Rabu, 17 Agustus 2022
Kesehatan

Kegiatan GERMAS Yang Dinkes Diapresiasi Wakil Rakyat

profile
Achmad

28 Mei 2022 11:58

414 dilihat
Kegiatan GERMAS Yang Dinkes Diapresiasi Wakil Rakyat

LUMAJANG – Dalam upaya penguatan advokasi penerapan regulasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lumajang menyelenggarakan Pertemuan Advokasi Penyelenggaraan Regulasi Germas tahun 2022, di ruang Pisang Mas Kirana kantor Dinkes P2KB Kabupaten Lumajang, Jumat (27/5/2022) pagi.

Menurut Kepala Dinkes Kabupaten Lumajang, dr Bayu Wibowo Ignasius, kepada media ini mengatakan kalau hal tersebut merupakan salah satu tindakan promotif dan preventif sebagai upaya yang sangat efektif untuk mencegah meningkatnya kematian dan kesakitan akibat penyakit baik menular maupun tidak menular.

“Mengingat pencegahan penyakit akan sangat tergantung pada perilaku individu yang didukung oleh kualitas lingkungan, ketersediaan sarana dan prasarana serta dukungan regulasi untuk hidup sehat, diperlukan keterlibatan aktif seluruh komponen baik pemerintah pusat dan daerah, sektor non-pemerintah, dan masyarakat,” terang dr Bayu ketika diwawancarai awak media ini.

Gerakan yang sistematis dan terus menerus, kata dr Bayu sangat diperlukan untuk mendorong masyarakat berperilaku hidup sehat. Dan upaya promotif dan preventif ini, menurutnya, sejalan dengan RPJMN 2015-2019 yaitu upaya reformasi kesehatan yang difokuskan pada penguatan upaya kesehatan dasar (primary health care) dan penguatan upaya promotif dan preventif.

“GERMAS ini, juga merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan bagi setiap orang untuk hidup sehat agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud,” paparnya lagi.

Tujuan umum dari GERMAS, menurut dr Bayu adalah, untuk menurunkan beban penyakit menular dan penyakit tidak menular, baik kematian maupun kecacatan, menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan karena meningkatnya penyakit, menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas penduduk dan menghindarkan peningkatan beban finansial penduduk untuk pengeluaran kesehatan.

“Untuk mengoptimalkan penerapan GERMAS dari tingkat kabupaten sampai dengan tingkat desa/kelurahan, sangat dibutuhkan komitmen bersama dari pemangku kebijakan,” jelasnya.

Hal ini, diungkapkan dr Bayu, mengacu pada Inpres Nomor 1 Tahun 2017 tentang Germas dan Peraturan Menteri PPN Nomor 11 Tahun 2017 perihal Pedoman Umum Pelaksanaan Germas yang ditargetkan mampu merencanakan anggaran / kegiatan berkaitan dengan Germas secara berkesinambungan.

“TP – PKK menjadi salah satu stakeholder yang memiliki peranan penting dalam mensukseskan GERMAS di Kabupaten Lumajang khususnya pada masa pandemi Covid-19,” katanya.

Dinkes sendiri, kata dr Bayu, hanya selaku leading sector program Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat di bidang kesehatan memandang perlu melaksanakan advokasi dan koordinasi terkait Germas bagi stakeholder dengan harapan partisipasi stakeholder terkait mampu melakukan perubahan perilaku masyarakat kearah yang berperilaku hidup sehat.

Langkah Dinkes Kabupaten Lumajang diapresiasi oleh Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Lumajang, Supratman. Sebab dalam mengatasi masalah kesehatan masih menjadi sebuah tantangan serius di Indonesia, khususnya di Kabupaten Lumajang ini.

“Kini setidaknya masih ada triple burden atau tiga masalah kesehatan penting terkait pemberantasan penyakit infeksi, bertambahnya kasus penyakit tidak menular dan kemunculan kembali jenis penyakit yang seharusnya telah berhasil diatasi,” beber Supratman kepada wartawan siang tadi.

Perubahan pola hidup masyarakat yang makin modern inilah, menurut politisi PDIP ini akan menjadi salah satu dasar GERMAS dicanangkan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

“Banyak penyakit menular seperti diare, tuberkulosa hingga demam berdarah dahulu menjadi kasus kesehatan yang banyak ditemui, kini telah terjadi perubahan yang ditandai pada banyaknya kasus penyakit tidak menular seperti diabetes, kanker dan jantung koroner,” ucap wakil rakyat asal Kecamatan Senduro ini.

Dari yang Supratman baca dari bebrbagai buku, setidaknya terdapat 7 langkah penting dalam rangka menjalankan GERMAS, sebab merupakan bagian penting dari pembiasaan pola hidup sehat dalam masyarakat guna mencegah berbagai masalah kesehatan yang beresiko dialami oleh masyarakat, seperti melakukan aktivitas fisik, baik itu aktivitas fisik karena bekerja maupun berolah raga.

Selain itu, kata Supratman, keinginan masyarakat untuk makan makanan praktis dan enak seringkali menjadikan berkurangnya waktu untuk makan buah dan sayur yang sebenarnya jauh lebih sehat dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Beberapa jenis makanan dan minuman seperti junk food dan minuman bersoda sebaiknya dikurangi atau dihentikan konsumsinya.

“Menambah jumlah konsumsi makanan dari buah dan sayur merupakan contoh GERMAS yang dapat dilakukan oleh siapapun. Selain itu tidak merokok, tidak mengkonsumsi minuman beralkohol, melakukan cek kesehatan secara berkala sebab ini memiliki manfaat untuk dapat memudahkan mendeteksi penyakit atau masalah kesehatan lebih dini,” tambahnya.

Selanjutnya GERMAS ini, menurutnya, juga bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar kita, dan menggunakan jamban, sebab aktivitas buang kotoran di luar jamban dapat meningkatkan resiko penularan berbagai jenis penyakit sekaligus menurunkan kualitas lingkungan.

“Secara umum, tujuan GERMAS adalah menjalani hidup yang lebih sehat. Gaya hidup sehat akan memberi banyak manfaat, mulai dari peningkatan kualitas kesehatan hingga peningkatan produktivitas seseorang. Hal penting lain yang tidak boleh dilupakan dari gaya hidup sehat adalah lingkungan yang bersih dan sehat serta berkurangnya resiko membuang lebih banyak uang untuk biaya berobat ketika sakit,” pungkasnya.

Tags
Anda Sedang Membaca:

Kegiatan GERMAS Yang Dinkes Diapresiasi Wakil Rakyat

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT