Rabu, 30 November 2022
Kesehatan

Dinkes P2KB Lumajang Dapat Penghargaan dari Sekjen Kemenkes Karena Ini

profile
Achmad

21 November 2022 15:00

527 dilihat
Dinkes P2KB Lumajang Dapat Penghargaan dari Sekjen Kemenkes Karena Ini
Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Lumajang saat menerima penghargaan oleh SekJen Kemenkes, dr Kunto Wibawa. (SJP)

KABUPATEN LUMAJANG – SekJen Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Kunto Wibawa berikan penghargaan kepada Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang.

Penghargaan tersebut diberikan atas terciptanya kondisi lingkungan kerja yang sehat dan selamat, serta menunjang tercapainya produktifitas kerja yang lebih optimal.

Dinkes P2KB Kabupaten Lumajang, berupaya untuk meningkatkan kemampuan pekerja, untuk dapat mengenali risiko bahaya terjadinya penyakit/kecelakaan yang mungkin bisa terjadi di lingkungan kerja. 

Selain itu, menurut Kepada Dinkes P2KB Kabupaten Lumajang, dr bayu Wibowo Ignasius, kepada media ini, mengatakan pihaknya juga meningkatkan kemampuan pekerja untuk dapat mengendalikan dampak akibat lingkungan kerja.

Juga meningkatkan kemampuan pekerja untuk dapat mengggali potensi yang ada di tempat kerja dalam mendorong peningkatan produktivitas kerja.

“Bagi pekerja, hal itu dapat meningkatkan kemampuannya untuk dapat mengenali risiko bahaya dan mengendalikan dampak mungkin terjadinya akibat kondisi lingkungan kerjanya," papar dia kepada awak media, Senin (21/11/2022) via chat whatsappnya.

Bagi institusi, lanjut Bayu, dapat mendorong terciptanya kondisi yang sehat dan aman, di lingkungan kerja dan berdampak positif pada peningkatan produktivitas kerjanya dan dampak bagi masyarakat.

"Dengan seperti itu, dapat meningkatkan rasa aman bagi masyarakat pengguna layanan di Kantor Dinkes P2KB Kabupaten Lumajang,” imbuh Bayu.

Jika diperhatikan, masih kata Bayu, kantor Dinkes P2KB Kabupaten Lumajang, tidak luput dari berbagai risiko akan terjadinya kecelakaan dan atau penyakit akibat kerja.

"Maka dari itu, dipandang perlu untuk segera melakukan upaya optimalisasi perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja di lingkungan kantor Dinkes P2KB Kabupaten Lumajang," katanya.

Tentunya, Bayu menekankan hal tersebut dijalankan dengan menerapkan kaidah-kaidah kesehatan dan keselamatan kerja (K3) sebagaimana diamanahkan PMK Nomor 48 tahun 2016 tentang K3 Perkantoran. 

“Ada tiga alasan mengapa K3 perlu diimplementasikan dalam menjalankan pekerjaan di lingkungan kerja disini, pertama, sebagai bentuk perlindungan hidup dan kesehatan di tempat kerja yang merupakan hak mendasar pekerja,” terangnya. 

Kedua, dikatakan dr Bayu, sebagai wujud tanggung jawab pemerintah untuk menjamin tersedianya lingkungan kerja aman dan nyaman dalam manjalankan pekerjaannya.

Sebagaimana bagian dari implementasi PMK, dan ketiga upaya mencegah terjadinya kerugian yang disebabkan menurunnya produktivitas akibat penyakit, kecelakaan/cedera/cacat, kerusakan/hilangnya asset dan menurunnya motivasi kerja. 

“Upaya implementasi K3 perkantoran di lingkungan Dinkes P2KB Kabupaten Lumajang, diawali dengan menguatkan komitmen dan meningkatkan kompetensi dalam mengenali resiko bahaya di tempat kerja dan mengendalikan dampaknya, sehingga terciptanya lingkungan kerja yang sehat, bersih, aman, dan produktif,” tambahnya. 

Agar upaya dimaksud mempunyai daya ungkit yang signifikan terhadap peningkatan kinerja, menurut dr Bayu, perlu dikemas dalam bentuk kegiatan yang terorganisir, sistematis dan bekesinambungan.

Bukan hanya itu, namun juga melibatkan peran aktif semua elemen yang ada di lingkungan Dinkes P2KB Kabupaten Lumajang, yang kemudian diberi label : 'Segar Berdaya', yang merupakan akronim dari Sehat Bugar Bersih, Selalu Waspada dan Siap Berkarya. 

“Kegiatan Segar Berdaya diawali dengan bangun komitmen jajaran Dinkes P2KB Kabupaten Lumajang, membentuk dan tetapkan Tim Segar Berdaya, menyusun instrumen penilaian segar berdaya, melakukan skrining lingkungan kerja, menyusun rencana tindak lanjut (RTL)  dan melaksanakan kegiatan perbaikan sesuai RTL,” imbuhnya. 

Dengan menggali akar masalah hingga menetapkan upaya perbaikan yang akan dilaksanakan, ditegaskan Kepala Dinkes P2KB, juga melakukan kegiatan dari proses analisa masalah, analisa penyebab masalah, analisa penyebab dominan, membuat alternatif solusi, melaksanakan perbaikan, analisa komparasi perbaikan dan evaluasi hasil perbaikan terhadap target.

“Daya ungkit dari penerapan gerakan Segar Berdaya, dapat meningkatnya partisipasi aktif karyawan dalam kegiatan yang bertujuan untuk menjaga kondisi agar lebih sehat dan bugar dalam mendukung aktivitas kerja (Melalui kegiatan : pemeriksaan kesehatan rutin di Posbindu Jumat Manis, pemanfaatan ruang laktasi, kepatuhan mendukung kebijakan KTR, melaksanakan stretching di sela aktifitas kerja, mengikuti pemeriksaan kebugaran karyawan, mengikuti senam jumat pagi, terpasangnya media promosi PHBS di tempat),” jelasnya. 

Selain itu, dibeberkan dr Bayu, juga dapat meningkatnya pemenuhan sarana prasarana yang mendukung upaya perlindungan keselamatan karyawan ( Melalui kegiatan : Pemberlakuan protokol kesehatan, tersedianya kotak P3K, , pemasangan stepnose di tangga, penyediaan kursi yang lebih ergonomis).

Serta dapat meningkatnya pemenuhan sarana dan lingkungan yang lebih bersih dan indah yang mendukung kenyamanan karyawan dalam bekerja (ruang kerja lebih rapi, tersedianya toilet yang lebih memadai, taman yang lebih tertata). 

“Dapat pula meningkatkan kemampuan karyawan dalam mengenali potensi bahaya di tempat kerja dan pengendaliannya (Melalui kegiatan : skrining lingkungan kerja, terpasangnya APAR, terpasangnya rambu evakuasi, PSC 119, Pelatihan BHD), dan terjaganya motivasi karyawan dalam menjalankan aktivitas pekerjaan dan mendorong produktivitasnya (Melalui kegiatan : Apel pagi karyawan, Rapat koordinasi Senin pagi, Sholat Berjamaah, Selasa Barokah, Tauziyah Kamis Pagi (TKP), Jumat Berbagi),” bebernya pula.

Dr Bayu berharap, semua kegiatan yang dilakukan dalam rangka peningkatan perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja bagi karyawan Dinkes P2KB kabupaten Lumajang yang dikemas dalam Segar Berdaya, akan terus bertumbuh menjadi bagian dari budaya positif dan menjadi referensi penting bagi gagasan-gagasan kreatif lain yang lebih baik di masa mendatang. 

“Seberapa banyak pun perangkat kebijakan diterbitkan, seberapa besar biaya yang disediakan, biasanya akan cenderung meredup motivasinya dan menurun daya ungkitnya, jika tidak ditopang dengan komitmen dan peran aktif semua elemen terkait, menuju terciptanya kondisi yang dicita-citakan,” pungkasnya. (Fuad)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Dinkes P2KB Lumajang Dapat Penghargaan dari Sekjen Kemenkes Karena Ini

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT