Selasa, 27 September 2022
Kesehatan

Rembuk Stunting, Wabup Malang Minta Akhir Tahun 2022 Ini Harus Tuntas

profile
Senopati

08 September 2022 09:15

431 dilihat
Rembuk Stunting, Wabup Malang Minta Akhir Tahun 2022 Ini Harus Tuntas
Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto saat ditemui awak media usai acara Rembuk Stunting. (SJP)

KABUPATEN MALANG – Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Pemerintahan Desa (Pemdes) bekerjasama tuntaskan stunting hingga akhir tahun 2022.

Maat menghadiri Rembuk Stunting di Kepanjen, Selasa siang 7 September 2022 kemarin, Didik menegaskan permasalahan gizi buruk atau stunting pada anak balita, serta ibu menyusui minimal ada penurunan angka di Kabupaten Malang.

"Agar penanganan stunting dapat tepat dan tercapai memang memerlukan kerjasama antar semua OPD," kata Didik.

Tentunya, Didik mengatakan, dengan penanggung jawab Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) dan Dinas Kesehatan serta Pemdes.

"Porsi harus dibagi secara bersama sama, sehingga percepatan penanganan stunting bisa terselesaikan," kata Didik dia.

Wabup Malang menambahkan, selain dukungan Sumber Daya Manusia dari seluruh OPD, penanganan percepatan stunting harus didukung dengan anggaran yang memadai.

"Untuk itu Rembuk Stunting ini sangat penting, yang nanti kesimpulannya diturunkan ke setiap OPD sesuai arahan, dan perintah Bapak Bupati agar stunting dapat terselesaikan pada akhir 2022 ini," jelas Didik.

Untuk target, lanjut Didik, setiap tahun harus ada penurunan angka stunting di Kabupaten Malang ini, saat ini data angka stunting di Kabupaten Malang 8,1 persen memang berbeda dengan dari Pemerintah pusat yang mencapai yang mencapai 23 persen 

"Alhamdulillah sampai saat ini di bulan Agustus, dari data yang kami miliki angka stunting di Kabupaten Malang 8,1 persen atau sebanyak 6223 anak sedangkan dari pemerintah pusat memang ada perbedaan yang angkanya mencapai 23 persen. Data yang kami miliki ini yang harus dipertanggungjawabkan ke publik," beber Wabup Malang.

Karena ini menyangkut kepentingan warga masyarakat kabupaten Malang dan membutuhkan percepatan penanganan, Pemerintah Daerah akan selalu memberikan suport.

"Untuk pelaksanaannya kita menunggu setelah Rembuk Stunting ini, setelah itu baru penganggarannya diambilkan dari Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun 2022 ini yang nanti dibagi beberapa OPD yang ada ikut masuk penangan stunting ini," tandas Wabup Malang.

Didik mengajak seluruh OPD dan PemDes lebih serius dalam penanganan stunting ini, karena dari data yang ada dilapangan aktivasinya cukup bagus.

"Jadi kita harus bareng bareng (bersama-sama) dalam penanganan stunting ini, karena data aktivasi dilapangan cukup bagus, jadi kita nantinya lebih maksimal lagi karena Pemkab Malang juga serius dalam permasalahan stunting ini," pungkasnya. (Seno)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Rembuk Stunting, Wabup Malang Minta Akhir Tahun 2022 Ini Harus Tuntas

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT