Jumat, 20 Mei 2022
Kesehatan

Kunjungi Dawarblandong Monjokerto, Gubernur Khofifah Bersama Konjen Australia Siapkan Penanganan PMK

profile
Andy

11 Mei 2022 20:17

624 dilihat
Kunjungi Dawarblandong Monjokerto, Gubernur Khofifah Bersama Konjen Australia Siapkan Penanganan PMK
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau penyuntikan vitamin pada hewan terkena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

MOJOKERTO - Kunjungi Dawarblandong Mojokerto, Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa siapkan penanganan Penyakit Mulut dan Kuku pada Sapi, Rabu (11/5/2022) sore.

Tak tanggung-tanggung, Gubernur Khofifah juga mengajak Konjen Australia Fiona Hoggart dan Trade Commissioner Australia di Surabaya, Lauren Adams di Dusun Manyarsari, Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto untuk meninjau langsung ke lokasi.

Dengan memakai Alat Pelindung Diri (APD) hingga masker, Khofifah yang didampingi Konjen Australia, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, Kapolres Mojokerto Kota AKBP Rofiq Ripto dan Kepala Dinas berjibaku turun mengecek kondisi hewan di kandang yang cukup bau, yang sudah disiapkan untuk isolasi yang terkena PMK ini.

Ketika diwawancarai oleh awak Media, Gubernur Khofifah menyampaikan pendekatannya ini sangat mirip dengan proses pengendalian Covid-19. Ketemu kasus isolasi, ketemu kasus isolasi, kalau Covid-19 kan isolasi mandiri (isoman), kalau PMK ini isolasinya berbasis kandang, karantinanya berbasis kandang, yang ada di area yang terkonfirmasi positif.

"Pengecekannya melalui PCR, RT-PCR, ketika didapati ada yang positif. Maka seluruh hewan di situ tidak boleh keluar, yang di luar tidak boleh masuk. Jadi supaya tidak ada transmisi dari PMK, Insyaallah prosesnya kita lakukan sangat cepat. Kawan-kawan juga melihat di sini tadi suntikannya tinggal vitamin, kalau masih ada proses awal gitu, kita masih melihat penyuntikan dengan antiniotik dan analgesik," ungkapnya.

Gubernur Jatim bersama Konjen Australia meninjau lokasi PMK pada Hewan

Lebih lanjut dikatakannya, ini tadi tinggal vitamin berarti tinggal menambah nafsu makan. Jadi proses ini mudah-mudahan terus bisa membaik dan proses penyemprotan disinfektan tetap dilakukan secara masif. Titik-titik di mana pasar hewan yang sudah ditutup sementara, pihaknya memastikan sudah dilakukan penyemprotan disinfektan.

"Sehingga ketika seluruh hewan itu sehat kembali, pasar hewan itu dapat aktif, semuanya sudah baik. Terkait ketersediaan obat, kita sudah meminta ke kementerian pertanian. Alhamdulilah, terima kasih Bu Konjen Australia sudah datang, nantinya Pemerintah Australia akan membantu melalui kementerian pertanian. Tapi misalanya, kalau nanti dikoordinasikan langsung bisa dikirim ke Jawa Timur, bisa lebih bagus, jadi obatnya antibiotik, analgesik dan vitamin. Tiga ini yang dibutuhkan agar bisa lebih masif penanganannya, sehingga diharapkan petani dan peternak bisa lebih tenang lagi," tandasnya.

Sementara itu, Bupati Ikfina mengatakan, dalam mengantisipasi penularan PMK pada hewan ternak sapi, Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Dinas Pertanian (Disperta) melakukan gerak cepat dalam mengantisipasi penularan terhadap hewan ternak sapi yang ada di wilayah Kabupaten Mojokerto.

"Kita berusaha untuk mengerem proses penyaluran ini sambil juga segera kita melakukan indentifikasi pemetaan dari semua kelompok peternakan yang ada di Kabupaten Mojokerto, karena penyakit ini punya masa inkubasi sampai dua minggu," tuturnya.

Ikfina menjelaskan, hasil temuan kasus PMK terhitung sejak tanggal 3 Mei 2022, pemerintah terus menyatukan perkembangan hewan ternak yang terkena PMK selama masa inkubasi. Sebenarnya, selama masa inkubasi, sapi yang terjangkit PMK bisa sembuh dengan sendirinya.

Gubernur Khofifah mengecek kesiapan APD, Antibiotik, Analgesik hingga Vitamin untuk pengobatan PMK pada hewan 

"Kita akan melakukan tindakan cepat terhadap sapi-sapi yang tertular, mempercepat proses penyembuhan. Jadi jika yang terinfeksi, langsung mendapatkan penanganan, dengan disuntik obat, dan diberi vitamin, kondisinya akan lebih baik," pungaksnya.  

Orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kabupaten Mojokerto ini menjelaskan, penyakit ini memiliki tingkat kematian serotif yang rendah, sehingga kematian masih tergolong minim, dibandingkan jumlah populasi sapi yang terinfeksi. 

Seperti sebelumnya, berdasarkan data Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto per 10 Mei 2022, jumlah kasus hewan terjangkit PMK mencapai 622 kasus. Dengan rincian 607 kasus pada sapi potong dan 15 kasus pada sapi perah.

Disisi lain, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Iwan Abdillah sudah mendata semua pedagang dengan menelusuri asal daging yang dijual memastikan bahwa daging berasal dari Rumah Potong Hewan (RPH).

"Kalau di RPH, sebelum dan sesudah disembelih ada pemeriksaan dari tenaga kesehatan hewan, jadi lebih terjamin keamanan dan kesehatannya," ungkap Iwan.

Sebelumnya, Hewan yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau foot and mouth disease di Kabupaten Mojokerto mulai menunjukkan ada kesembuhan.

Data dari Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto per 10 Mei 2022, jumlah total kasus hewan terjangkit PMK mencapai 622 kasus. Dengan rincian 607 kasus pada sapi potong dan 15 kasus pada sapi perah.

Selanjutnya Disperta Kabupaten Mojokerto mencatat adanya 2 sapi yang sembuh total setelah terjangkit PMK di Kecamatan Mojoanyar, dan 1 ekor sapi di Kecamatan Jetis.

Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menjangkit hewan ternak di Kabupaten Mojokerto teridentifikasi sejak 3 Mei 2022 lalu.

Menindaklanjuti hasil rapat koordinasi bersama Mentan RI dan Gubernur Jatim yang berlangsung di Gedung Negara Grahadi Surabaya beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui tim paramedis Disperta Kabupaten Mojokerto berupaya keras melakukan penanganan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Nurul Istiqomah, menyampaikan, tim Disperta Kabupaten Mojokerto telah dioptimalkan untuk melakukan penanganan terhadap PMK yang melanda Kabupaten Mojokerto.

Setiap harinya, lanjut Nurul, tim Disperta Kabupaten Mojokerto disebar untuk melakukan penanganan langsung terhadap hewan ternak dan melakukan sosialisasi PMK kepada peternak.

“Setiap hari tim kami (Disperta) sudah kami optimalkan, melakukan penanganan langsung ke hewan ternak yang terjangkit PMK, surveilans juga kita lakukan. Selain itu juga ada tim yang melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait PMK ini,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan, hewan yang terjangkit PMK ini bisa sembuh dengan cara diberikan obat dan vaksin.

“Setelah diberikan support obat-obatan, kita pantau, tanda awal kalau ada kesembuhan, ditandai dengan meredanya demam. Kemudian nafsu makan pada hewan kembali,” jelasnya.

Usai diberikan obat, Nurul mengatakan, dalam jangka waktu 10 hari, hewan yang terjangkit PMK bisa sembuh total.

“7 hari itu sudah bagus, tapi untuk sembuh total, agak lama, sampai lepuh-lepuhnya hilang, itu biasanya estimasi 10 hari,” terangnya.

Dengan penanganan optimal, serta kerjasama dengan seluruh pihak yang ada dalam menangani PMK ini, diharapkan Kabupaten Mojokerto segera terbebas dari wabah penyakit mulut dan kuku.

Tags
Anda Sedang Membaca:

Kunjungi Dawarblandong Monjokerto, Gubernur Khofifah Bersama Konjen Australia Siapkan Penanganan PMK

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT