Selasa, 28 Juni 2022
Ekonomi

Mahalnya Pakan Jadi Pemicu Kenaikan Harga Telur di Banyuwangi 

profile
Ikhwan

03 Juni 2022 18:54

380 dilihat
Mahalnya Pakan Jadi Pemicu Kenaikan Harga Telur di Banyuwangi 
Peternak ayam petelur di Banyuwangi disulitkan harga pakan mahal. (SJP)

BANYUWANGI - Mahalnya harga pakan menjadi pemicu kenaikan harga telur di sejumlah pasar Banyuwangi. 

Hal tersebut disampaikan Mulyadi salah seorang Peternak Ayam Petelur di Desa/Kecamatan Sempu, Banyuwangi. 

Dia mengatakan saat ini per karung pakan berisi 50 kilogram harganya sudah hampir menyentuh Rp 600 ribu. Naik cukup drastis dari sebelumnya yang hanya Rp 450 ribu.

"Harganya saat ini sudah Rp 500 sampai Rp 575 ribu per karung. Selain itu kami juga menggunakan pakan lain seperti jagung, bekatul," kata Mulyadi, Jumat (3/6/2022).

Selain itu tingginya permintaan konsumen juga membuat harga harga telur kian melambung.

Memasuki bulan puasa hingga pasca lebaran permintaan telur meningkat cukup drastis. Sedangkan stok yang ada di peternak menipis. 

"Saat ini dari peternak harganya Rp 25.500. Jelang lebaran sempat turun di harga Rp 22 ribu kemudian naik lagi," ujarnya.

Kenaikan harga telur ini membuat ia kerab kali dikomplain konsumennya. Namun ia pun menjelaskan bila saat ini harga pakan sedang mahal.

"Kenaikan ini tidak hanya terjadi di Banyuwangi tapi seluruh wilayah Indonesia. Saya ikut asosiasi peternak, sehingga saya juga jelaskan. Mereka (konsumen) saya suruh membandingkan harga ditempat lain. Akhirnya justru kembali kesini," tandasnya.

Sebelumnya pedagang Pasar Banyuwangi Askaya (60) mengatakan bila saat ini harga telur mencapai Rp 27 ribu per kilogramnya. Naik sebesar Rp 5 ribu dari yang sebelumnya hanya Rp 22 ribu.

"Hajatan seperti sunatan dan kawinan banyak sekarang. Katanya juga harga pakan naik, sehingga harga telur juga naik. Saat ini sudah Rp 27 ribu. Katanya akan kembali naik," kata dia.

Kenaikan harga telur ini justru dikeluhkan oleh konsumen. Sehingga hal itu berdampak pada jumlah pembelian.

"Konsumen pada mengeluh. Jadinya mengurangi jumlah pembelian, yang awalnya beli setengah kilo sampai satu kilo, cuma seperempat kilo," tuturnya.

Selain harga telur, Askaya membeberkan, sejumlah komoditas pangan seperti cabai rawit, cabai merah besar, bawang merah dan ranti mawar ikut melonjak.

Cabai rawit di Pasar Banyuwangi menyentuh harga Rp 60 ribu yang sebelumnya berkisar di Rp 25 ribu. Cabai merah besar awalnya Rp 40 ribu kini naik Rp 60 ribu per kilogram.

Ranti mawar naik Rp 20 ribu dari harga awal Rp 10 ribu dan bawang merah dari harga Rp 28 hingga Rp 30 ribu saat ini tembus Rp 40 ribu per kilogramnya.

"Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan ini sudah terjadi sepekan terakhir ini," tutupnya.

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Mahalnya Pakan Jadi Pemicu Kenaikan Harga Telur di Banyuwangi 

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT