Jumat, 03 Februari 2023
Kesehatan

Kasus TBC Masih Tinggi, Penanganan Pasien Perlu Kolaborasi

profile
Senopati

21 Desember 2022 12:23

584 dilihat
Kasus TBC Masih Tinggi, Penanganan Pasien Perlu Kolaborasi
Penyampaian pernyataan bersama Upaya Kolaborasi Penanggulangan Tuberkulosis, yang diprakarsai YABHYSA Peduli TB bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Malang. (SJP)

KABUPATEN MALANG – Jumlah terduga (suspect) penyakit Tuberkulosis (TB/TBC) di Kabupaten Malang mencapai 30 ribu kasus lebih, namun baru sekitar 15 persen mendapatkan penanganan pengobatan. 

Menurut Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Tri Awighami Astoeti, di Kabupaten Malang penderita TBC ada, dan sampai saat baru 2.398 kasus TBC yang tertangani.

"Ada sejumlah 30.473 orang terduga TBC di Kabupaten Malang, dan hingga Desember 2022 ini, baru sejumlah 2.398 kasus TBC yang berhasil ditemukan dan diobati," kata dia, Selasa 20 Desember 2022 kemarin.

Dijelaskan Astoeti, kasus TB yang ditemukan ini berdasarkan pemeriksaan dahak orang yang terduga. Akan tetapi, menurutnya penanganan pasien TB yang sudah dilakukan ini masih jauh dibanding potensi 30 ribu lebih terduga TB yang masih menghantui. 

"Target estimasi penanganan TBC sesuai SPM (Standar Pelayanan Minimal) sendiri adalah 5.940 kasus. Dan, tingkat kesembuhan kasus TBC yang ditangani mencapai 86,12 persen dari kasus yang ditemukan. Sementara, target nasional tingkat kesembuhan harusnya 90 persen," beber Tri Awignami. 

Ia menambahkan, masih rendahnya kasus TBC yang ditemukan dan berhasil ditangani ini, diantaranya dikarenakan rendahnya pengidap TBC yang mengakses layanan pengobatan, dan orang terduga TBC yang belum berhasil mengeluarkan dahak saat pemeriksaan. 

"Kami meminta masyarakat untuk melaporkan pada Dinas Kesehatan apabila di daerah tersebut ditemukan warganya terindikasi TBC agar bisa tertangani dengan baik," tandasnya.

Pernyataan bersama Kolaborasi Penanggulangan Tuberkulosis ini diinisiasi Yayasan Bhanu Yasa Sejahtera YABHYSA Peduli TB Kabupaten Malang, dan dilakukan juga para pihak terkait.

Yakni, dari pihak Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Bappeda Kabupaten Malang, Ketua KOPI TB (Koalisi Organisasi Profesi Indonesia). Hadir pula, dari RSUD Kanjuruhan dan RS UMM

Ketua Koalisi Organisasi Profesi Indonesia Tuberkulosis, Bhakti Maulana Asnar menyatakan, kasus TB juga rentan terjadi di Kabupaten Malang, yang punya kondisi cuaca dingin dan lingkungan lembab.

Sehingga cenderung jadi habitat bagi berkembangnya virus, bakteri ataupun kuman TB. 

Menurutnya, TB harus ditangani sangat serius. Terlebih, masih ada stigma negatif yang masih dialami masyarakat pengidap penyakit tuberkulosis ini. 

Sementara itu, Ketua YABHYSA Peduli TB, Dina Herdiana mengungkapkan, kasus Tuberkulosis harus bisa dituntaskan hingga kesembuhan total. Menurutnya, potensi kasus positif TBC bisa terus bertambah jika tidak ditangani dengan serius. 

"Sementara ini, kami melakukan pendampingan sejak kasus TB ditemukan sampai pengobatan pasien benar-benar sembuh. Ada potensi terduga mengalami sakit, karena TB menular, terlebih di daerah-daerah populasi beresiko," beber Dina Herdiana. 

Bersama kader-kader terlatih, lanjutnya, sejauh ini pihaknya telah mendampingi setidaknya 450 pasien TB. Setelah ditemukan dan dilakukan pengobatan.

"Kami masih tetap dilakukan investigasi kontak kepada pasien indeks TB, setidaknya pada 20 orang di lingkungan terdekat pasien," pungkasnya. (Seno)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Kasus TBC Masih Tinggi, Penanganan Pasien Perlu Kolaborasi

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT