Rabu, 17 Agustus 2022
Kesehatan

Demi Menjaga Kesehatan dan keselamatan Pekerja, Dinkes Lumajang Buat Program UKK

profile
Achmad

01 Juli 2022 19:29

598 dilihat
Demi Menjaga Kesehatan dan keselamatan Pekerja, Dinkes Lumajang Buat Program UKK
Kegiatan UKK bersama Dinas Kesehatan Lumajang. (SJP)

LUMAJANG - Perlindungan kesehatan dan keselamatan bagi pekerja di sektor informal itu sangat penting? Kenapa?

Sebab sektor pekerjaan informal menyerap sekitar 68 persen tenaga kerja dan sebagian besar dari mereka belum mendapatkan perlindungan yang cukup memadai aspek kesehatan dan keselamatan dalam melakukan proses pekerjaannya.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lumajang, Dr Bayu Wibowo Ignasius, kepada media ini, Kamis kemarin 30 Juni 2022.

"Maka dari itu, kami memberdayakan sejumlah kelompok potensial yang dihadirkan untuk difasilitasi dlm pembentukan pos UKK," katanya.

Dijelaskan pula, kata Dr Bayu, ada sejumlah tenaga kesehatan diantaranya Kelompok Tani Desa Bago, binaan Puskesmas Bades, Kelompok pekerja peternak ayam petelur di Desa Alun-Alun, binaan Puskesmas Ranuyoso, Kelompok tani desa Jambekumbu, binaan Puskesmas Pasrujambe. Ada pula Kelompok Pemindang ikan di Desa Tegalrejo, binaan Puskesmas Tempursari.

"Sedangkan Kelompok pembuat kerupuk puli di Desa Jarit, binaan Puskesmas Candipuro, Kelompok tani Desa Kalipepe, binaan Puskesmas Yosowilangun," bebernya.

Selain itu, menurut Dr Bayu, Kelompok pekerja pertokoan/pedagang Pasar Jatiroto di Desa Jatiroto, binaan Puskesmas Jatiroto. Kelompok pekerja peternakan sapi dan kambing di Desa Klanting, binaan Puskesmas Sukodono.

"Kelompok Tani Desa Pandansari, binaan Puskesmas Kedungjajang, terus ada Kelompok pekerja penggergajian kayu Desa Buwek, binaan Puskesmas Randuagung," paparnya lagi.

Sejumlah kumpulan Kelompok pembuat/ pengusaha Tempe di Dusun Bagusari Kelurahan  Jogotrunan, juga menjadi binaan Puskesmas Rogotrunan dalam program UKK. Berlaku sama dengan Kelompok pengrajin Batik di Desa Ranulogong, binaan Puskesmas Tunjung.

Selanjutnya, diharapkan agar proses fasilitasi yang telah diupayakan dapat segera ditindaklanjuti secara kongkret di lapangan, sehingga wadah pos UKK yang akan terbentuk di masing-masing kelompok pekerja.

"Hal ini dapat memberikan manfaat kepada pekerja, khususnya dlm mendeteksi permasalahan kesehatan yang dialami para pekerja sedini mungkin, serta mengenali potensi risiko bahaya di tempat kerja dan pengendaliannya.

"Dinkes bisa menginfokan kegiatan fasilitasi pembentukan/pengembangan pos UKK yang telah kami lakukan pada 12 kelompok pekerja potensial di 12 wilayah puskesmas pd tgl 28-29 Juni 2022 lalu di aula pertemuan kantor Dinkes," ungkapnya lagi.

Disisi lain, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, H Akhmat, mengatakan kalau para pekerja sektor informal terbukti menjadi sektor yang relatif lebih tangguh dalam menghadapi terpaan krisis ekonomi.

"Saat ini telah terbentuk sekitar 63 pos UKK yang tersebar pada 25 puskesmas pembina," kata politisi PPP ini kepada awak media.

Wakil rakyat ini sangat mengapresiasi Dinkes kabupaten Lumajang yang telah berinovasi melaksanakan program pos UKK ini. Semoga kedepannya lebih mengena dan tepat sasaran.

"Semoga apa yang dibutuhkan Dinkes dapat terwujud secara matang, dan kami selaku tim, akan selalu siap," jawabnya singkat. (Fuad)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Demi Menjaga Kesehatan dan keselamatan Pekerja, Dinkes Lumajang Buat Program UKK

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT