Rabu, 17 Agustus 2022
Hukum

Mangkir Panggilan Polisi, Keluarga Ponpes Sebut Fz Tak Terlihat Sejak Dua Minggu Lalu

profile
Ikhwan

30 Juni 2022 18:38

482 dilihat
Mangkir Panggilan Polisi, Keluarga Ponpes Sebut Fz Tak Terlihat Sejak Dua Minggu Lalu
Ponpes di Kecamatan Singojuruh yang dinaungi terlapor dugaan tindak asusila berinisial Fz (dok Suara.com Achmad Hafid Nurhabibi)

BANYUWANGI - Pengasuh ponpes berinsial Fz tersandung kasus dugaan kasus tindak asusila mangkir panggilan polisi.

Fz tidak mengindahkan pemanggilan penyidikan pertama yang dilayangkan Polresta Banyuwangi, Selasa 28 Juni 2022 lalu.

Alhasil polisi pun gagal mengorek informasi dari pria yang juga mantan anggota DPRD Banyuwangi tersebut. Beredar rumor bahwa Fz telah melarikan diri. 

Salah satu perwakilan ponpes, In'am Latif, mengaku tidak tahu menahu perihal ketidakhadirannya Fz dalam proses penyidikan Polresta Banyuwangi itu.

Ia bahkan mengaku hampir setengah bulan ini Fz tidak menampakkan batang hidungnya di lingkungan ponpes. Ia juga lepas kontak dengan Fz.

"Kami tidak bertemu sudah 3 mingguan. Kami juga tidak tahu posisinya dimana sekarang," kata In'am Kamis (30/6/2022).

Pihaknya mengaku sangat terkejut dan terpukul dengan adanya dugaan kasus asusila yang terjadi diponpesnya.

"Kami tidak bisa berkomentar banyak terkait dengan ini," ujar pria yang kerap disapa Gus In'am itu.

Keluarga besar ponpes sepenuhnya menyerahkan proses hukum kepada pihak kepolisian.

"Kami serahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian. Dan kami persilahkan untuk diusut," ungkapnya.

Namun begitu, Gus In'am menegaskan bahwa masalah yang menimpa F adalah murni masalah personal. Artinya, tidak ada sangkut pautnya dengan lembaga pesantren.

"Kami mohon untuk masyarakat bisa mengerti," terangnya.

Sementara untuk aktivitas pendidikan di lingkungan pesantren masih berjalan seperti biasa. Namun pihaknya juga tidak menampik bila akibat kasus ini akhirnya banyak santri yang boyong atau pindahan.

"Memang benar ada sejumlah santri yang boyong. Tapi kebanyakan santri baru, sedangkan yang lama masih tetap mondok seperti biasa di lembaga kami," ujarnya.

Gus In'am mengaku sangat paham dengan perasaan wali santri yang merasa khawatir terhadap anak-anaknya.

"Kami tidak melarang, kami persilahkan bagi santri yang memang ingin boyong atau pindahan," tutup Gus In'am.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi Kompol Agus Sobarna Praja mengatakan setelah tidak digubris, polisi bakal melakukan pemanggilan kedua, besok Jumat 1 Juli 2022.

"Jika besok juga tidak hadir, tidak ada alasan yang jelas, sesuai dengan hukum acara untuk pemanggilan selanjutnya kita akan terbitkan surat membawa (jemput paksa) kepada yang bersangkutan," kata Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi Kompol Agus Sobarna Praja.

Mengenai rumor yang menyebut terlapor kabur meninggalkan rumah, pihaknya menyebut hal itu masih sebatas informasi yang berkembang di masyarakat.

Dalam proses penanganan kasus ada tahapan dan prosedur yang harus dijalankan kepolisian. Artinya tidak bisa polisi 'ujug-ujug' melakukan penangkapan.

Prosedurnya polisi melayangkan surat panggilan pertama. Bila panggilan tidak digubris maka polisi akan melayangkan surat pemanggilan kedua. 

Bila pada pemanggilan kedua yang bersangkutan masih tidak hadir, maka statusnya akan dinaikkan dari terlapor menjadi tersangka. Selanjutnya baru bisa dilakukan proses penjemputan paksa.

"Karena prosedur pemanggilan sudah dijalankan sehingga kita tunggu dulu, kalau besok tidak hadir, selanjutnya akan kita jemput paksa," tegasnya.

Sebagai upaya mengungkap kasus kejahatan seksual tersebut, polisi pun telah menambah jumlah saksi yang diperiksa. Dari yang sebelumnya hanya 8 saksi, kini menjadi 12 saksi yang telah dimintai keterangan.

"Dari yang sebelumnya saksi hanya berjumlah 8, ini sudah ada tambahan jadi total ada 12 saksi," ujarnya.

Sebagai informasi, warga Banyuwangi dihebohkan dengan kabar dugaan pemerkosaan dan pencabulan yang dilakukan oleh pengasuh ponpes di Kecamatan Singojuruh, berinsial Fz.

Sementara ini ada 5 santriwati dan 1 santri putra yang diduga menjadi korban tindakan asusila tersebut.

Mereka telah melaporkan pria yang juga mantan Anggota Legaslatif itu ke Polresta Banyuwangi.

Polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan telah mengumpulkan bukti-bukti. Kasus ini sudah masuk tahap penyidikan. (*)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Mangkir Panggilan Polisi, Keluarga Ponpes Sebut Fz Tak Terlihat Sejak Dua Minggu Lalu

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT