Jumat, 03 Februari 2023
Hukum

Eksepsi Medina Zein Ditolak Majelis Hakim PN Surabaya

profile
jefri

23 Desember 2022 19:52

639 dilihat
Eksepsi Medina Zein Ditolak Majelis Hakim PN Surabaya
Medina Zein saat penyampaian eksepsi di PN Surabaya. (SJP)

SURABAYA Ketua Majelis hakim pengadilan negeri Surabaya, AA GD Agung Parnata tegas bacakan penolakan eksepsi (nota keberatan) atas perkara terdakwa Medina Susani alias Medina Zein binti Pujo Nistianto di ruang Garuda 2, Kamis 22 Desember 2022 kemarin.

"Menyatakan, menolak seluruh keberatan atas dakwaan JPU ( eksepsi) dari Penasehat Hukum bersalah," ujar Hakim ketua persidangan dengan agenda bacaan putusan sela.

Selanjutnya, Hakim Ketua  menyatakan melanjutkan perkara dengan memberikan perintah kepada JPU untuk membuktikan dakwaannya dengan menghadirkan saksi - saksi dipersidangan.

Kemudian Jaksa Pemuntut Umum (JPU), Ugik Brahmantyo melanjutkan sidang dengan pembuktian keterangan menghadirkan 2-3 saksi dalam waktu dua minggu mendatang.

"Kami mohon waktu dua minggu yang mulia, lanjut kepada pokok perkara pembuktian keterangan  menghadirkan 2 sampai 3 saksi, saksi korban yang mulia," kata JPU. Sidang akan dilanjutkan pada tanggal 05 Januari 2023, agenda saksi.

Diberitakan sebelumnya, dakwaan JPU disebutkan, terdakwa (Medina Zein) menawarkan tas merk Hermes asli produk Prancis terhadap Uci Flowdea Sudjiati (saksi korban,red) melalui layanan pesan aplikasi WhatsApp.

Terpisah dikonfirmasi, Uci Flowdea Sudjiati sesalkan dan bantah atas tudingan pihak kuasa hukum terdakwa atas keberadaan tas yang masih berada dalam dirinya.

"Itu ngigau. Ngigau tuh pengacara, makanya kalau tangani perkara klien pelajari dulu kasus dan berkasnya. Jangan asal ngomong, nanti bikin gagal fokus orang-orang. Tas itu tidak sama saya, kan kejadian bulan 8 tahun 2021, kemudian bulan 9 saya bikin LP lalu saya serahkan barang bukti berupa bukti tranfer, bukti chating termasuk bukti tas kepada pihak kepolisian yang kemudian setelah dinyatakan lengkap berkas (P21) dilimpahkan ke pihak kejaksaan," jelas Uci.

Dibeberkan Uci, awalnya dari 9 tas ditawarkan terdakwa ada 4 tas yang sudah lunas pembayaran dan yang 5 tas diantarkan melalui COD (Cash On Delivery,red) terjadi Down payment (DP) uang muka pembayaran Rp 100 juta.

Karna sudah merasa memiliki dari barang ada pembayaran, Uci komplain ke terdakwa (Medina Zein) untuk pengembalian uang lantaran diduga palsu dari barang yang diterima Uci, dirinya minta pengembalian keseluruhan uang pembayaran.

"Karna sempat diyakinkan dari 9 tas itu ada keanehan bukan asli. Kemudian hanya terjadi kesepakatan perjanjian 2 tas. Ini perlu dicatat, yang dua tas itu asli kak," tiru Uci mengutip penawaran terdakwa meyakinkan dari 100 sampai 10 ribu persen tetap ragu tas itu asli dari awal.

Karna tidak mau ribut, Uci melalui asistennya buat perjanjian dari 2 tas saja yang dinyatakan asli. Intinya, pihak Medina tetap bersikukuh barang dikembalikan, uangnya nanti sampai persoalan ini masuk ke ranah hukum untuk bisa dipertanggungjawabkan.

"Sampai terblow up media,
Medina malah ancam saya yang akan di bom lah dan olok-olok hina saya. Dan yang aneh lagi Medina saat itu pinta kembalikan barang uangnya nanti. Itulah yang buat saya geram, akhirnya laporan polisi lah yang berjalan dengan segala proses hukum sampai sekarang," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, pada perkara berbeda Jaksa Penuntut Umum menuntut Medina Zein dengan hukuman penjara selama 1 tahun 6 bulan usai istri Lukman Azhari itu terbukti bersalah atas kasus dugaan pengancaman terhadap Uci Flowdea. (Jefri Yulianto)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Eksepsi Medina Zein Ditolak Majelis Hakim PN Surabaya

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT