Rabu, 31 Mei 2023
Kesehatan

Dokter Spesialis Anak Jadi Formula Baru Turunkan Stunting di Bondowoso

profile
Rizqi

29 Maret 2023 19:53

1.6k dilihat
Dokter Spesialis Anak Jadi Formula Baru Turunkan Stunting di Bondowoso
Kegiatan Posyandu di salah satu Puskesmas di Bondowoso, sebagai upaya mendeteksi penderita stunting. (Foto : Rizqi MardiantoSJP))

Bondowoso, SJP – Intervensi spesifik dan sensitif dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Bondowoso, harus seirama. Pasalnya, tahun ini angka stunting masih 32 persen, yang tersebar di 20 desa

Oleh karena itu kerjasama antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjadi pengampu penurutan stunting di Bondowoso, harus bersinergi, agar target penurunan sebesar 5,5 persen tahun 2023 ini bisa tercapai.

Saat ini, intervensi spesifik yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Bondowoso, dengan menyediakan layanan dokter spesialis anak. Sehingga, tumbuh kembang anak yang rentan stunting bisa diintervensi dengan serius.

“Tahun ini, kami baru melibatkan dan bekerjasama dengan dokter spesialis anak. Sehingga, segala bentuk upaya yang kami lakukan, benar-benar terarah dan penanganan anak yang stunting bisa maksimal,” kata Agus Winarno, Plt Kepala Dinas Kesehatan, Rabu (29/3/2023) di kantornya.

Keterlibatan dokter spesialis anak ini, diharapkan bisa mendeteksi apakah stunting yang diderita balita karena penyakit bawaan, atau memang karena faktor lain yang mempengaruhi semenjak di dalam kandungan.

“Nanti kita mudah menintervensinya, bagaimana penanganan dan solusinya. Mereka (dokter, red) juga memberikan waktu di luar jam dinas dan praktek, untuk memberikan pelayanan bagi penderita stunting,” tambahnya.

Kolaborasi antar OPD di Bondowoso, menjadi kunci agar angka stunting bisa terjun bebas, seperti halnya Kabupaten Pamekasan Madura yang turun drastis hingga angka 30 persen.

“Kami berharap adanya kolaborasi multi sektoral, baik di bidang kesehatan, pendidikan dan lembaga pemerintah. Sehingga bisa mewujudkan konvergensi yang baik demi pencegahan dan penurunan stunting di Bondowoso,” harapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, permasalahan stunting di Kabupaten Bondowoso ternyata masih tersebar di 11 kecamatan. Sedangkan yang terbanyak, tersebar di Kecamatan Tamanan, yakni 5 desa.

Tercatat, di Kecamatan Tamanan ada 5 desa dan menjadi kecamatan yang memiliki desa terbanyak yang masih masuk dalam lokus stunting. Diantaranya, Desa Sukosari, Kalianyar, Mengen, Tamanan dan Sumber Kemuning.

Untuk Kecamatan Tlogosari, Jambesari, Tegalampel, Wonosari dan Ijen masing-masing masih ada 2 desa. Sedangkan untuk Kecamatan Bondowoso, Cermee, Pakem, Dumber Wringin dan Grujugan, masing-masing hanya 1 desa yang masuk dalam lokus stunting. (*)

Pewarta: Rizqi Mardianto

Editor: Vebriansyah

Tags
Anda Sedang Membaca:

Dokter Spesialis Anak Jadi Formula Baru Turunkan Stunting di Bondowoso

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT