada dokumen yang akan kita bahas bersama," tegas dia.

Disinggung terkait masih tingginya angka SILPA, petinggi Pemkab itu menyebut jika itu disebabkan karena adanya peningkatan PAD yang mencapai Rp193 miliar serta adanya efisiensi proyek fisik. Pada tahun 2023 terdapat 7 prioritas program pembangunan dalam penyusunan perencanaan oleh pemerintah Kabupaten Mojokerto.

"Tujuh bidang tersebut diantaranya, pemulihan ekonomi, pariwisata, penguatan SDM yang unggul, pelestarian nilai budaya, peningkatan Infrastruktur, pelestarian lingkungan hidup dan yang terakhir adalah peningkatan keamanan serta kualitas pelayanan publik,” jelas Ikfina.

"Artinya ini adalah sebuah prestasi peningkatan PAD tapi anggarannya belum bisa dipakai karena belum masuk dalam perencanaan tahun 2020. Sebab sesuai aturan, yang bisa kita belanjakan hanya yang sudah masuk di perencanaan.Tak hanya itu, kita terbukti bisa melakukan penghematan sebesar Rp 316.788.304.065.000 karena banyak sekali pejabat yang Plt karena belum diizinkan adanya mutasi sebelum 6 bulan menjabat," terangnya.

Dalam musrenbang tersebut juga ada peluncuran Call Center 112 oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mojokerto. Dalam peluncuran tersebut Bupati Ikfina berpesan agar layanan call center ini digunakan hanya dalam kondisi kegawatdaruratan.

"Jangan karena suami istri bertengkar, diam-diaman, bertengkar lewat WA lalu telpon ke 112 kecuali ada tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pelecehan seksual, kecelakaan serta tindak kejahatan lainnya, sehingga diharapkan ini bisa bermanfaat," ungkapnya.

Disisi lain Kadiskominfo, Ardi Sepdianto mengatakan peluncuran ini sebagai program inovatif yang hanya ada di beberapa daerah, termasuk Kabupaten Mojokerto. 

"Call Center 112 ini berlangsung selama 24 jam non stop. Jadi bisa dihubungi kapan pun, khususnya untuk warga Kabupaten Mojokerto. Baik lewat telpon rumah ataupun smartphone apapun layanan providernya," pungkas Ardi Sepdianto. (ADV)

Tags
Anda Sedang Membaca:

Lima Tujuan dalam Musrenbang RKPD Kabupaten Mojokerto Tahun 2023

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT