Selasa, 24 Mei 2022
Advetorial

Pabrik Imasco Sulut Api Permusuhan, Pemkab Jember Akan Tempuh Jalur Hukum

profile
Rochul

11 Mei 2022 22:16

623 dilihat
Pabrik Imasco Sulut Api Permusuhan, Pemkab Jember Akan Tempuh Jalur Hukum
Portal yang terpasang di area jalan aset milik Pemkab Jember. (Rochul/SJP)

JEMBER - Ketegangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dengan pabrik semen Imasco semakin memanas. 

Beberapa waktu lalu, belum kelar soal ribut-ribut pelarangan aktivitas mengebom lahan tambang kapur Gunung Sadeng, justru kini ditambah dengan penutupan portal jalan. 

Pemkab Jember menuding Imasco bertindak arogan karena tanpa izin pihak berwenang menutup jalan yang menjadi akses penduduk menuju Desa Grenden, Kecamatan Puger. Apalagi, jalan tersebut berada dalam kawasan lahan aset milik daerah. 

"Jalan itu masuk sertifikat hak pengelolaan lahan (HPL) Pemkab Jember. Tiba-tiba di portal Imasco tidak memberitahu," kata Sekretaris Daerah Jember Mirfano, Rabu, (11/5/2022).

Dia memberi waktu hanya sampai hari ini agar Imasco berkoordinasi. Apabila diabaikan, maka akan ditempuh langkah lebih jauh berupa proses hukum. 

"Dalam tempo 1 X 24 jam. Jika tidak, Imasco kami laporkan ke polisi" terang Mirfano. 

Menurutnya, Imasco tidak hanya sekali ini saja berulah dan menyulut ketegangan. Imasco ditengarai menyimpang dalam praktik eksploitasi tambang kapur. 

"Pabrik semen Imasco dibawah perusahaan PT Imasco Semen Asiatic tidak punya IUP (Ijin Usaha Pertambangan). Yang punya HPL seluas 30 hektar atas nama perusahaan berbeda, yaitu PT Imasco Tambang Raya," tegasnya.

"Tapi, sewaktu mau ngebom yang untungnya kita larang pakai PT Imasco Semen Asiatic. Apa urusannya pabrik semen ambil tambang kapur? Itupun, yang mau dibom di area lahan tambang kapur milik Pemkab Jember," terang Mirfano. 

Sugianto, Humas PT Imasco Semen Asiatic menolak berkomentar soal rencana aktivitas pengeboman maupun simpang siur legalitas lahan tambang kapur. Ia tidak menjelaskan alasan secara rinci. 

"Saya tidak tahu itu. Bukan urusan," katanya tatkala dikonfirmasi melalui sambungan telepon. 

Namun, Sugianto menjelaskan perihal dalih keberadaan portal jalan. Diakuinya, juga bahwa Imasco sebagai pihak yang berinisiatif memasang penutup jalan tersebut. 

"Jalannya sudah rusak, dan kami sedang perbaiki. Karena pakai cor, kami pasang portal supaya tidak dilewati sebelum kering," katanya beralasan. 

Sugianto mengungkapkan, upaya perbaikan jalan dilakukan demi memenuhi permintaan dari Pemerintah Desa Grenden. Hal ini sehubungan dengan kepedulian perusahaan Imasco terhadap lingkungan sekitar. 

Kepala Desa Grenden Suyono merasa tidak ada pemberitahuan dari Imasco perihal pemasangan portal jalan. Kendati, ia membenarkan selaku pihak yang meminta Imasco memperbaiki jalan. 

"Tidak ada pemberitahuan soal portal. Tapi, memang kami minta jalan rusak diperbaiki karena sudah rusak sangat parah akibat setiap hari dilewati kendaraan berat yang mengangkut semen dari Imasco," bebernya.

Suyono menyebut, daya rusak kendaraan berat pengangkut semen sangat signifikan. Pasalnya, bukan hanya merusak jalan desa, melainkan juga jalan besar yang dibangun Pemerintah Provinsi Jawa Timur. 

Jalan desa paling kuat menahan beban maksimal 8 ton. Adapun jalan provinsi di kisaran daya tekan 20 ton, sementara kendaraan Imasco mengangkut beban semen di atas kapasitas itu. 

"Imasco pakai truk tronton yang sekali angkut semen tonasenya antara 35-70 ton. Setiap hari saya tanya petugas bisa keluar masuk 200-400 truk. Jalan-jalan rusak, karena tidak kuat," terangnya.

Editor: Noordin Djihad

Tags
Anda Sedang Membaca:

Pabrik Imasco Sulut Api Permusuhan, Pemkab Jember Akan Tempuh Jalur Hukum

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT