Jumat, 03 Februari 2023
Ekonomi

Ubah Limbah Jadi Cuan, Gurihnya Rambak Kulit Patin Produk UMKM Kota Mojokerto

profile
Andy

10 November 2022 07:59

371 dilihat
Ubah Limbah Jadi Cuan, Gurihnya Rambak Kulit Patin Produk UMKM Kota Mojokerto
Proses penjemuran kulit ikan patin

KOTA MOJOKERTO - Satu lagi makanan ringan produk UMKM dari Kota Mojokerto yang patut dicoba, yaitu kerupuk rambak kulit ikan patin. Rasanya yang gurih dengan tekstur yang renyah akan membuat siapa saja untuk makan lagi dan lagi.

Satu-satunya produsen camilan dari jenis ikan tawar ini yaitu Pangrango Snack milik Muji Rahayu (48). Perempuan warga Kedundung, Kota Mojokerto ini telah merintis usaha kerupuk rambak kulit ikan patin sejak tahun 2013.

“Awal mulanya coba-coba saja. Ada saudara yang kerja di pabrik, menawarkan kalau ada limbah kulit patin. Kira-kira bisa diolah nggak. Nah dari situ saya coba buat, kok enak, terus saya coba titipkan, dijual, ternyata juga laku,” tutur Muji saat diwawancarai langsung, Rabu (9/11).

Alhasil Muji dapat mengubah limbah atau hasil sampingan industri fillet ikan patin menjadi produk yang layak jual. Saat ini, tidak kurang dari 100 kg kerupuk berhasil dipasarkan setiap bulannya. Bahkan, sebelum pandemi, Muji dapat memproduksi hingga 300 kg perbulan. Meski mengalami pasang surut, Muji tidak patah arang.

Muji Rahayu mengolah limbah ikan kulit patin menjadi camilan rambak

Selama berusaha, Muji tidak mengingkari bahwa untuk dapat bertahan sampai hari ini, tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Terutama dari pihak keluarga, meski sempat tidak terlalu didukung oleh sang suami, nyatanya kini justru sang suami turut langsung membantu proses produksi.

“Ya, dulu suami inginnya saya santai saja di rumah. Tapi karena pelan-pelan mulai berkembang, ya didukung. Malah bapak sekarang bantu bagian menggoreng kerupuk,” terang Muji.

Selanjutnya, Muji juga menyebut Pemkot Mojokerto, terutama Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopukmperindag). Untuk dapat mengembangkan bisnisnya, Muji aktif mengikuti berbagai pelatihan yang diselenggarakan oleh dinas yang berkantor di Jalan Raya Meri Nomor 7, Kecamatan Magersari tersebut.

“Pernah ikut pelatihan manajemen usaha, menghitung HPP (Harga Pokok Penjualan), desain kemasan sama foto produk, terus pemasaran juga. Ada macam-macam yang jelas,” ujarnya.

Selain itu, tidak kalah penting adalah ketika mengurus perizinan dan bersaing berbagai jenis sertifikasi, seperti Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-PIRT), uji nutrisi, sertifikat halal, dan merek, yang dinilai dapat menjamin kualitas produk sehingga dapat dipasarkan .

“Alhamdulillah dinas sangat mempermudah. Saya tidak perlu merepot-repot lari ke sana-kemari. Saya cukup memberikan data-data saya ke dinas, lalu dibantu sampai jadi. Dan itu semua saya manfaatkan fasilitas dari dinas, jadi gratis,” papar Muji.

Sebagai sosok yang hampir 10 tahun menekuni usaha makanan, Muji juga membagikan tips untuk para pengusaha baru agar selalu aktif dan proaktif kepada pemerintah. Misalkan ada keluhan atau apa, langsung saja menghubungi dinas perindustrian dan ukm, insyaAllah semua petugas dalam membantu pengembangan usaha kita.

"Jadi kita harus semangat, jangan segan-segan untuk memperkenalkan produk apa yang kita punya, agar dinas juga bisa memberi bantuan fasilitas yang kita pesan,” pungkasnya.

Publisher : Syahrul

Tags
Anda Sedang Membaca:

Ubah Limbah Jadi Cuan, Gurihnya Rambak Kulit Patin Produk UMKM Kota Mojokerto

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT