Kamis, 30 Juni 2022
Advetorial

Tutup Kongres III Pergunu, Wamenag Ingin Bergabung dengan Pergunu hingga Cermati Hilangnya 'Madrasah' di RUU Sisdiknas

profile
Andy

29 Mei 2022 11:00

670 dilihat
Tutup Kongres III Pergunu, Wamenag Ingin Bergabung dengan Pergunu hingga Cermati Hilangnya 'Madrasah' di RUU Sisdiknas
Wakil Menteri Agama RI Dr H Zainut Taudid Sa'adi saat menyampaikan sambutan dalam Penutupan Kongres Pergunu ke-3.

MOJOKERTO - Kongres Pergunu ke-3 kali ini cukup menyedot perhatian publik. Tak terkecuali Pemerintah Pusat.

Nampak hadir mewakili Menag, Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI Dr H Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si untuk menutup Kongres Pergunu ke-3, Minggu (29/5/2022) malam.

"Terima kasih luar biasa sambutanya Gus Muhammad Albarraa. Kalau kepala daerah, bupati, wakil bupati seperti beliau. Rasa-rasanya Indonesia akan maju, adil dan makumur bukanlah hanya cita-cita semata. Kita doakan, mudah-mudahan beliau bisa mengemban amanah dengan baik dan memberikan manfaat untuk umat bangsa dan negara," pujian Wamenag RI kepada sosok Gus Barra dalam mengawali sambutannya.

Lebih lanjut Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan, guru menjadi anggota DPR, iapikir ini tersesat di jalan yang benar atau tersesat di jalan yang salah.

"Tapi Alhamdulillah saya di DPR juga tidak lama cukup 17 tahun. Setelah itu saya dipercaya untuk menjadi wakil menteri membantu 2 orang hebat sama-sama memiliki bintang yang pertama Jendral fahrur Rozi bintangnya 4 sekarang diganti oleh Gus Yaqut Cholil Qoumas, bintangnya lebih dari 4," ungkap Zainut Tauhid Sa'adi yang juga politisi senior PPP ini.

Menurutnya, meskipun ia pernah menjadi anggota DPR pernah menjadi wakil menteri, tetapi KTP saya masih tertulis pekerjaan guru untuk.

"Izin Pak Kiai, jika saya diterima, saya ingin mendaftar jadi anggota Pergunu. Karena antara saya dan guru ibaratnya seperti ikan dan air. Rasa-rasanya saya mendapatkan energi positif, setiap saya bersilaturahim berjumpa dengan saudara-saudara sesama profesi," pungkasnya.

Wakil Bupati Mojokerto, Gus Barra

Sebelumnya, sebagai tuan rumah, Wakil Bupati Mojokerto yang akrab disapa Gus Barra mengucapkan terima kasih dengan pelaksanaan kongres Pergunu di Kabupaten Mojokerto. Yang menurutnya dengan demikian Kabupaten Mojokerto semakin banyak dikenal.

Soal upaya kementerian Pendidikan tidak mengakui madrasah, hal ini disayangkan oleh Gus Barra. Menurutnya system pendidikan di Indonesia masih ketimuran dimana guru tidak hnaya melakukan transfer keilmuan saja tetapi juga mendidik moral para siswanya.

“Sudah sepantasnya Negara menghargai guru, khsusnya guru madrasah, sebab guru madrasah sebenarnya tugasnya lebih berat karena juga menguatkan aspek spiritual siswanya. Guru madrasah, khususnya Pergunu harusnya mendapatkan perhatian dari pemerintah,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pergunu Prof Dr KH Asep saifuddin Chalim yang juga pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren amanatul Ummah mengatakan ada sejumlah rekomendasi yang dilahirkan dalam kongres ke III ini.

Salah satunya rekomendasi untuk Kementerian Pendidikan yang tidak mencantunmkan frase ‘Madrasah’ di draf RUU Sisdiknas.  Kiai Asep tegas menolak draf tersebut karena akan menyakiti hati umat islam.

“Mohon maaf, jika di dalam draf RUU sisdiknas tidak mencantumkan kata 'madrasah'. Maka kami tidak rela sama sekali, bukan karena apa-apa tetapi ini sumber kerawanan. Konseptornya mungkin tidak berpikir sama sakali ini kerawanan dan akan menjadi kegelisahan umat islam,” tegasnya.

Ketua Umum Pergunu, Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim

Kiai Asep heran kenapa Kemendiknas mengenyampingkan peranan madrasah. Oleh karena itu Pergunu akan terus berjuang mengembalikan frasa ‘Madrasah’ di dalam UU Sisdiknas.

“Kami cinta Indonesia, dan kami harus menjaga Indonesia. Kami akan menopang sekuat-kuatnya agar Madrasah tetap dipertahankan, semoga ini didengar bapak Presiden Indonesia,” imbuh kiai yang dikenal dermawan ini.

Masih kata kiai Asep, penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) di Pergunu akan terus ditingkatkan. Salah satunya Pergunu akan mencetak 500 orang doktor setiap tahunnya. Selain itu Pergunu akan menyempurnakan pengurus di tingkat ranting sehingga jumlahnya diperkirakan mencapai 200 ribu ranting.

“Ending keberadaan Pergunu ini adalah Indonesia yang maju, adil dan makmur, untuk mewujudkannya maka kita harus memperbesar jaringan, maka akan kita smepurnakan pembentukan (pengurus Pergunu) di PAC dan Ranting,” imbuh kiai Asep yang mendanai secara pribadi pelaksanaan Kongres ke III ini tanpa mengajukan bantuan proposan kepada pihak lain.

Tanggapan Wamenag RI Terkait Hilangnya Frasa 'Madrasah' pada RUU Sisdiknas

Menanggapi hilangnya frasa Madrasah dalam RUU Sisdiknas, Wamenag RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi akan mencermati hal ini.

"Kami akan menyampaikan hal ini ke berbagai pihak terkait seperti Kemendikbudristek, DPR. Dari kementerian Agama, kalau nanti diberikan kesempatan maka kami akan mencermati terkait draf RUU Sisdiknas yang menghilangkan frasa 'madrasah', tegasnya.

Lebih lanjut ketika diwawancarai awak media, Wamenag kagum dengan kiprah Kiai Asep selama ini, yang  telah membawa Pergunu menjadi organisasi yang bagus. Ia juga yakin di kepemimpinan Kiai Asep yang ketiga kalinya di Pergunu. Semoga, mendatang pergunu akan semakin hebat.

“Saya menaruh harapan besar semoga silaturahim di Pergunu ini berkembang menjadi Silatur Fikri dan Silatur Amal sehingga akan membangun bangsa Indonesia yang kita cintai ini, guru punya amanah dan tanggung jawab yang mulia, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa dan merawat kesatuan,” pungkasnya.

Kongres ke III Pergunu ini digelar selama tiga hari, 26-28 Mei 2022. Hasil kongres lainnya adalah membentuk kepengurusan Pergunu periode 2022-2027 yang akan dirumuskan bersama antara Ketua Umum Pergunu dan 10 orang tim formatur, yang akan dikukuhkan langsung oleh Wakil Presiden RI Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin, Jumat (3/6/2022) mendatang.

Tags
Anda Sedang Membaca:

Tutup Kongres III Pergunu, Wamenag Ingin Bergabung dengan Pergunu hingga Cermati Hilangnya 'Madrasah' di RUU Sisdiknas

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT