Minggu, 22 Mei 2022
Ekonomi

Aris Setiawan Pikul Tanggung Jawab Sebagai Plt Direktur PT BWR

profile
Doi

02 April 2022 17:59

423 dilihat
Aris Setiawan Pikul Tanggung Jawab Sebagai Plt Direktur PT BWR
Akibat kekosongan jabatan Direktur PT BWR, Aris Setiawan menjadi Plt. (Suara Jatim Post)

KOTA BATU – Kekosongan posisi Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Batu Wisata Resource (BWR) ditempati Aris Setiawan sebagai pelaksana tugas (Plt).

Seperti diketahui, Mohammad Andi Reza Januar, resmi mengundurkan diri sebagai Direktur BWR sejak hari Minggu 13 Maret 2022, dengan alasan mengurus perusahaan keluarga setelah sang Ayah wafat.

Menduduki kursi panas, Aris yang sebenarnya adalah Komisaris PT BWR, harus memikul beban berat menjalankan BUMD yang sarat permasalahan, terutama financial.

Disebut kursi panas, disebabkan saat ini PT BWR berjalan tanpa penyertaan modal untuk menjalankan BUMD tersebut.

Aris menjelaskan alasan dirinya ditunjuk sebagai Plt PT BWR setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), adalah untuk menjaring Direktur PT BWR definitif. Sabtu (2/4/2022).

"Langkah awal, kami tentukan dulu Direktur PT BWR definitif. Selanjutnya akan kami bahas posisi perusahaan ini bagaimana mendatang," jelas pria yang merupakan Kadis LH Kota Batu ini.

Langkah yang diambil Aris, sedang berupaya menyehatkan perusahaan sesuai harapan pemerintah daerah, dengan direksi yang baru untuk menyelamatkan PT BWR.

"Kebijakan Wali Kota Batu, Ibu Dewanti kemarin menyampaikan saat RPUS tidak ada penyertaan modal lagi," lanjut Aris.

Selanjutnya, Aris harus berfikir bagaimana caranya bisa punya upaya untuk berusaha tanpa adanya penyertaan modal namun bisa menjalankan perusahaan.

"PT BWR yang pertama dan kedua ini sebenarnya tidak gagal, hanya saja kesuksesan kami masih tertunda," kilahnya.

Lebih lanjut, tanpa penyertaan modal, Aris akan lebih berkonsentrasi pada sumber daya manusia yang akan mengelola PT BWR mendatang.

Sementara itu, mantan Direktur PT BWR, Mohammad Andi Reza Januar menyatakan belum ada respon dari direksi yang lama terkait besaran piutang yang ada dipihak ketiga.

"Dari direksi yang lama, masih ada tanggungan piutang yang besarannya miliaran rupiah," katanya.

Reza memaparkan, untuk perjanjian kepada pihak ketiga, kurang lebih diatas 3,8 miliar.

"Bahkan misalnya kalau dihitung dengan bagi hasilnya menurut saya hampir 5 miliar lebih," imbuh dia.

Lebih jauh, Reza mengatakan tidak mengetahui pasti jumlah penyertaan modal untuk PT BWR yang ia kelola.

"Saat menjadi Direktur PT BWR, ada uang tunai sebesar 35 juta, dan uang direkening tabungan senilai 150 juta, dari Rp 150 juta tersebut, belum bisa diambil di Bank Jatim," Papar pengusaha muda ini.

Dari sejumlah uang itu, lanjutnya, yang bisa dikelola hanya 35 juta saja, karena dana sebesar 150 juta masih tertahan di Bank Jatim.

"Alasan dari Bank Jatim tidak bisa mencairkan dana tersebut, karena ada beberapa akta perubahan yang belum selesai," tambah dia.

Mengerucut kepada masalah asetnya, Reza menyebut PT BWR hanya memiliki dua usaha, yakni Toko Rakyat di Sidomulyo, dan bengkel motor di Jalan Kartini Kota Batu.

"Untuk Toko Rakyat, karena banyak barang yang kedaluwarsa dan lain sebagainya, taksiran nominal yang ada di toko itu, kurang lebih kisaran 40 sampai 50 juta," beber Anrez panggilan akrabnya.

Anrez menegaskan, jika sisa dana 35 juta itu di kelola untuk gaji karyawan selama dua bulan, sudah habis dan tidak berkembang lagi.

"Setelah dua bulan itu, selanjutnya karyawan termasuk saya tidak gajian selama 4 bulan," tandas dia.

Untuk melanjutkan eksistensi PT BWR, maka segera akan dibuka lowongan untuk posisi direktur definitif yang mempunyai komitmen menjalankan perusahaan tanpa penyertaan modal. (Doi Nuri)

Tags
Anda Sedang Membaca:

Aris Setiawan Pikul Tanggung Jawab Sebagai Plt Direktur PT BWR

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT