Selasa, 27 September 2022
Advetorial

Pertemuan 2 Pemkab Soal Teror di Desa Silo, Ini 4 Poin Kesepakatan 

profile
Rochul

09 Agustus 2022 23:18

647 dilihat
Pertemuan 2 Pemkab Soal Teror di Desa Silo, Ini 4 Poin Kesepakatan 
Bupati Jember saat pertemuan dengan Forkompinda Banyuwangi.

JEMBER - Forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Jember melakukan pertemuan dengan perwakilan Forkopimda Banyuwangi, di Kantor Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Jember, Selasa (9/8/2022) tadi.

Dalam pertemuan tersebut, sebagai bentuk sambung silaturrahmi dan komunikasi. Pasca adanya teror di Desa Mulyorejo, juga konflik dengan warga dari Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru, Jember beberapa waktu lalu dan sempat viral.

Dalam pertemuan tersebut juga tampak dihadiri perwakilan warga dari masing-masing desa, yang menyepakati adanya 4 poin solusi untuk penyelesaian masalah yang terjadi.

Keempat poin kesepakatan itu diantaranya, kedua pihak siap menjaga kondusifitas wilayah dengan cepat merespon potensi permasalahan yang terjadi dimasyarakat, kedua kedua pihak akan Mengedepankan musyawarah mufakat dalam menyelesaikan segala bentuk permasalahan, ketiga kedua pihak sama-sama Memperkuat ketahanan wilayah dan sinergi para pemangku kepentingan, dan yang keempat mempercayakan penyelesaian permasalahan hukum yang terjadi sepenuhnya kepada pihak berwajib.

Menanggapi empat poin kesepakatan ini, Bupati Jember Hendy Siswanto berharap tidak ada lagi konflik antara dua warga desa yang berbeda.


“Dari kedua belah pihak, untuk tidak terprovokasi dan sama-sama mendinginkan suasana agar tetap kondusif,” kata Hendy.

“Pertemuan hari ini antara Forkopimda Banyuwangi dan Jember, serta Forpimka Kalibaru dan Silo, bertujuan untuk mencari kesepahaman bersama terkait konflik yang terjadi antara warga dari Desa Banyuanyar dan desa Mulyorejo, dimana hasil dari pertemuan ini disepakati, semua pihak siap menjaga situasi kedua wilayah tetap kondusif,” sambungnya.

Terkait adanya persoalan tentang lahan tanaman kopi, kata Hendy, pihaknya akan menyelesaikan dengan mekanisme yang ada.

Kebetulan dalam pertemuan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari Perum Perhutani selaku pemangku lahan yang dikelola oleh warga.

“Tadi semua juga sepakat, jika soal keluhan petani kopi, akan diselesaikan dengan mekanisme yang ada. Tadi dari unsur Perhutani juga hadir dan akan melakukan pemetaan terhadap lahan yang di sengketakan oleh para petani kopi,” jelasnya.

Menanggapi pernyataan yang disampaikan Bupati Hendy. Sekda Pemkab Banyuwangi Mujiono mewakili
Bupati Banyuwangi. 

Mendukung digelarnya pertemuan tersebut, dan berharap dengan adanya pertemuan ini, permasalahan yang terjadi tidak terulang kembali dan situasi kedua desa bisa kembali kondusif.

“Kami sangat senang dengan adanya pertemuan kedua belah pihak, dimana dalam pertemuan ini, semua sepakat peristiwa yang dialami oleh warga di Desa Mulyorejo tidak terulang kembali, dan semua juga sepakat untuk mengesampingkan ego sektoral, dan memiliki visi dan misi yang sama guna menyelesaikan permasalah yang ada di Desa Mulyorejo Jember,” ungkap Mujiono.

Terkait persoalan hukum yang masih dalam proses penyelidikan polisi. Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo berjanji akan menindak tegas aksi premanisme yang selama ini menghantui para petani kopi di wilayah setempat.

Pihaknya akan terus melakukan pengusutan terhadap permasalah dalam kasus ini dengan menerjunkan timsus. Selain itu, pihaknya juga masih menempatkan personelnya di beberapa titik rawan.

“Untuk memberikan rasa aman warga, kami sudah menempatkan personil kami di wilayah kerusuhan, selain itu, kami juga membentuk timsus yang akan menyelidiki akar dari kasus ini, dan kepada warga dari kedua desa, kami minta untuk melaporkan ke kami jika ada intimidasi atau upaya pihak tidak bertanggung jawab yang mencoba untuk mengadu domba,” ujar Hery.

Pihaknya juga masih memburu pelaku perusakan dan pembakaran, juga termasuk adanya aksi premanisme.

“Saya juga minta warga tidak mudah percaya terhadap janji-janji dari oknum yang bisa menyelesaikan masalah batas lahan, dan saya juga meminta kepada kedua pihak bisa menahan diri dan tidak mudah terprovokasi yang bisa menjurus kepada tindak pidana, karena hal ini justru akan merugikan diri sendiri,” ungkapnya.(Lum)

Editor : Syahrul

Tags
Anda Sedang Membaca:

Pertemuan 2 Pemkab Soal Teror di Desa Silo, Ini 4 Poin Kesepakatan 

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT