Senin, 28 November 2022
Advetorial

Relokasi Pasar Tanjung, Dapat Dukungan Ketua Komisi II DPRD Kota Mojokerto

profile
Andy

25 Oktober 2022 20:12

553 dilihat
Relokasi Pasar Tanjung, Dapat Dukungan Ketua Komisi II DPRD Kota Mojokerto
RDP relokasi Pasar Tanjung Anyar antara DiskopUKMperindag dan DPRD Kota Mojokerto. (SJP)

MOJOKERTO – Relokasi pedagang pasar Tanjung Anyar mendapat dukungan dari Komisi II DPRD Kota Mojokerto.

Hal ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (DiskopUKMPerindag), Satpol PP, Dishub, dan UPT Pasar di Ruang Rapat Gedung DPRD Kota Mojokerto.

Ketua Komisi II DPRD Kota Mojokerto, Agus Wahjudi Utomo menyampaikan, pihaknya mendukung penuh rencana pemerintah melakukan penertiban pasar terutama adalah penertiban yang selama ini tumpah di tiga jalan seputar Pasar Tanjung Anyar.

”Kami setuju dengan penertiban tersebut, namun pemerintah harus menyiapkan segala kemungkinan yang ada, termasuk nanti jika ada protes-protes dari pedagang yang terkena penertiban,” terang Agus.

Setali tiga uang, Agus juga sepakat apa yang disampaikan oleh Ketua Dewan dalam RDP, jangan sampai ada kepentingan politik yang masuk dalam penataan ini agar nantinya berjalan secara lancar.

”Dalam agenda penertiban dan sasaran relokasi harus benar benar pedagang yang biasanya berjualan, jangan sampai nanti bukan pedagang karena bawaan pejabat atau bahkan dewan malah dapat lapak di area relokasi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala DiskopUKMPerindag Kota Mojokerto, Ani Wijaya mengatakan, kasus Pasar Prapanca menjadi pelajaran bagi semuanya untuk menata semua pedagang pasar.

“Mereka bukan PKL yang liar tapi memang pedagang kami yang tumpah. Salah satu penyebab mereka tumpah karena kondisi fisik di area dagang yang kurang memadai, bahkan tidak memenuhi syarat untuk jualan. Makanya ini perlu ditata,” jelas Ani.

Sebenarnya, kata Ani Wijaya lebih lanjut, rencana penataan mulai dimatangkan pihaknya sejak tahun 2020.

Pada tahun 2021 dilakukan pergeseran anggaran untuk pemeliharaan Pasar Tanjung Anyar, juga Pasar Prajurit Kulon dan Pasar Kranggan

Namun dipastikan tidak semuanya direlokasi. Ada sekitar 53 pedagang yang boleh beraktivitas seperti yang mereka lakukan selama ini.

Karena mereka berdagang mulai jam 21.00 WIB sampai dengan jam 05.00 pagi. Sehingga ada 143 pedagang yang terelokasi. Dari pendataan, tercatat 64 pedagang diantaranya merupakan warga Kota Mojokerto, selebihnya warga luar daerah.

“64 pedagang warga kota dimasukkan kembali ke area pasar, kecuali pedagang buah, meski ber-KTP Kota (Mojokerto),” ungkap Ani.

Karena, masih kata Ani, untuk pedagang buah yang selama ini berjualan di jalan KH Nawawi, baik yang warga kota maupun luar kota, semuanya akan di relokasi ke Pasar Kranggan yang kini diplot jadi pasar buah.

“Sudah kami siapkan 40 bedak, untuk menampung pedagang buah. Sedangkan pedagang asal luar kota yang berdagang sembako akan direlokasi ke Pasar Prapanca. Sementara pedagang mamin direlokasi di Pasar Kliwon," Ujar Ani.

Setidaknya sudah dua kali sosialisasi soal relokasi sudah diberikan ke para pedagang itu. Bahkan imbauan agar mereka memilih titik dagang yang sudah disediakan dan mendaftar ke pihaknya. Dan ujung bulan ini jadi kalender imbauan terakhir.

“Kalau mereka bandel, tetap bertahan di tempat lama, ya terpaksa akan dilakukan relokasi paksa,” pungkasnya. (ADV)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Relokasi Pasar Tanjung, Dapat Dukungan Ketua Komisi II DPRD Kota Mojokerto

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT