Selasa, 28 Juni 2022
Hukum

Sebuah Rumah Jadi Sarang Okerbaya, Pemuda Jember Diringkus Polisi Jember

profile
Rochul

16 Mei 2022 13:16

370 dilihat
Sebuah Rumah Jadi Sarang Okerbaya, Pemuda Jember Diringkus Polisi Jember
Pelaku dan barang bukti obat keras berbahaya dan sejumlah uang.


JEMBER - Unit reskrim polsek arjasa Polres Jember mengamankan seorang pemuda dengan inisial MAJ (20), pelaku diamankan karena kedapatan mengedarkan pil koplo pada dirumahnya yang berada di jalanan Flamboyan, Desa biting, Kecamatan Arjasa.


Kapolsek Arjasa, Akp Adam mengatakan, penyalahgunaan obat daftar G itu terungkap bermula dari informasi warga yang mencurigai jika rumah MAJ di jalan Flamboyan desa biting kecamatan Arjasa kerap kali dijadikan lokasi transaksi Obat Keras Berbahaya (Okerbaya).

Berawal dari informasi hal itu, polisi melakukan penyelidikan terhadap aktivitas penghuni rumah tersebut. Dan memang benar, di dalam rumah tersebut diduga terdapat barang bukti pil berwarna putih berlogo Y yang di kemas perklip siap edar yang disimpan oleh penghuni rumah yang bujangan tersebut.

"Dari informasi warga itulah kami tindak lanjuti, dan Alhamdulillah kami berhasil menangkap tangan yang bersangkutan bersama barang bukti lengkap," kata Akp Adam, Senin, (16/5/2022).

Saat di lakukan penggeledahan di dalam rumah, MAJ tampak pasrah lantaran tiba-tiba ada petugas datang ke rumahnya. Dia pun hanya bisa tertunduk terlebih petugas kepolisian telah menemukan barang bukti 6 paket pil putih berlogo Y dengan isi 4 butir, uang hasil penjualan Pil Koplo Rp 120 ribu dan sebuah HP warna putih sebagai alat  transaksi selama ini.

Selanjutnya pelaku dan barang bukti diamankan di Polsek Arjasa untuk kepentingan proses hukum lebih lanjut,kepada pelaku MAJ dijerat dengan Pasal 196 Sub Pasal 197 UU RI No. 36 Tahun 2009 ttg Kesehatan karena mengedarkan obat tanpa izin.(Lum)

Tags
Anda Sedang Membaca:

Sebuah Rumah Jadi Sarang Okerbaya, Pemuda Jember Diringkus Polisi Jember

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT