Selasa, 27 September 2022
Ekonomi

Kenaikan Harga BBM, Menambah Panjang Deretan Penderitaan Nelayan di Banyuwangi

profile
Ikhwan

08 September 2022 17:33

447 dilihat
Kenaikan Harga BBM, Menambah Panjang Deretan Penderitaan Nelayan di Banyuwangi
Nelayan turut terdampak harga kenaikan BBM. (SJP)

BANYUWANGI - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kian memperburuk nasib para nelayan di Banyuwangi. 

Ditengah sulitnya mendapatkan ikan tangkapan, mahalnya harga BBM membuat ongkos operasional naik berkali-kali lipat. 

Hal itu disampaikan oleh Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Cabang Banyuwangi, Hasan Basri. 

Hasan mengatakan dalam beberapa dekade terakhir sumber daya ikan di Muncar menipis karena ekosistem yang rusak. 

Nelayan yang biasanya jarak 1 mil sudah mendapatkan ikan dalam dekade terakhir sudah sulit. Nelayan harus menempuh jarak 5 mil baru bisa mendapatkan ikan. 

"Saat ini sekali berangkat perahu 5 ribu GT kebawah itu butuh 45 liter. Dulu 1 mil sudah dapat ikan saat ini lebih sulit dan harus menempuh jarak yang lebih jauh. Itu sudah terasa sejak 2010," kata Hasan. 

Disatu sisi meski sudah menempuh jarak yang cukup jauh hasil tangkapan nelayan juga tidak menentu. Kadang cukup banyak kadang juga tak memperoleh hasil sama sekali. 

"Kadang pulang dapat ikan dijual cuma laku paling Rp 500 ribu. Itu belum dipotong solar dan biaya untuk makan dan lain-lain. Hasilnya sangat nipis," ujarnya. 

Oleh sebab itu ditengah kondisi kenestapaan yang dialami nelayan, kebijakan pemerintah menaikkan BBM  bagi Hasan hanya akan menambah deretan penderitaan nelayan.  

"Naik seribu rupiah saja sudah terasa bagi nelayan. Lha ini hampir dua ribu kenaikkannya ini menyengsarakan," pungkasnya. 

Pihaknya sangat berharap agar Pemerintah mencabut kebijakan tersebut. Agar kesejahteraan bagi masyarakat kecil seperti nelayan itu benar-benar terwujud. 

"Kami minta pemerintah untuk meninjau kembali kebijakan tersebut. Karena kebijakan itu sekali lagi sangat tidak mensejahterakan masyarakat kecil," tandasnya. 

Salah seorang nelayan Mansur, saat ini mengaku enggan melaut karena tidak mampu membeli solar.  

Melaut ditengah mahalnya BBM bagi Mansur sama halnya seperti pepatah Besar Pasak daripada Tiang. 

"Lebih besar operasionalnya daripada penghasilannya. Makanya saya tidak melaut," ujarnya. 

Sebagai informasi pada 3 September lalu Pemerintah resmi menaikkan harga BBM.  

Pertalite yang sebelumnya Rp7.650 per liter naik menjadi Rp10 ribu per liter.
Kemudian, Solar subsidi naik dari Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter. Pertamax nonsubsidi kini harganya menjadi Rp 14.500 hingga Rp 15.200 per liter. (Ikhwan)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Kenaikan Harga BBM, Menambah Panjang Deretan Penderitaan Nelayan di Banyuwangi

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT