Kamis, 11 Agustus 2022
Hukum

Kronologi Pernikahan Gadis Belia di Banyuwangi hingga Kasus Hukum yang Dilaporkannya 

profile
Ikhwan

27 Juli 2022 14:31

464 dilihat
Kronologi Pernikahan Gadis Belia di Banyuwangi hingga Kasus Hukum yang Dilaporkannya 
Ilustrasi pernikahan. (istimewa)

BANYUWANGI – Fakta-fakta mengenai kasus persetubuhan yang dialami SA (18) gadis belia asal Rogojampi mulai menyeruak.

Fakta baru disampaikan oleh Kepala Kemenag Banyuwangi, Muhammad Amak Burhanuddin.

Pernikahan SA dan S (27) pria yang diduga telah menyetubuhinya dilakukan secara sah di mata hukum negara dan agama. Proses pernikahan keduanya sesuai dengan nomor akta nikah 0164/01/III/2022. 

Pernikahan sah itu berlangsung pada 1 Maret 2022 lalu dan tercatat di pembukaan Kantor Urusan Agama (KUA) Rogojampi.

"Pernikahan keduanya sebenarnya sudaah sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Kepala Kemenag Banyuwangi, M. Amak Burhanudin.

Saat terjadi pernikahan, posisi usia SA saat itu masih belum cukup. KUA Rogojampi sebelumnya sempat menolak pernikahan tersebut. Penolakan itu tertuang dalam surat yang dikeluarkan Kepala KUA Rogojampi dengan nomor 25/kk.13.30.05/II/2022 tertanggal 11 Februarai 2022.

"Penolakan tersebut dikeluarkan atas dasar UU nomor 16 tahun 2019 tentang perubahan UU nomor 1 tahun 1974 yang mengatur batas usia menikah adalah 19 tahun," tegasnya.

Keluarga kemudian mengajukan dispensasi nikah ke Pengadilan Agama Banyuwangi. Selanjutnya terbit surat dengan nomor 196/Pdt.P/2022/PA.Bwi tertanggal 23 Februari 2022 itu, memberikan dispensasi nikah terhadap SA.

"Jadi atas surat dari PA Banyuwangi itulah, pernikahan keduanya akhirnya dilakukan secara resmi dan sah. Kemenag maupun KUA tidak akan mungkin main-main dengan usia pemohon nikah. Jika memang masih dibawah umur, maka kita minta harus menjalani sidang dispensasi di PA Banyuwangi," ujarnya.

Amak menambahkan, atas kasus yang dilaporkan oleh SA ke Polresta Banyuwangi. Kemenag menyerahkan semuanya ke Polresta Banyuwangi, agar dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

"Untuk kasus yang dilaporkan ke Polresta Banyuwangi, kita tidak menanggapinya. Dikarenakan memang itu ranah dari aparat Kepolisian. Yang jelas proses pernikahan SA dan S, sudah sesuai dengan prosedur dan UU yang ada," kata dia.

Sebagai informasi, SA diduga disetubuhi oleh 3 orang yang laki-laki pada bulan September 2021 lalu. Peristiwa itu berawal saat SA diajak F ke rumah S. Setiba di sana datang seorang laki-laki lain yang belum diketahui identitasnya dengan membawa minuman keras. 

Tiga laki-laki itu kemudian menenggak minuman keras tersebut. Saat itu SA juga dicekoki minuman keras. Setelah terpengaruh minuman keras, SA kemudian digilir tiga orang itu.

Keesokan harinya SA sempat diantar F ke wilayah Dusun Melik, Desa Parijatah Wetan. Namun tak lama kemudian S kembali menjemput SA untuk diajak ke rumahnya. Setelah tiba di rumah S, SA kembali disetubuhi beberapa kali. Sampai akhirnya diketahui SA berbadan dua. 

Pada 25 Februari 2022, S menikahi SA secara sah. Namun sehari setelah pernikahan, S menghilang. Saat ini SA sudah melahirkan bayi yang dikandungnya. Bayi berjenis kelamin perempuan itu saat ini sudah berusia sebulan lebih. (Ikhwan)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Kronologi Pernikahan Gadis Belia di Banyuwangi hingga Kasus Hukum yang Dilaporkannya 

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT