Selasa, 27 September 2022
Hukum

Usai Mediasi Kasus Dugaan Penistaan Agama, Tokoh Masyarakat Harap Umat Islam Tetap Tenang

profile
Faisol

18 Agustus 2022 20:21

496 dilihat
Usai Mediasi Kasus Dugaan Penistaan Agama, Tokoh Masyarakat Harap Umat Islam Tetap Tenang
Umat Islam diminta tidak terprovokasi atas dugaan penistaan agama di Pamekasan. (SJP)

PAMEKASAN - Salah seorang tokoh masyarakat di Kabupaten Pamekasan meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi terkait adanya dugaan penistaan agama yang viral dimedia sosial.

“Sudah dipasrahken ke polres penangannanya, jadi mohon kepada saudara-saudara di bawah, terutama dari ormas-ormas Islam mungkin, supaya tidak melakukan gerakan-gerakan karena hal ini sudah diatasi oleh Polres Pamekasan,” ucap H. Kamil Ali Makki, tokoh masyarakat wilayah pantura.

HK, sapaan akrap H. Kamil Ali Makki, khawatir terjadi sebuah gerakan dari masyarakat. Sebab, perkataan yang keluar dari Abdul Halik sangat menyinggung umat Islam.

Menurutnya, pelaku dugaan pelecehan agama yang dilakukan oleh Abdul Halik telah dilakukan mediasi oleh pihak kepolisian. Mediasi dilakukan dikarenakan yang bersangkutan memiliki gangguan jiwa alias orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

“Atas beredarnya video yang berbicara tidak bagus yang diviralkan sudah dilakukan klarifikasi. Jadi dia (pelaku) sudah betul orangnya tidak genap akal (ODGJ) dan dari pihak keluarga sudah memohon maaf kepada seluruh masyarakat Pamekasan, bahkan Madura, dan pak Kapolres telah merespon hal tersebut,” tuturnya.

Dikatakan, saat pihaknya menemui Kapolres Pamekasan, pihak kepolisian mengaku siap menindak lanjuti kasus yang membuat umat Islam di wilayah Kabupaten Pamekasan naik darah alias marah.

“Alhamdulillah Polres telah menangani secara utuh ksus ini dan Polres siap menindak lanjuti dengan yang bersangkutan itu dengan pasal-pasal yang berlaku, terkait yang bersangkutan kurang genap akal itu mungkin ada pasal lain saya tidak tahu,” tukasnya.

Diketahui, Abdul Halik dalam video pendek berdurasi 15 detik itu menyebut, “Mun Allah bedeh ekarojeggeh bik engkok. Sapah se bengal nembak engkok? Se nyembe Allah soro nyembe tang taeh. (Kalau memang Allah ada, sama saya mau dibuat rujak, siapa berani menembak saya? Yang menyembah Allah suruh menyembah kotoran saya)," kata Halik. (Faisol)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Usai Mediasi Kasus Dugaan Penistaan Agama, Tokoh Masyarakat Harap Umat Islam Tetap Tenang

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT