Kamis, 09 Februari 2023
Hukum

Peradi DPC Surabaya Desak Perkara Penganiayaan Terhadap Matthiew Gladden

profile
Doi

26 November 2022 09:23

757 dilihat
Peradi DPC Surabaya Desak Perkara Penganiayaan Terhadap Matthiew Gladden
Tim Pembelaan Profesi Peradi DPC Surabaya, Johanes Dipa Widjaja desak perkara penganiayaan kepada Matthiew Gladden dilanjutkan. (SJP)

SURABAYA – Penanganan perkara penganiayaan yang menimpa advokat Matthiew Gladden kembali mendapat desakan dari Tim Pembelaan Profesi Peradi DPC Surabaya, Johanes Dipa Widjaja usai terima surat pemberitahuan tindaklanjut dumas bernomor: B/9229/X/WAS.2.4/2022/Itwasum.

Kombes. Pol. Dirmanto selaku Kabid Humas Polda Jatim membenarkan dan segera di cek lebihlanjut. "Sedang didalami," jawabnya singkat dikonfirmasi melalui chat selluler, Jumat 25 November 2022 kemarin.

Sementara Johanes Dipa menambahkan, dari pemberitahuan surat tersebut juga bagian dari upaya kami melakukan pembelaan hak hukum yang juga kami sampaikan kepada Itwasum (inspektorat pengawasan umum) Polri dan Kompolnas RI Terkait kasus penganiayaan Advokat Magang Matthew Gladden yang sekarang ditangani oleh Unit Jatanras Polrestabes
Surabaya.

Kalau surat dari Itwasum dan Kompolnas tersebut belum dibalas, lanjutnya jadi semakin jelas ada apa-apa. "Kalau dibalas, kapan dan apa tanggapannya. Perihal menangani perkara Pasal 351 saja kok begitu lama," sentil Dipa. 

Mengingat kasus penganiayaan Mathew ini sudah naik sidik (penyidikan) ditangani pihak penyidik Polrestabes Surabaya.

Tak hanya itu, sebagai pengacara  sekaligus tim pembelaan profesi advokat Peradi DPC Surabaya, Dipa menceritakan sebelumnya dalam perkara ini pihak terlapor (Dasima Valentino Tarigan) sempat sudah dipanggil penyidik pada 4 Juli 2022.

Namun, mangkirnya terlapor dari panggilan penyidik. Pelaku kembali dipanggil pada 11 Agustus 2022.

"Informasi itu, kami peroleh dari penyidik. Artinya ini kan sudah jelas menerangkan pelaku sudah diperiksa dan dipanggil, barang bukti juga sudah kami serahkan lengkap guna proses hukum selanjutnya dan bagi kami selaku masyarakat yang taat dan menghargai proses hukum mendapat hak perlindungan dan keadilan dari pihak kepolisian yang menjalankan tugasnya," beber Dipa.

Selanjutnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum untuk bertindak sesuai dengan kapasitas tupoksi masing-masing.

Menurut Dipa, sudah selazimnya bagi siapa yang berbuat juga harus berani pertanggungjawabkan tindakan dan perbuatan melawan atau melanggar hukum harus ditindak tegas terukur. "Polisi itu Punya Power Usut Tuntas Dalang dan Aktor dibalik perkara 351 (Penganiayaan) Profesi Advokat," tandasnya.

Akan tetapi, sambung Dipa seolah tak diperhatikan pihak terlapor, saat mendapat panggilan pihak kepolisian. "Disitulah, patut diduga ada apa dan siapa dibalik perkara ini, aktor utama yang dalam penindakan belum selesai sampai sekarang belum ada titik terang dan berkesan lamban dan mundur-mundur," tandasnya.

Sementara Salawati Taher menambahkan, untuk perkembangan terakhir dari penyidik adalah akan diberikan SP2HP atau sudah dalam tahap penyidikan. Dan kepada Matthew Gladden (pelapor) sendiri saat ini terus melakukan kordinasi dengan Tim Pembelaan Profesi Peradi DPC Surabaya.

"Dalam hal ini, yang jadi Tim pengacara Matthew didukung tim pembelaan profesi DPC Peradi Surabaya bersurat kembali ke Mabes Polri guna antisipasi terjadinya preseden buruk atas penindakan kasus kelambanan penangan perkara ini yang telah ada respon dan ditanggapi oleh Itwasum Serta Kompolnas dapat terselesaikan," ujar Salawati.

"Kami berharap agar segera ditindaklanjuti penyidikannya dan menunggu perkembangan selanjutnya yaitu penetapan tersangka. Dan menginginkan penegakan keadilan saja atas penganiayaan yang terjadi saat menjalankan profesi seperti ini agar saya secara pribadi sebagai advokat merasa aman dalam menjalankan tugas profesi dan tidak ada tindakan kriminal atas kami laiknya diberi hak imunitas tidak dituntut apalagi dianiaya dalam menjalankan tugas mulia sebagai advokat," tutupnya.

Untuk diketahui, Matthew merupakan advokat muda yang saat itu magang di kantor hukum Salawati dan Satria Ardyrespati.  Pasca insiden pemukulan terjadi, mereka menghadiri rapat umum luar biasa (RULB) untuk menggantikan kepengurusan Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) yang dipimpin Magdalena Christiana (15/06).

Ketika itu, Matthew mendampingi Magdalena dalam rapat tersebut langsung melaporkan insiden pemukulan yang dilakukan pelaku ke pihak kepolisian.(Jefri Yulianto)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Peradi DPC Surabaya Desak Perkara Penganiayaan Terhadap Matthiew Gladden

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT