Rabu, 17 Agustus 2022
Ekonomi

Harga Cabai Kian Pedas, Petani Jadi Jutawan

profile
Andy

30 Maret 2021 22:42

250 dilihat
Harga Cabai Kian Pedas, Petani Jadi Jutawan
Listiono, Petani Cabai Asal Desa Pucuk, Dawarblandong Mojokerto yang mendadak jadi Jutawan

MOJOKERTO - Harga cabai yang melambung tinggi hingga Rp 95 ribu per kilogram menjadikan petani cabai jutawan. Ini terjadi di Desa Pucuk, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

Tak tanggung-tanggung, lima puluh petani cabai dapat membeli motor. Sedangkan yang lainnya, ada yang bisa beli mobil hingga merenovasi rumahnya.

Salah satunya, Listiono petani cabai asal Desa Pucuk ini mengatakan baru kali ini ia bisa meraup untung hingga Rp 200 juta dalam kurun waktu sekitar 2 bulan.

"Baru kali ini, saya bisa panen cabai dengan harga yang melambung tinggi seperti ini. Panen cabai ini kami lakukan tiap minggu," ujar Listiono.

Listiono menjelaskan, bahwa dirinya mempunyai lahan sekitar 8.000 meter persegi. Dimana sekali panen bisa mencapai 4 kwintal.

Listiono Petani Cabai yang jadi Jutawan dan sanggup membeli mobil

"Kalau awal-awal bisa mencapai Rp 90 ribu per kilogram, kami kumpulkan hasilnya. Perkiraan sekitar Rp 200 juta, maka kami belikan mobil karena anak saya tinggal di Lumajang, jadi butuh kendaraan," terang Listiono.

"Sisanya kami simpan, persiapan untuk tanam cabai berikutnya serta kebutuhan hidup. Kalau sekarang harga cabai sudah turun menjadi 30 ribu per kilogram," pungkas Listiono.

Sementara itu, Ngatiyo, tetangganya bisa menyisihkan hasil dari bertani cabai sebesar Rp 50 juta untuk merenovasi rumahnya.

Ngatiyo, Petani Cabai di Mojokerto jadi Jutawan, sedang menunjukkan renovasi rumahnya

"Lahan kami sekitar 1 hektar, cuma yang kami tanami cabai sekitar 8.000 meter persegi. Sekali panen, bisa mencapai 2 kuintal," kata Ngatiyo.

Lebih lanjut Ngatiyo menjelaskan, waktu awal panen itu bisa mencapai Rp 95 ribu. Namun sekarang harganya sudah turun menjadi 30 ribu per kilonya.

"Hasil dari bertani cabai ini kami gunakan untuk membayar hutang, merenovasi rumah. Sisanya kami simpan untuk bertani selanjutnya," ujarnya.

Disisi lain, ketika dikonfirmasi fenomena ini Kepala  Desa (Kades) Pucuk Nanang membenarkan hal tersebut.

"Benar Mas, di desa ini ada 6 dusun. Ada 50 petani yang bisa membeli sepeda motor merk Scoopy dan PCX. Ada yang beli mobil Avanza, hingga Ertiga," terang Nanang.

"Tak hanya itu, ada juga yang sampai bisa merenovasi rumahnya. Jenis sawah di desa Pucuk ini adalah tadah hujan. Jadi petani cabai mulai bercocok tanam saat hujan," pungkasnya.
 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Harga Cabai Kian Pedas, Petani Jadi Jutawan

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT