Selasa, 24 Mei 2022
Ekonomi

Gubernur Jatim Bersama Bupati Malang Panen Raya Padi Di Desa Banjararum Singosari

profile
Senopati

07 April 2022 20:23

353 dilihat
Gubernur Jatim Bersama Bupati Malang Panen Raya Padi Di Desa Banjararum Singosari
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Malang H.M Sanusi saat melaksanakan panen raya padi. (Seno/suarajatimpost)

 MALANG — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Malang HM Sanusi dan jajaran Forkopimda Kabupaten Malang Panen Raya Padi pada Kamis (7/4).

Panen raya dilakukan dengan Kelompok Tani Morodadi, di lahan pertanian Dusun Tanjung Desa Banjararum Kecamatan Singosari Kabupaten Malang.

Pelaksanaan panen raya ditandai dengan prosesi pemotongan batang padi secara simbolis oleh Gubernur Jawa Timur, Bupati Malang dan Forkopimda Kabupaten Malang.

Yang dipanen adalah jenis padi hibrida Brang Biji seluas 1 Hektar dan 59 Hektar lainnya merupakan varietas inbrida meliputi Ciherang dan Cibogo.

Inpari 32 yang ditanam dengan menggunakan sistem jajar legowo dan konvensional yang dalam kondisi optimal, produksi bisa mencapai 14,8 ton/hektar sedangkan untuk varietas inbrida bisa mencapai 9-10 ton per hektar.

Khofifah menyatakan, Panen Raya Padi ini menjadi bukti bahwa upaya mewujudkan ketahanan pangan yang kini menjadi isu dunia ini menjadi komitmen dan keseriusan Pemprov Jatim terutama bagi masyarakat Indonesia yang makanan pokoknya beras. 

"Ketersediaan beras menjadi bagian yang sangat penting yang harus disiapkan. Ketika ketahanan pangan menjadi isu dunia dan masyarakat Indonesia bahan pangan pokoknya adalah beras, maka ketersediaan serta ketercukupan menjadi hal yang sangat penting," kata Khofifah.

Khofifah menambahkan, pada tahun 2020 produksi padi di Jawa Timur tertinggi di Indonesia, mencapai 9,9 juta ton.

Kemudian pada tahun 2021, atas sinergi dari seluruh pihak, Jawa Timur kembali memproduksi padi tertinggi se-Indonesia yaitu mencapai 9,74 juta hektare atau setara dengan 5,6 juta beras.

“Hari ini saya sengaja turun guna memonitoring karena perubahan iklim dan cuaca ekstrem ini potensi berdampak pada produksi padi kita,” tandasnya.

Sementara itu Bupati Malang H.M Sanusi menjelaskan, panen raya ini merupakan hasil inovasi kelompok tani yang dikelola bersama Kepala Desa.

Sinergi kedua pihak itu, lanjutnya, untuk mencari bibit yang tepat untuk dikembangkan di Kabupaten Malang.

Bahkan Sanusi menyebut ketika musim kemarau tiba, jenis varietas yang ditanam adalah Brangbiji., namun ketika memasuki musim hujan, varietas yang ditanam adalah hibrida maupun ciherang. 

"Pada kondisi optimal, produksi padi hibrida bisa mencapai 14.8 - 15 ton/ha(hektare), namun kali ini akibat perubahan iklim hanya mencapai 7 ton," ujarnya.

"Upaya ini terus kita lakukan lewat monitoring menggunakan pupuk organik sehingga nanti padi atau beras yang dihasilkan bisa organik pula. Nanti kita akan lihat jenis Padi yang unggul akan kita terus kembangkan,” sambung Sanusi.

Bupati Malang juga mengaku diminta secara khusus oleh Gubernur Jatim untuk melakukan percepatan masa tanam sebelum masuk musim kemarau.

Mumpung saat ini  masih terdapat hujan bisa berfungsi untuk mengairi area persawahan.

"Kalau telat masa tanamnya  akan berdampak pada produksi total padi kita,"  pungkas Bupati Malang H.M Sanusi.

Editor: Syahrul Huda

Tags
Anda Sedang Membaca:

Gubernur Jatim Bersama Bupati Malang Panen Raya Padi Di Desa Banjararum Singosari

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT