Rabu, 17 Agustus 2022
Ekonomi

Menkeu Sri Mulyani Sampaikan Generasi Muda Banyak Tinggal di Rumah Mertua, Rich Village Pastikan Produknya Tahan Inflasi

profile
Rochul

07 Juli 2022 10:28

597 dilihat
Menkeu Sri Mulyani Sampaikan Generasi Muda Banyak Tinggal di Rumah Mertua, Rich Village Pastikan Produknya Tahan Inflasi
Dandy Harunsyah Bernady, owner pengembang perumahan Rich Village di Jember. (SJP)

JEMBER - Menteri Keuangan Sri Mulyani sebut tingginya harga rumah tak bisa dijangkau generasi sekarang.

Kondisi ini menyebabkan generasi muda yang baru saja berumah tangga tidak memiliki purchasing power untuk memiliki rumah, alhasil sebagian besar mereka memilih tinggal dengan mertua atau menyewa. 

Hal ini disampaikannya dalam webinar bertajuk Securitization Summit 2022: Unlocking Securitization Role in Developing Sustainable Finance, kemarin di Jakarta, Rabu 6 Juli 2022.

"Purchasing power mereka dibandingkan harga rumahnya lebih tinggi, sehingga mereka akhirnya end-up tinggal di rumah mertua, atau dia nyewa. Itu pun kalau mertuanya punya rumah juga, kalau enggak punya rumah, itu juga jadi masalah lebih lagi, menggulung per generasi," katanya.

Merespon statement tersebut, Dandy Harunsyah Bernady, owner pengembang perumahan Rich Village di Jember, justru memberi motivasi bagi generasi muda sekarang untuk tidak khawatir.

"Mimpi punya rumah dan berencana punya rumah, tentu punya pemaknaan yang berbeda. Rich Village fokus pada produk hunian yang bisa memenuhi kedua unsur itu," katanya, saat ditemui di Kantor Marketing Rich Village di *Jalan Kasuari No 22, Kedawung Kidul Patrang Jember.*


Menurut data pembelian rumah di Rich Village, jumlah generasi muda yang baru berumah tangga masih lebih banyak ketimbang konsumen umum lainnya. Kondisi ini yang membuat Rich Village sampai mendapat predikat sebagai perumahan terlaris dan selalu sold out setiap rilis produk hunian baru.
Paling baru misalnya, setelah sukses dengan Phase 1 dan 2, Rich Village kembali dengan Phase 3 yang menghadirkan desain neo classic bernuansa Eropa.

Kekhawatiran terhadap peningkatan inflasi global yang berpengaruh pada inflasi nasional memang perlu diantisipasi. Karena itu, Dandy menyebut produk baru Rich Village yang akan menjadi aset tahan inflasi, sehingga cocok dimiliki masyarakat sebagai alternatif investasi.

"Rich Village justru memberi kemudahan dengan harga yang relatif jauh lebih murah dibanding produk hunian sejenis di Jawa Timur. Kami memiliki motto harga masuk akal, dengan harapan masyarakat bisa menganalisa kelebihan-kelebihan yang ditawarkan," paparnya.

Dengan desain Vivere dan Venice yang berkesan sangat Eropa ini, Dandy optimis kepada generasi muda yang punya mimpi sekaligus rencana untuk membeli rumah. Tidak hanya menawarkan bangunan yang kokoh dan berkualitas, Phase 3 Rich Village juga menyajikan desain berkelas yang menjadi jaminan prestise bagi pemiliknya. 

"Kami menyadari dan berharap agar pertumbuhan ekonomi nasional dapat berjalan optimal, sehingga mampu memberi ruang yang lebih luas agar cita-cita punya rumah para generasi muda ini bisa terealisasi," imbuhnya.

Masyarakat sekarang tentu lebih peka dan kritis sebagai konsumen yang membutuhkan rumah. Mereka cenderung akan menghitung banyak pertimbangan saat memutuskan untuk membeli sebuah rumah. Masuk akal jika melihat fasilitas yang ditawarkan Rich Village, sebagai jawaban dari itu.

"Karena itu, Rich Village hadir sebagai rumah buatmu. Masa nunggu kehabisan lagi?" Kelakar Dandy sembari menutup wawancara.(Lum)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Menkeu Sri Mulyani Sampaikan Generasi Muda Banyak Tinggal di Rumah Mertua, Rich Village Pastikan Produknya Tahan Inflasi

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT