Jumat, 03 Februari 2023
Hukum

Kejari Tanjung Perak Ungkap 1390 Perkara Pidum Pulihkan Keuangan Negara Rp 66 Milyar Tandai Anev 2022

profile
jefri

31 Desember 2022 22:52

667 dilihat
Kejari Tanjung Perak Ungkap 1390 Perkara Pidum Pulihkan Keuangan Negara Rp 66 Milyar Tandai Anev 2022
Giat Anev Kejari Tanjung Perak, Aji Kalbu PribadiΒ  Tahun 2022. (SJP)

SURABAYA – Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Aji Kalbu Pribadi dalam paparan analaisa dan evaluasi (anev) capaian kinerja sepanjang tahun 2022 mencatat kasus tindak pidana umum yang masuk sebanyak 1390 perkara, sedangkan yang baru diselesaikan 945 perkara.

"Dengan prosentase 45 persen perkara Narkotika, 33 persen pada kasus orang dan harga benda (Oharda), serta 22 persen tindak pidana yang berkaitan dengan Kantibum (Keamanan dan Ketertiban Umum)," ujarnya Sabtu (31/12/2022) kepada wartawan.

Analisa dan evaluasi (anev) perkara selama bulan Januari hingga Desember 2022, lanjut Aji
pada bidang tindak pidana umum Kejari Tanjung Perak juga sudah menyelesaikan 4 perkara dalam bentuk Restoratif Justice (RJ).

Termasuk adanya pembangunan 2 unit rumah RJ yang digunakan selain untuk mediasi antara keluarga korban dengan pelaku, Rumah RJ itu juga dipergunakan untuk melakukan sosialisasi atau penyuluhan hukum kapada mahasiswa dan masyarakat.

Sedangkan terkait pada penuntutan rehab dalam perkara Narkoba, Kepala Kejari Tanjung Perak Aji Kalbu memastikan ada sebanyak 4 perkara, banding 20 perkara, Kasasi tidak ada, dan peninjauan kembali (PK) sebanyak 1 perkara.

Tak hanya itu, Kajari Tanjung Perak Surabaya ini juga mengungkapkan bahwa bidang Pidum (Pidana Umum) Kejari Tanjung Perak terkait pemasukan PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak) terhadap negara yaitu dari penyetoran denda atau uang pengganti Rp 434.000.000, denda tilang Rp 434.470.000.

“Dari bidang Pidum juga punya kewenangan untuk menyelamatkan kerugian dari korban berupa pengembalian kerugian korban dalam perkara ITE Rp 500.000.000 dari kerugian Rp 835.000.000,” ungkapnya.

Selanjutnya, sebut Aji di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (TUN), Kejari Tanjung Perak juga sudah melakukan MOU 10 kali, Surat Kuasa Khusus (SKK) dari Pemkot Surabaya 297, Legal Opinion (LO) 3, Legal Assistance (LA) 65, Mediasi 1, Pelayanan Hukum 19 kegiatan.

“Dengan pemulihan keuangan negara Rp 70 miliar dan pemulihan aset berupa 3 bidang tanah seluas 3 hektar dengan nilai Rp 66 miliar,” bebernya.

Lebih lanjut dikatakan Aji, untuk bidang Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan sudah mengembalikan barang bukti melalui aplikasi Sibakti 27 perkara.

Pelaksanaan lelang barang rampasan sebanyak 23 sepeda motor dan 3 mobil dan Serta 6 kontainer Rp 154 juta.

“Pemusnahan barang bukti berupa Narkotika dan Psikotropika sebanyak 1.802.000 gram beserta alat hisap dan Iainnya dari perkara yang sudah inkracht,” jelasnya.

Pidana Khusus

Sepanjang Januari – Desember 2022. Rinciannya disebutkan, dalam hal  untuk denda tindak pidana lainnya, lanjut Aji, mencapai Rp250.000.000,-. Untuk tindak pidana korupsi realisasinya sebesar Rp446.000.000,-.

Adapun pendapatan uang pengganti tindak pidana korupsi (Tipikor) Rp 283.400.000,-. Lalu pendapatan uang sitaan pidana lainnya sebesar Rp 33.333.000,-.

Khusus dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi menyangkut kerugian negara tahun 2022, Kejari Tanjung Perak telah menyelesaikan perkara dengan rincian sebagai berikut:  penyelidikan 1 perkara; penyidikan 4 perkara; penuntutan 6 perkara; eksekusi 5 narapidana, dan banding 1.

Dalam perkara pemberian kredit KPR oleh Bank Mandiri area Surabaya kepada Erik Kurniawan dengan kerugian negara sebesar Rp 3,5 miliar.

“Menurut Aji, pihaknya telah melakukan penyelamatan keuangan negara sebesar Rp 2,3 miliar yaitu berupa buah bangunan tingkat 3 dengan sertifikat hak milik no 595 seluas 143 meter persegi.

Satunya lagi perkara pidana korupsi pemberian kredit Bank Jatim terhadap PT. Hazzel Karya Makmur dengan Terdakwa Ria Komsatu bin Jasmu dengan kerugian negara kurang lebih Rp 60 miliar.

Bidang Intelijen

Sedangkan untuk bidang intelijen, Aji membeberkan, pihaknya telah melakukan eksekusi terhadap terpidana Imam Santoso dan penjemputan DPO Hendra Sihombing.

Selain itu, Kejari Tanjung Perak juga telah menjalankan berbagai program kerja pelayanan dan penegakan hukum menerapkan azas manfaat bagi masyarakat. 

“Kami telah menjalankan program untuk masyarakat berupa kegiatan penyuluhan hukum, jaksa menyapa, hingga jaksa masuk sekolah,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini Kejari Tanjung Perak berusaha lakukan pendekatan dengan masyarakat dan menjalin silahturahmi dengan  tujuan agar masyarakat mengenal dan taat hukum. (Jefri Yulianto)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Kejari Tanjung Perak Ungkap 1390 Perkara Pidum Pulihkan Keuangan Negara Rp 66 Milyar Tandai Anev 2022

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT