Senin, 27 Juni 2022
Hukum

Pro Kontra Raperda Janda di Banyuwangi, ini Kata Pengamat

profile
Ikhwan

04 Juni 2022 18:30

378 dilihat
Pro Kontra Raperda Janda di Banyuwangi, ini Kata Pengamat
Pemberdayaan janda di Banyuwangi tertuang dalam Raperda. (SJP)

BANYUWANGI - Wacana Perda Perlindungan Janda yang digulirkan Anggota DPRD Banyuwangi Fraksi PPP menuai komentar dari banyak pihak.

Salah satunya muncul dari Pemerhati Perlindungan, Pemberdayaan Perempuan Anak, Muhammad Hoiron.

Hoiron menilai gagasan dari Fraksi PPP tersebut baik namun dinilai kurang tepat. 

"Jika solusi yang diwacanakan berupa poligami, maka justru akan menimbulkan masalah baru. Sebab kebanyakan para istri tidak rela jika suaminya poligami, apalagi mereka yang berstatus ASN," kata dia, Sabtu (4/6/2022).

Dampaknya, lanjut dia, akan menimbulkan permasalahan baru yakni potensi perceraian dari ikatan pernikahan lama. 

Akibatnya angka perceraian dan jumlah janda bukannya berkurang, namun justru akan bertambah. Aturan pernikahan telah diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 74 tentang Perkawinan. 

Menurutnya cara terbaik untuk mengentaskan kasus ketidaksejahteraan janda adalah dengan memberikan alternatif yang bersifat pemberdayaan. 

"Bisa melalui pelatihan kerja sehingga secara ekonomi mereka tetap berdaya. Sebab tak jarang banyak janda yang saat ini menjadi kepala keluarga dan harus menanggung kebutuhan anak mereka yang sudah mengenyam dunia pendidikan," ujarnya.

Tak jarang, masih Hoiron, tingkat pendidikan janda itu sendiri masih rendah. Sehingga itu juga perlu menjadi perhatian.

"Akibat pendidikan rendah ketika menjadi janda mereka kesulitan mencari pekerjaan baru serta kesulitan menghidupi anak - anaknya. Dalam hal ini, saya sepakat bila negara harus hadir untuk memberikan kesejahteraan kepada para janda," tandasnya.

Sebagai informasi Sebelumnya Ketua Fraksi PPP DPRD Banyuwangi, Basir Khadim ramai diperbincangkan lantaran hendak mengusulkan Raperda perlindungan janda.

Salah satu poin yang mencolok adalah kebebasan berpoligami bagi masyarakat mampu.

Dikatakan Basir, bila latar belakang gagasan itu muncul dari keresahannya melihat tingginya angka perceraian di Banyuwangi.

Sehingga menurutnya nasib Janda, perlu diperhatikan. Selain itu pemerintah daerah juga harus memberikan pelatihan kerja terhadap mereka agar ekonomi mereka tetap stabil. (SJP)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Pro Kontra Raperda Janda di Banyuwangi, ini Kata Pengamat

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT