Rabu, 17 Agustus 2022
Hukum

Soal Rampas Paksa Motor Debitur, Begini Respon FIF Group Pamekasan

profile
Faisol

01 Agustus 2022 19:50

615 dilihat
Soal Rampas Paksa Motor Debitur, Begini Respon FIF Group Pamekasan
Ilustrasi perampasan kendaraan bermotor. (SJP)

PAMEKASAN - Hasan Agus Mulyono menilai perampasan paksa motor secara sepihak oleh FIF Group Pamekasan ada upaya permainan.

Permainan yang dimaksud, motor Vario hasil rampas paksa milik almarhumah istri Hasan, Irfanny Zuhrufillah, diduga akan jadi hak milik oknum tertentu.

Sebab, sebelum dilakukan perampasan, Hasan sempat mengajukan asuransi atas meninggalnya istrinya yang merupakan atas nama.

Asuransi yang diajukan Hasan ditolak lantaran kekurangan persyaratan, yakni SIM milik istrinya. Padahal, dari sekian banyak persyaratan yang diterima Hasan tidak meminta SIM, tiba-tiba dinyatakan ditolak lantaran tidak melampirkan SIM.

Selain itu, sebelum akhirnya dirampas paksa, Hasan telah melakukan pembayaran angsuran. Hasan terakhir membayaran angsuran tanggal 30 Juni 2022 kemaren.

Namun sayang, tanggal 22 Juli 2022, motor Vario milik Hasan dirampas paksa oleh pihak FIF Group Pamekasan. Penarikan dilakukan tanpa alasan.

Section Head FIF Group Pamekasan, Taqwa Rosi Nuriman akhirnya buka suara mengenai penarikan paksa motor Vario warna hitam dengan nomor polisi M 5266 CR.

Menurutnya, ditariknya motor Vario milik Hasan Agus Mulyono dikarenakan motor tersebut telah dipindah tangankan alias dijual tanpa sepengetahuan FIF Group Pamekasan.

Oleh karena itu, pihaknya dengan terpaksa mengambil motor milik Hasan meski pada tanggal 30 Juni 2022 kemaren tercatat melakukan pembayaran.

Dikatakan, pembayaran angsuran pada bulan Juni tersebut dilakukan oleh anak buahnya, bukan dibayar oleh Hasan. Artinya, FIF Group Pamekasan menalangi tunggakan angsuran motor Hasan.

Padahal, pengakuan Hasan, pihaknya yang telah melakukan pembayaran angsuran yang diserahkan kepada salah seorang karyawan FIF Group berinisial A.

“Unitnya telah dijual oleh yang bersangkutan (Hasan). Pembayaran bulan Juni itu kita yang nalangin,” ungkapnya.

Ia menyebut, asuransi yang diajukan oleh ahli waris dalam hal ini Hasan Agus Mulyono telah dipastikan ditolak. Meskipun nanti diterima, hanya asuransi kematian, bukan asuransi pelunasan motor.

Sementara pengakuan petugas Asuransi Astra, Soleh menerangkan bahwa asuransi yang diajukan Hasan masih tahap banding, jadi masih menunggu jawaban dari pusat.

Adapun asuransi yang akan diterima Hasan, yakni pelunasan sisa hutang angsuran yang belum terbayarkan dan uang kematian sebesar Rp 1.500.000.

“Asuransinya telah ditolak, jadi ditarik motornya, tidak akan bisa mengeluarkan sepedanya. Meskipun diterima, asuransi kematiannya,” terangnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan mengeluarkan motor milik Hasan jika yang bersangkutan melakukan pelunasan dari sisa angsuran yang belum terbayarkan, termasuk denda.

“Jika melakukan pelunasan, ia nanti bisa dikeluarkan unitnya itu,” pungkasnya. (Faisol)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Soal Rampas Paksa Motor Debitur, Begini Respon FIF Group Pamekasan

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT