Selasa, 28 Juni 2022
Kesehatan

Vaksinasi Pelajar Rendah, DPRD Lumajang Minta Nakes Turun ke Lembaga Sebagai Upaya Jemput Bola

profile
Achmad

18 Mei 2022 13:50

383 dilihat
Vaksinasi Pelajar Rendah, DPRD Lumajang Minta Nakes Turun ke Lembaga Sebagai Upaya Jemput Bola

LUMAJANG - Sebagai upaya percepatan vaksinasi Covid-19 pada pelajar, DPRD Kabupaten Lumajang, menyampaikan untuk tenaga kesehatan (Nakes) melakukan sistem “jemput bola” kepada lembaga pendidikan.

Kata Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Lumajang, Supratman, hal ini sangat memudahkan mobilisasi masyarakat di lingkungan pendidikan. 

"Melalui cara ini, Nakes mendatangi lembaga pendidikan guna menjangkau pelajar yang belum divaksin," ungkapnya lagi. 

Upaya “jemput bola” ini, kata politisi PDIP ini juga dilakukan untuk mempercepat dan 
menghabiskan stok vaksin yang telah mendekati masa kedaluwarsa, dan menjadikan masyarakat menjadi proaktif. 

"Alhamdulillah saat ini kurva kasus harian Covid-19 tengah melandai sehingga masyarakat dapat lebih menjaga diri, namun jika dirasa vaksinasi pelajar masih rendah, nakes diminta turun ke lembaga, supaya angkanya naik," katanya lagi.

Sementara itu, dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lumajang, dr Bayu Wibowo Ignasius, capaian vaksinasi Covid-19, Kabupaten Lumajang berada diurutan 34 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

"Sebagian besar kabupaten/kota berada di level 2, untuk Propinsi Jawa Timur, hanya Pamekasan saja di level 3," jelas dr Bayu.

Syarat level 2, diungkapkan Dr Bayu, yaitu vaksinasi dosis 2, untuk masyarakat umum harus mencapai 60 persen dan Lansia mencapai 40 persen.

Selain keterpakaian ruang isolasi, bobot 60 persen, itu terdiri dari vaksinasi 25 persen dan tracing 15 persen.

"Anak-anak kendala pada ijin orang tua dan Lansia kendala pada keluarga juga. Ada aturan yang berbeda dari Kemendikbud, yang intinya, vaksinasi tidak menjadi persyaratan pembelajaran tatap muka, bukan melarang," paparnya lagi. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lumajang, Agus Salim, kepada media ini menerangkan kalau tidak hanya sosialisasi saja bahkan pihaknya juga bersurat dan lakukan tindak lanjut dan turba untuk bisa suksesnya giat vaksin pada usia pelajar. 

"Kesimpulannya untuk mengedukasi masyarakat akan sadar dan paham manfaat vaksin berikut diikuti, diperlukan kesabaran dan ketelatenan," terangnya.

Agus Salim juga menyarankan untuk vaksin pelajar bisa juga mengkonfirmasi kepada pihak Kemenag Kabupaten Lumajang dan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim wilayah Jember Lumajang.

"Nanti biar utuh informasi soal vaksin pelajar mas," pungkasnya.

Dari informasi yang didapatkan, pemerataan vaksinasi di suatu daerah, merupakan salah satu tindakan kekarantinaan kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (2) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. 

Selain itu, vaksinasi juga merupakan upaya penanggulangan wabah sebagaimana tertera dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular Pasal 5.

Tags
Anda Sedang Membaca:

Vaksinasi Pelajar Rendah, DPRD Lumajang Minta Nakes Turun ke Lembaga Sebagai Upaya Jemput Bola

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT