Minggu, 22 Mei 2022
Ekonomi

Pertama di Indonesia, Digitalisasi Grab Mart OPOP di Ponpes Amanatul Ummah

profile
Andy

12 April 2022 02:21

555 dilihat
Pertama di Indonesia, Digitalisasi Grab Mart OPOP di Ponpes Amanatul Ummah
Peresmian Grab Mart OPOP di IKHAC Mojokerto. (Andy/SJP)

MOJOKERTO - Pertama di Indonesia, digitalisasi UKM Kreatif Berbasis Pesantren di Ponpes Amanatul Ummah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Senin (11/4/2022) malam.

Pengguntingan pita menandai peresmian Grab Mart One Pesantren One Product (OPOP) di halaman kampus Institut Kiai Haji Abdul Chalim.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Prof DR KH Asep Saifuddin Chalim menggunting pita, didampingi Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak, Wabup Mojokerto Muhammad Albarraa dan Director Of Government Affairs and Strategi Collaboration Indonesia, Uun Ainurrofiq.

Gubernur Khofifah menyampaikan, apresiasi kepada Grab yang sudah menjadi mitra OPOP dalam melakukan digitalisasi UKM kreatif berbasis Pesantren. OPOP ini eksositemnya adalah Satripreuner, Pesantrenpreuner dan Sosiopreuner.

Gubernur dan Wagub Jatim meninjau produk OPOP di Grab Mart

"Masih banyak produk lagi bisa menjadi mitra OPOP dan khususnya digitalisasi melalui Grab Mart ini. Produk-produk ini tentunya harus dikurasi terlebih dahulu. Ada training center of OPOP yang berada di Unusa, saya berharap Grab menjadi penguat untuk Grab OPOP Mart ini," ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan Gubernur, program kemandirian pesantren belakangan ini adalah program yang didorong oleh Menterian Agama. Tentunya, sinergitasnya harus dilakukan sekuat mungkin, jejarimg-jejaring yang bisa dibangun harus diikhtiarkan.

"Hari ini kita ketemu mitra yang memiliki kemampuan manajerial skill dan kekuatan digitalisasi yang sangat bagus yaitu Grab. Oleh karena itu saya minta inisiasi yang pertama, Grab OPOP Mart ini menjadi strting poin kita yang bisa menjadi penguatan Grab OPOP Mart di tempat-tempat lain," tandasnya.

Sementara itu, Director Of Government Affairs and Strategi Collaboration Indonesia, Uun Ainurrofiq menyampaikan, saat bulan Ramadan yang penuh berkah ini, telah dirilis Grab OPOP Mart, pertama di Indonesia.

"Jadi ini adalah inisiasi pertama di Indonesia, digitalisasi UKM kreatif berbasis Pesantren. Dengan adanya digitalisasi, diharapkan produk pesantren bisa makin kompetitif, makin dikenal secara digital sehingga akhirnya bisa mendorong industri pesantren. Insyallah di bulan yang baik ini semoga bisa menjadi inspirasi," jelas Uun Ainurrofiq.

Lebih lanjut dikatakannya, tadi sudah didiskusikan dengan rekan-rekan OPOP. Banyak yang berminat untuk bergabung, semoga ini bisa menjadi inspirasi dari Jawa Timur untuk Indonesia.

Setelah peresmian Grab OPOP Mart, dilanjutkan dengan Lailatul Ijtima’ dan pengajian Al-Hikam serta kajian Ahalussunnah Wal Jamaah atau Aswaja, bersama OPOP Jawa Timur dan Grab serta para Kiai.

Muhammad Al Barra, perwakilan dari PP Amanatul Ummah, merasa sangat senang dengan hadirnya OPOP Jawa Timur dan Grab dalam Lailatul Ijtima’ dan pengajian Al-Hikam serta kajian Ahalussunnah Wal Jamaah atau Aswaja ini. Perlu adanya terobosan baru dari semua pihak, untuk hasil produk yang baik dalam mempromosikan ke pasaran di dalam daerah maupun diluar daerah.

"Alhamdulillah, hadirnya OPOPJatim bersama Grab ini, akan dapat dalam pencapaian yang maksimal mengenai pemasaran semua hasil produk pondok pesantren. Semoga adanya kerja sama akan memudahkan berbagai produk pondok pesantren dalam pemasaran  yang lebih luas, serta dapat.menciptakan kemandirian pondok pesantren," jelas Gus Barra, panggilan akrab yang juga Wabup Mojokerto.

Sedangkan, Kiai Asep yang memimpin doa istiqosah, terus berupaya maksimal untuk terus menghidupkan Lailatul Ijtima.

Menurut Kiai Asep, Lailtul Ijtima adalah merupakan warisan kultural keagamaan NU dari para kiai tempo dulu. Lailatul Ijtima berasal dari kebiasaan berkumpulnya para kiai NU untuk memecahkan berbagai persoalan keagamaan, sosial kemasyarakatan, termasuk keorganisasian, yang dibarengi dengan membaca salawat, dzikir dan Istigasah.

“Istiqasah juga untuk mendoakan diri sendiri, mendoakan keslamatan negeri serta mendoakan para pemimpin negeri. Mudahan, adanya hubungan yang saling mendukung, antara OPOPJatim, pondok pesantren dan Grab," pungkas Kiai Asep.

Perwakilan grab sangat mengakui bahwa, PP Pesantren Amanatul Ummah menjadi percontohan sebagai pondok pesantren yang sangat mandiri, sesuai rekomendasi dari Pemprov Jawa Timur.

Editor: Doi Nuri

Tags
Anda Sedang Membaca:

Pertama di Indonesia, Digitalisasi Grab Mart OPOP di Ponpes Amanatul Ummah

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT