Minggu, 22 Mei 2022
Hukum

Datangi Kantor Pemkab Banyuwangi, Karyawan Perkebunan Bumi Sari Keluhkan Konflik yang Tak Kunjung Reda

profile
Ikhwan

14 April 2022 19:03

346 dilihat
Datangi Kantor Pemkab Banyuwangi, Karyawan Perkebunan Bumi Sari Keluhkan Konflik yang Tak Kunjung Reda
karyawan PT Perkebunan dan Dagang Bumi Sari Maju Sukses Gerudug Pemkab Banyuwangi. (SJP)

BANYUWANGI - Puluhan karyawan PT Perkebunan dan Dagang Bumi Sari Maju Sukses mendatangi kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Rabu (13/4/2022) sore.

Mereka meminta audiensi dan mengeluhkan kondisi PT Bumi Sari yang menjadi mata pencaharian para pekerja itu kian memprihatinkan, dampak konflik lahan dengan Kelompok Tani Pakel yang terus berkepanjangan.

ADM PT Perkebunan dan Dagang Bumi Sari Maju Sukses, Sudjarwo mengatakan PT Bumi Sari sebagai pemegang ijin resmi yang dibuktikan dengan kepemilikan sertifikat Hak Guna Usaha (HGU) dengan nomor 0295, 0296, 0297 dan nomor 0298.

Dalam menjalankan kegiatan usaha perusahaan mengalami beberapa permasalahan. Baik itu penjarahan lahan, pengrusakan atau penebangan tanaman, pencurian produksi kebun dan penghadangan.

"Kondisi perkebunan saat ini sangat memprihatikan akibat konflik yang tak kunjung selesai sejak tahun 2018 silam, Dampak terburuk akibat konflik, ratusan karyawan yang bekerja bisa kehilangan pekerjaan dan mata pencaharian," kata ADM PT Perkebunan dan Dagang Bumi Sari Maju Sukses, Sudjarwo.

Sudjarwo menjabarkan, konflik ini bermula dari muncul anggapan oknum mengaku sebagai ahli waris dengan menunjukkan surat penunjukan acta van verwizing tahun 1929 dari sri baginda ratu belanda.

Masih Sudjarwo, perusahaan kemudian tertimpa fitnah secara fakta dan data, karena ada pula pihak yang menyampaikan bahwa penerbitan SHGU Bumisari cacat formil. Padahal, yang menerbitkan adalah instansi pemerintah yang berwenang yaitu kantor BPN/ATR sudah sesuai aturan dan perundang-undangan.

Pengakuan hak, lanjut Sudjarwo, munculnya acta van verwizing tahun 1929 menjadi salah satu pemicu permasalahan. Padahal dalam bukti persidangan di PTUN disampaikan oleh saksi Poktan Pakel, nyata-nyata akte tersebut belum pernah didaftarkan dan mendapat pengesahan dari instansi pemerintah manapun. 

"Legalitas kami jelas dan sah, namun masih tidak bisa mengelola secara optimal sesuai dengan legalitas yang diberikan. Untuk itu, kami berharap kepada Pemerintah Banyuwangi ada langkah konkret dan nyata supaya konflik segera terselesaikan," ia meminta.

Perusahaan, lanjutny, telah memenuhi kewajiban. Berupa pembayaran Pajak, perijinan sesuai dengan aturan dan dasar hukum yang jelas, hingga tanggung jawab sosial sudah diberikan dengan maksimal.

Namun, tetap belum bisa menjalankan kegiatan untuk mengelola usaha secara optimal akibat ulah dan perilaku pihak yang kurang bertanggung jawab.

"Kami ingin Pemkab Banyuwangi menjadi mediator untuk menyelesaikan permasalah yang kami alami saat ini," tuturnya.

Dalam audiensi itu para pekerja ditemui oleh Kepala Bagian Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Nurhadi. 

Nurhadi mengakui sejak ditugaskan tahun 2018 permasalahan yang di alami PT Perkebunan dan Dagang Bumi Sari Maju Sukses sudah muncul. Pihaknya telah beberapakali mencoba memediasi antar pihak berkonflik.

"Kita sudah berpuluh kali memediasi dan memfasilitasi, memberi pemahaman kepada Kepala Desa, Camat. Dalam intinya, kalau bukan haknya ya jangan merasa memiliki hak," tegasnya.

Nurhadi menjelaskan, kedatangan karyawan perkebunan PT Bumi Sari untuk menanyakan dan berkordinasi untuk mencari jalan terbaik agar permasalahan yang dihadapi segera terselesaikan. Rekomendasi dan arahan sudah diberikan, nantinya dalam melangkah masih menunggu perintah dari atasan.

"Setelah ini, kami akan membuat surat secara tertulis kepada ibu Bupati untuk menentukan langkah selanjutnya, sesuai dengan masukan teman-teman perkebunan," ungkapnya.

Melihat permasalahan yang terjadi, tambah Nurhadi, pihaknya berharap agar masyarakat maupun pihak perkebunan menyelesaikan dengan cara yang sesuai. Jangan sampai Banyuwangi dibuat gaduh oleh oknum-oknum yang kurang bertanggung jawab. Rasa aman dan nyaman harus tetap dijaga khusunya wilayah perkebunan Bumi Sari.

"Silahkan kumpulkan bukti-bukti, bila ada sesuatu yang ganjil atau melawan hukum silahkan digugat. HGU atau yang lain silahkan digugat, bahkan tadi saya juga menyarankan kepada kebun, bila ada yang salah kami siap digugat," pungkasnya.

Editor: Doi Nuri

Tags
Anda Sedang Membaca:

Datangi Kantor Pemkab Banyuwangi, Karyawan Perkebunan Bumi Sari Keluhkan Konflik yang Tak Kunjung Reda

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT