Sabtu, 21 Mei 2022
Kesehatan

Ning Ita Pastikan Hewan Ternak di Kota Mojokerto Aman dan Sehat Dikonsumsi

profile
Andy

11 Mei 2022 10:55

378 dilihat
Ning Ita Pastikan Hewan Ternak di Kota Mojokerto Aman dan Sehat Dikonsumsi
Wali Kota Mojokerto Ning Ita dan Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian. (SJP)

KOTA MOJOKERTO - Sejak ditetapkannya status wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di sejumlah kabupaten di Jawa Timur, Pemkot Mojokerto pun mengambil langkah cepat. Hal itu demi memastikan hewan ternak di Kota Mojokerto terbebas dari penyakit tersebut.

Wali kota Mojokerto, Ika Puspitasari pasca rakor bersama DKPP di Sabha Mandala Madya Pemkot Mojokerto, Selasa (10/5/2022) menegaskan Tidak ada hewan yang sakit atau menunjukkan gejala penyakit PMK.

"Alhamdulillah, berdasarkan pemantauan di lapangan, data terakhir hingga tiga hari kemarin, menunjukkan hewan ternak di pasar hewan kita aman, ujar dia.

Mengingat persebaran virus penyakit ini bisa terjadi lewat udara (Airbone), pemantauan terhadap lalu lintas sapi, kambing, kerbau, atau hewan ternak lain yang masuk ke Kota Mojokerto menjadi kunci.

Selain hewan ternak, masih kata Ning Ita panggilan akrabnya, yang diperdagangkan di pasar hewan, pemeriksaan (skrining) juga dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH).

"Kami perketat pemeriksaan sapi-sapi yang masuk ke RPH. Sebelum dipotong, harus ada pemeriksaan dengan detail oleh dokter hewan yang memang sudah ditugaskan di setiap RPH di Kota Mojokerto," tambah Ning Ita.

Lebih lanjut, mekanisme screening dijelaskan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Happy Dwi Prasetiawan.

"Sebelum dipotong wajib untuk diperiksa dulu oleh dokter hewan. Kalau sehat, boleh disembelih. Tapi, jika ada gejala, maka sapi akan di karantina dulu. Jangan sampai ada interaksi dengan sapi-sapi lainnya," tuturnya.

Ia juga menyebut bahwa pihaknya akan menambahkan jumlah dokter hewan yang diterjunkan di lapangan.

"Hal tersebut demi menjaga sapi atau hewan ternak lainnya di Kota Mojokerto tetap berstatus sehat," ungkap Happy.

Meskipun sapi dengan penyakit ini boleh dikonsumsi, kecuali jeroan dan organ yang terinfeksi virus, pihaknya tetap berupaya untuk menjaga kualitas daging yang akan dikonsumsi masyarakat.

"Karena, hal tersebut merupakan bagian dari komitmen dalam melayani masyarakat," imbuh dia.

Sementara terkait isu penutupan pasar hewan, Wali kota Ika Puspitasari menyatakan pihaknya tidak akan mengambil langkah tersebut.

"Karena berdasarkan Surat Edaran dari provinsi, Kota Mojokerto tidak termasuk dalam daftar daerah yang diharuskannya penutupan," katanya.

Selain itu, lanjut Happy, karena memang faktanya sampai hari ini tidak ada temuan di wilayah kita. Jadi tidak perlu ada penutupan pasar hewan.

Editor: Doi Nuri

Tags
Anda Sedang Membaca:

Ning Ita Pastikan Hewan Ternak di Kota Mojokerto Aman dan Sehat Dikonsumsi

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT