Rabu, 30 November 2022
Ekonomi

Siapkan Ekosistem Pariwisata, Ning Ita Kembangkan Batik Printing hingga Bordir

profile
Andy

28 Oktober 2022 22:43

615 dilihat
Siapkan Ekosistem Pariwisata, Ning Ita Kembangkan Batik Printing hingga Bordir
KadiskopUKMperindag, Ani Wijaya bersama Wali Kota Mojokerto, Ning Ita saat meninjau inkubasi wirausaha batik printing dan bordir. (SJP)

KOTA MOJOKERTO – Untuk mendukung ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Mojokerto, melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Pemerintah Kota Mojokerto senantiasa meningkatkan kapasitas para pelaku ekraf.

Diantaranya dengan membekali para pembatik professional Kota Mojokerto dan para lulusan inkubasi wirasusaha dengan pelatihan diversifikasi batik dengan teknik printing malam dingin.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat meninjau pelatihan diversifikasi batik dengan teknik printing malam dingin, pada Kamis (27/10/2022) kemarin.

Acara tersebut digelar di Gedung Workshop Alas Kaki Surodinawan menyampaikan bahwa untuk membuat batik ada berbagai teknik atau cara yang dikembangkan.

Dari berbagai teknik atau cara pembuatan batik inilah yang nantinya menentukan harga jual ada di level mana pangsa pasar yang akan diraih berdasarkan teknik tersebut.

“Kami memberikan fasilitasi pada pelaku industri kreatif bidang batik untuk bisa mendapatkan ilmu tentang berbagai jenis teknik pembuatan batik. Agar pangsa pasar dari level yang terendah sampai yang tertinggi nanti bisa kita layani, kita kuasai,” kata perempuan yang akrab disapa Ning Ita ini.

Lebih jauh ia juga menyampaikan bahwa para pembatik di Kota Mojokerto juga harus menyadari bahwa batik sudah menjadi sebuah industri.

Oleh karenanya Ning Ita menekankan, masyarakat juga harus secara cerdas memperhatikan batik dari sisi bisnis.

“Kita akan memberikan pemahaman, karena batik sudah menjadi sebuah komoditas massal. Dan pembatik Kota Mojokerto akan bersaing dengan industri sejenis yang berasal dari berbagai daerah di luar kota Mojokerto. Bagaimana menekan harga jual itu ya harus sama dengan produk sejenis yang dihasilkan dari daerah-daerah di luar Kota Mojokerto,” tegasnya.

Dukungan pengembangan skill juga diberikan pada peserta inkubasi wirausaha bordir. Sejak Senin (24/10/2022) lalu, telah berlangsung pelatihan lanjutan bagi peserta yang telah bergabung sejak tahun lalu dan masih eksis.

Melalui pelatihan empat hari ini, diharapkan dapat meniningkatkan kemampuan bordir peserta, sehingga menghasilkan produk yang lebih berdaya saing.

“Aplikasi bordir ini juga sudah begitu luas. Dulu mungkin hanya di jilbab, baju, atau taplak. Tapi sekarang, bahkan di sandal bisa diaplikasikan bordir,” ujar Ning Ita saat meninjau pelatihan bordir di Gedung Raw Material, Jalan Raya Blooto di hari yang sama.

Pihaknya juga meyakinkan kepada para wirausaha baru tersebut untuk tidak takut bersaing dengan meskipun berbagai daerah juga menawarkan produk sejenis.

“Meskipun Kota Mojokerto sudah terkenal dengan industri alas kakinya, tetapi perlu ada oleh-oleh varian lainnya. Karena ke depan kita akan menuju Kota Wisata berbasis Sejarah dan Budaya,” ungkap Ning Ita. (Andy)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Siapkan Ekosistem Pariwisata, Ning Ita Kembangkan Batik Printing hingga Bordir

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT