Kamis, 09 Februari 2023
Kesehatan

Antisipasi Masalah Kesehatan dan Risiko Penyakit, Ditekankan Oleh Wabup Malang

profile
Senopati

03 Desember 2022 15:40

505 dilihat
Antisipasi Masalah Kesehatan dan Risiko Penyakit, Ditekankan Oleh Wabup Malang
Pengurus Pesantren Enterpreneur Muhammadiyah Gondanglegi, saat menerima piagam penghargaan Pesantren Sehat. (SJP)

KABUPATEN MALANG – Masalah kesehatan dan risiko penyakit masih rentan terjadi, sehingga harus menjadi perhatian lebih serius mengantisipasinya,.

Kenyataan tersebut menjadi perhatian Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto pada perayaan Hari Kesehatan Nasional tahun 2022 di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jumat 2 Desember 2022 kemarin.

Didik mengatakan, tingginya angka kematian ibu dan anak, kekurangan gizi, penyakit menular dan tidak menular merupakan permasalahan kesehatan nasional.

Sehingga, menurutnya ini harus terus dicari jalan keluarnya, agar ada peningkatan kualitas hidup dan derajat kesehatan di masyarakat.

"Ini perlu saya ingatkan kepada Kepala Dinas dan, terutama Kepala Puskesmas agar mengarahkan seluruh potensi yang dimiliki dalam rangka menyelesaikan masalah kesehatan ini," kata Wabup Malang.

Pihaknya berharap, setiap tahun akan selalu ada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Malang.

Berkaitan dengan itu pula, pihaknya mendorong dinas kesehatan agar terus bisa melakukan inovasi pelayanannya. 

Didik juga berpesan agar masyarakat senantiasa melakukan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas).

Harapannya, agar masyarakat kita bisa tumbuh dan sehat dalam membentuk Kabupaten Malang yang Makmur.

Dalam peringatan HKN 2022 ini sendiri, sejumlah 15 kategori penghargaan diberikan Dinkes Kabupaten Malang, kepada perorangan maupun kelompok (tenaga kesehatan maupun kader pegiat kesehatan), juga kelembagaan Fasilitas Kesehatan (Fakes)," terang Wabup Malang.

Penghargaan kepada konsultan terapi olahan bagi balita stunting dan wasting, serta pemenang lomba balita sehat usia 0-23 bulan dan usia 24-60 bulan.

"Beberapa Puskesmas juga ditetapkan memenuhi penilaian kinerja pelayanan dan mendapatkan penghargaan. Yakni, Puskesmas Turen (Terbaik 1), Puskesmas Wagir dan Puskesmas Sitiarjo," beber pria yang pernah menjabat Ketua DPRD Kabupaten Malang ini.

Perhatian pada upaya promosi kesehatan yang diwujudkan di lingkungan pendidikan keagamaan juga mendapatkan penghargaan. Juga, penghargaan bagi Posyandu serta penerapan Germas di tempat Wisata. 

Penghargaan Pemkab Malang ini untuk kategori pesantren Sehat diberikan kepada Pesantren Enterpreneur Muhammadiyah (PEM) Gondanglegi, sebagai juara 2. Penghargaan serupa juga diberikan kepada PP Arrohmah Putri Dau (juara 1) dan PP Roudlatul Ulum 2 (juara 3)," tandasnya 

Humas Pesantren Enterpreneur Muhammadiyah Gondanglegi, Isa Ansori mengungkapkan, disiplin dan pembiasaan ditekankan pada semua santri untuk bisa hidup bersih dan sehat. 

"Seluruh santri dibiasakan hidup bersih dan rapi mulai dari badan, lingkungan pondok, tempat tidur, kamar mandi dan lainnya. Juga pembiasaan disiplin, seperti sabar mengantri saat makan atau mandi, dan menggunakan fasilitas pondok tidak berebut," jelasnya usai menerima piagam penghargaan. 

Menurut Isa, tentu tidak mudah menjaga lingkungan serta pembiasaan bersih dan sehat di ponpes, agar selalu bisa diterapkan. 

"Untuk itulah, dalam menjaga kebersihan lingkungan Ponpes menjadi tanggung jawab kita semua, serta menerapkan hidup bersih dan sehat sangat penting dan mutlak," pungkasnya.

Selain itu, dalam peringatan HKN ke-58 ini, penghargaan diberikan khusus kepada 29 Desa yang dinilai berhasil mencapai status 'Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS)' atau Open Defecation Free (ODF)' di tahun ini. (Seno)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Antisipasi Masalah Kesehatan dan Risiko Penyakit, Ditekankan Oleh Wabup Malang

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT