Kamis, 06 Oktober 2022
Hukum

Polresta Banyuwangi Tetapkan 7 Tersangka Pembalakan Liar di Lahan Bumi Sari

profile
Ikhwan

08 September 2022 17:14

504 dilihat
Polresta Banyuwangi Tetapkan 7 Tersangka Pembalakan Liar di Lahan Bumi Sari
7 tersangka dugaan kasus pembalakan liar di lahan Perkebunan Bumisari. (SJP)

BANYUWANGI - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi menetapkan 7 tersangka dugaan kasus pembalakan liar di lahan Perkebunan Bumisari. 

Pada 15 Agustus lalu polisi telah memeriksa Ketua Pemuda Peduli Tanah Kelahiran Desa Pakel berinisial Ms warga Pakel, Kecamatan Licin.  

Pada saat itu diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan pencurian kayu di lahan Bumi Sari. 

Selanjutnya pada 7 September, Ms kembali diperikasa namun bukan sebagai saksi melainkan sebagai tersangka. 

Dalam pemanggilan polisi tidak hanya memanggil Ms. Polisi juga menyeret enam nama lain yang juga diduga terlibat aksi pembalakan liar.  

Mereka adalah NR, HR dan ML, ketiganya warga Desa Bayu, Kecamatan Songgon. Selanjutnya SP, RH, dan AJ, ketiganya warga Desa Pakel, Kecamatan Licin. 

Setelah menjalani pemeriksaan seluruhnya juga ditetapkan tersangka dan langsung ditahan di Rutan Mapolresta Banyuwangi. 

Kasatreskrim Polresta Banyuwangi Kompol Agus Sobarnapraja membenarkan penahanan ketujuh tersangka itu. Ketujuh orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka atas pencurian kayu di lokasi Perkebunan Bumisari. Mereka dikenakan pasal 170 KUHP dan atau pasal 107 huruf c Undang-undang 39 tahun 2014 tentang perkebunan.

"Memang benar, mereka diduga mengambil barang atau tanaman milik Perkebunan Bumisari tanpa izin, sehingga ditetapkan tersangka oleh penyidik," kata Kompol Agus. 

Agus menyebut bahwa kasus tersebut masih didalami san dikembangkan oleh kepolisian. Penyidik masih terus melengkapi berkas berita acara pemeriksaan (BAP) untuk bisa segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Banyuwangi. 

"Tentunya penyidik masih terus melengkapi BAP untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut, terkait barang bukti (BB) kayu juga sudah diamankan di Polresta Banyuwangi," tegasnya. 

Para tersangka telah menunjuk Kuasa Hukum. Keduanya adalah Abdul Munif dan Joko Purnomo.  

Saat diwawancarai salah satu kuasa hukum, menilai pasal yang disangkakan kepada tujuh tersangka rancu.  

"Kami menilai pasal yang disangkakan terhadap ketujuh klien kita sangat rancu. Dikarenakan dalam pasal pasal 107 huruf c Undang-undang 39 tahun 2014 tentang perkebunan, klien kami bukan melakukan perusakan. Melainkan hanya mengambil hasil kebun berupa pohon mahoni," kata Joko Purnomo. 

Jolo menyebut, pohon mahoni yang ditebang oleh para terasangka bukan termasuk jenis tanaman yang tertuang  dalam hak guna usaha (HGU) Bumisari. 

"Dalam HGU Bumisari hanya menjelaskan produksi tanaman berupa cengkeh, kopi, kelapa dan kakao. Mahoni yang ditebang tidak termasuk dalam HGU Bumisari. Sedangkan untuk lahan atau lokasi tanaman yang ditebang, tentunya berada di Desa Pakel, Kecamatan Licin," katanya. 

Terlebih, Joko menegaskan bila pohon-pohon yang ditebang bukan berada pada teritorial HGU Bumisari. Dikarenakan HGU Bumisari hanya di Desa Bayu dan Desa Kluncing.  

"Klien kami juga memiliki bukti otentik berupa surat membuka tanah di area tersebut tahun 1929 seluar 2960 meter persegi," terangnya. 

Selain itu, masih kata Joko, dalam lokasi tersebut masih ada konflik agraria yang masih terus berjalan. Maka, pihaknya sangat menginginkan konflik agraria ini bisa segera diselesaikan terlebih dahulu sebelum merambah ke kasus pidana. 

"Seharusnya Polresta Banyuwangi yang termasuk dalam tim penanganan konflik yang dikemas dalam Tim Terpadu harus menyelesaikan Perdata terlebih dahulu," harapnya. 

Sementara itu, Kuasa Hukum Perkebunan Bumisari, Ceitra Sanaissara Hamamnudin mengatakan, bahwa dalam laporan tersebut sepenuhnya diserahkan kepada aparat Kepolisian Polresta Banyuwangi. Penyidik yang berhak menilai adanya pelanggaran hukum atau tidak yang dilakukan oleh ketujuh orang tersebut. 

"Kita sepenuhnya serahkan ke penegak hukum. Terkait wilayah batas atau adanya konflik agraria, tentunya itu pokok materi yang harusnya diserahkan kepada hakim saat persidangan," katanya. 

Nudin menegaskan, bahwa tanaman mahoni tersebut tentunya milik Perkebunan Bumisari. Tanaman Mahoni tersebut, ditanam sejak tahun 1985 lalu. Tidak mungkin tanaman Mahoni tersebut merupakan tanaman liar yang tiba-tiba tumbuh sendiri. 

"Pihak Perkebunan yang menanam, dikarenakan tanaman mahoni sebagai pendukung tanaman komoditas tanaman Perkebunan Bumisari. Bahkan lokasi penanaman tersebut, masih berada di lingkup HGU Bumisari," terangnya. 

Nudin menambahkan, jika HGU Bumisari sejak sebelum kemerdekaan RI terdahulu tetap berada di wilayah yang sama. Tentunya baik dulu maupun sekarang tidak berubah. Sehingga melingkupi tiga desa yaitu Desa Kluncing, Desa Pakel dan Desa Bayu. 

"Jika memang ada yang meragukan HGU Bumisari, silahkan bisa di cek ke ATR/BPN Banyuwangi. Atau mungkin bisa melakukan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)," pungkasnya. (Ikhwan)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Polresta Banyuwangi Tetapkan 7 Tersangka Pembalakan Liar di Lahan Bumi Sari

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT