Kamis, 30 Juni 2022
Hukum

Diduga Jadi Korban Perdagangan Manusia, PMI Banyuwangi Laporkan Agency ke Polisi

profile
Ikhwan

20 Juni 2022 17:50

378 dilihat
Diduga Jadi Korban Perdagangan Manusia, PMI Banyuwangi Laporkan Agency ke Polisi
Laporan resmi terkait perdagangan manusia. (SJP)

BANYUWANGI - Seorang Pekerja Migran (PMI) Banyuwangi melaporkan sebuah agency diduga abal-abal ke Polresta Banyuwangi. 

PMI berinsial RJ (34) itu mengaku dijebak dan merasa menjadi korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Pelaporan ke Polresta Banyuwangi dilakukan RJ pada Selasa 14 Juni 2022 lalu.

Ia meminta pendampingan dari Badan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Banyuwangi.

Koordinator BP2MI Banyuwangi, Muhammad Iqbal mengatakan, RJ merupakan satu dari sekian banyak PMI yang berjuang menempuh upaya hukum.

Bersama BP2MI Banyuwangi, pihaknya terus berupaya memburu agen tekong yang telah memproses penempatan PMI secara unprosedural.

Dalam kasus ini, oknum tekong yang dilaporkan berinisial A. Ia merupakan agency yang memproses keberangkatan RJ ke negara Singapura.

Terduga bekerja sama dengan Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan social (LPKS) berada di Malang yang sebenarnya juga tidak berwenang melakukan penempatan.

"RJ menghubungi BP2MI sejak dia masih berada di Singapura, dia bukan korban pertama, sebelumnya juga ada, polanya sama. Dia meminta bantuan kepada BP2MI untuk bisa terlepas dari jerat agen tekong tersebut," kata Iqbal sapaan akrabnya, Senin (20/6/2022).

Iqbal mengatakan untuk merayu calon PMI, agen tekong ini menyebut keberangkatan itu dilakukan secara resmi. Iming-imingnya, calon PMI tidak dikenai biaya sepeserpun untuk tarif keberangkatan. Namun siapa sangka, di balik janji manis itu terselip tipu muslihat di dalamnya.

"PMI terikat perjanjian yang memberatkan. Dalam perjalanannya PMI itu gagal, tidak cocok dan memutuskan mundur, maka PMI akan dikenai denda berupa hutang yang secara terus menerus akan membengkak. Potong gaji bebannya bisa sampai puluhan juta, PMI tidak bisa lepas dari jerat itu," ujarnya.

Iqbal pun berharap laporan tersebut segera ditindaklanjuti oleh Polresta Banyuwangi. Sehingga kasus itu bisa segera diungkap.

Karena menurut Iqbal korban dalam kasus ini pun terbilang banyak. Selain RJ masih ada 2 lagi korban yang saat ini intens menjali komunikasi dengan BP2MI.

"Kendala dalam pembuktian dalam pengusutan kasus yang menimpa PMI ini adalah alat bukti yang minim. Namun lebih penting lagi kerjasama korban, banyak kasus PMI yang berakhir tanpa kejelasan karena korban takut untuk memproses hukum pelaku, jadi saya minta jangan takut dan bantu kami untuk bisa mengungkap kasus ini," papar Iqbal.

"Kami mendorong pengenaan pidana berlapis pada pelaku A," imbuhnya.

Sementara itu RJ mengatakan Oknum berinsial A itu bekerjasama dengan LPKS dan 2 Agency di Singapura.

Secara terus menerus, A menempatkan warga Banyuwangi secara unprosedural dengan dengan cara memalsu dokumen PMI.

"Saat saya di agency, perkiraan ada belasan sampai puluhan orang Banyuwangi yang berada di sana. Pada saat saya pulang pun masih banyak berdatangan yang baru, selain itu juga ada yang berada dari daerah lain, semuanya melalui orang yang sama dan PT yang sama," ungkap RJ.

Saat ini laporan tersebut telah diterima oleh pihak kepolisian. Dalam waktu dekat ini polisi akan melakukan pemeriksaan lanjutan kepada RJ. (Ikhwan)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Diduga Jadi Korban Perdagangan Manusia, PMI Banyuwangi Laporkan Agency ke Polisi

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT