Senin, 27 Juni 2022
Hukum

Raperda Janda di Banyuwangi Masih Sebatas Lisan 

profile
Ikhwan

04 Juni 2022 22:15

402 dilihat
Raperda Janda di Banyuwangi Masih Sebatas Lisan 
Ketua Bapemperda DPRD Banyuwangi Sofiandi Susiadi. (SJP)

BANYUWANGI - Rancangan peraturan daerah (Raperda) perlindungan janda di Banyuwangi oleh Fraksi PPP masih sebatas lisan. Lumrah bila usulan tersebut tidak dianggap serius atau sekadar guyonan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Badan Pembentuk Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Banyuwangi Sofiandi Susiyadi.

Kendati demikian menurutnya Raperda tersebut masih berpotensi untuk masuk ke daftar program pembentukan peraturan daerah. 

Pria yang akrab disapa Sofi ini mengatakan agar usulan raperda dapat diakomodir, maka harus diajukan 5 bulan sebelum pengesahan APBD yang berkaitan dengan perda. 

"Selama kurun waktu 5 bulan tersebut ada sejumlah tahapan yang dilakukan, mulai dari tahapan sosialisasi, peyampaian secara lisan atau tertulis ke masing masing fraksi, pembahasan, konsulatasi Kemenkumham Jatim dan penentuan sejumlah raperda yang layak untuk dilanjutkan," kata dia.

Sofiandi mengatakan untuk pengesahan APBD yang berkaitan dengan Propemperda umumnya dilakukan pada bulan November.

Sehingga bila seriua, masih ada peluang untuk Fraksi PPP untuk memperjuangkan Raperda tersebut.

"Adapun syarat pengusulan raperda diantaranya harus ada redaksi judul raperda, latar belakang dan uraian sederhana atau singkat mengenai cakupan materi. Selain itu juga perlu dilengkapi dengan ketentuan asas, tujuan dan manfaatnya," ujarnya.

Hingga saat ini, Raperda tersebut masih wacana semata dan hanya disampaikan melalui lisan. 

"Sehingga diartikan usulan tersebut hanya guyonan dan terkesan tidak serius," pungkasnya.

Sebagai informasi Sebelumnya Ketua Fraksi PPP DPRD Banyuwangi, Basir Khadim ramai diperbincangkan lantaran hendak mengusulkan Raperda perlindungan janda.

Salah satu poin yang mencolok adalah kebebasan berpoligami bagi masyarakat mampu.

Dikatakan Basir, bila latar belakang gagasan itu muncul dari keresahannya melihat tingginya angka perceraian di Banyuwangi.

Sehingga menurutnya nasib Janda, perlu diperhatikan. Selain itu pemerintah daerah juga harus memberikan pelatihan kerja terhadap mereka agar ekonomi mereka tetap stabil. (Ikhwan)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Raperda Janda di Banyuwangi Masih Sebatas Lisan 

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT