Kamis, 06 Oktober 2022
Hukum

Rochani Sebut Para Terduga Pelaku Pengeroyokan Psikopat, Kuasa Hukum Terlapor Meradang

profile
Doi

02 September 2022 19:01

1.3k dilihat
Rochani Sebut Para Terduga Pelaku Pengeroyokan Psikopat, Kuasa Hukum Terlapor Meradang
Mantan Ketua KPU Batu, Rochani terus mendapatkan cercaan setelah sebut para terduga pelaku 'psikopat'. (istimewa)

KOTA BATU – Dengan tegas mantan Ketua KPU Batu, Rochani, menentang ikrar damai kasus pengeroyokan yang menimpa keponakannya, karena alasan kuat.

Sebelumnya, Polres Batu mendapatkan pengaduan masyarakat terkait pengeroyokan kepada seorang siswa berinisial R yang merupakan keponakan Rochani.

Dalam pengaduan tersebut, dilaporkan empat terduga pelaku yang juga sama berstatus pelajar. Satu terduga pelaku siswa sekolah lain, sementara empat terduga pelaku adalah rekan satu sekolah korban R.

Berdasarkan keterangan Rochani, ditengarai R mengalami cacat pada bagian tengkorak kepala, tepatnya pada pelipis dan rahang.

Bahkan Rochani siap menunjukkan bukti rekam medis, jika keponakannya R benar-benar telah menjalani penanganan medis di Persada Hospital Malang.

Kepada suarajatimpost.com Rochani mengatakan jika dirinya tidak menghalang-halangi proses damai.

Namun parahnya efek yang ditimbulkan dari peristiwa perundungan itu, membuat Rochani berdiri tegak atas nama keluarga meski terduga pelaku juga masih dibawah umur.

"Keponakan saya dikeroyok dan disekap. Para pelaku ini seperti psikopat, mabuk atau menggunakan obat-obatan terlarang," ungkap dia. Selasa 30 Agustus 2022 lalu.

Rochani menambahkan, jika korban disekap, dikeroyok, divideokan dan dibuly hingga mengalami trauma psikologis.

Sayangnya saat suarajatimpost.com meminta video tersebut, Rochani tidak berkenan dengan tuduhan pihak wartawan sedang berupaya menjebak.

"Koen ojo njebak aku dengan menyebar video kekerasan. Kamu kalau mau lihat video datang ke saya," katanya dalam bahasa jawa dengan nada tinggi via telepon.

Sementara itu, Penasihat Hukum terlapor, Suwito SH MH, kecewa dan mengecap tuduhan Rochani yang dia anggap sebagai fitnah keji.

"Tidak ada proses penyekapan yang di dramatisir itu, pengeroyokan memang terjadi dua kali di waktu berbeda karena sebab yang ditimbulkan korban," sanggah Wito.

Wito menjelaskan, bahwa sebab pemukulan tersebut ada dua, pertama yaitu pada suatu waktu sekira hari jum’at (pakai seragam pramuka).

Berawal ketika R ini meludahi gadis berinisial AU yang konon R memiliki rasa suka, namun diabaikan oleh gadis. 

Karena ada saksi-saksi yang melihat AU diudahi, lanjut Wito, maka AU merasa malu dan menceritakan aksi R meludahi atau menyemburkan air liur ke jidat si gadis mungil itu kepada teman-temannya.

Tidak cukup meludahi si Gadis, yang kedua, Kata Wito,  R ini diduga bermaksud merebut gadis lain yang konon pacar dari N, karena aksinya di laporkan kepada N oleh aktor yang bernama AD sehingga terjadilah pemukulan tersebut. 

Aktor berinisial AD yang juga teman dari para pelaku dan korban belakangan di maafkan oleh keluarga korban saat proses diversi.

"Padahal AD ini yang menyuruh pelaku untuk melakukan pemukulan kepada R yang sebelumnya pelaku sempat dikumpulkan oleh AD, ini aneh," kata Wito.

Wito mengaku semakin kecewa, bukan hanya mendapatkan fitnah, status L kini menjadi tersangka sesaat setelah melaporkan R ke Polisi atas perbuatan R yang meludahi AU.

"Saat proses diversi di Polres Batu yang di saksikan tiga orang dari Balai Pemasyarakatan, keluarga R meminta si gadis untuk mencabut laporannya  dengan imbalan, dan keluarga R tidak mempermasalahkan si gadis yang memukul kaki R dengan sendal," papar Wito.

Seperti diketahui, R ini di pukul dua kali di tempat dan waktu yang berbeda, hari pertama yaitu hari jum’at R di pukul di rumah terduga pelaku AN karena R tidak mengakui telah meludahi si gadis.

"Hari pertama di tempat yang berbeda, R saat duduk ditendang kursinya oleh Pelaku DV dan YY karena mengabaikan pertanyaan keduanya tentang sebab R meludahi si gadis," ujar dia.

Di hari sabtu, masih kata wito, AD si aktor mengumpulkan temannya termasuk kepada N dan MR untuk melakukan pemukulan kepada R karena R telah merebut pacar N.

"Dan AD menyuruh temannya untuk memvideokan proses pemukulan itu. 
Dari uraian singkat tersebut di atas terungkap jika tidak ada proses penyekapan, pelaku spikopat, pakai obat-obatan terlarang, di keroyok, serta di bully," sesal Wito.

Sekadar informasi, kini terduga pelaku total berjumlah 6 orang yaitu AN, YY, DV, N, MR, dan AD yang dimaafkan saat diversi oleh keluarga R, ditambah AU, si gadis yang diketahui adalah keluarga salah satu anggota DPRD Kota Batu.

"Itulah alasan kami melaporkan Rochani, karena kami menduga banyak manipulasi dibelakang proses damai yang hampir terjadi, rusak karena pernyataan dia," tandas Wito.
(Doi Nuri)

Editor: Redaksi 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Rochani Sebut Para Terduga Pelaku Pengeroyokan Psikopat, Kuasa Hukum Terlapor Meradang

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT