Selasa, 28 Juni 2022
Komunitas

Gelar Gathering Pekerja Pers, RSI Hasanah Kota Mojokerto Bagikan Kacamata Gratis untuk Wartawan

profile
Andy

30 Mei 2022 20:10

542 dilihat
Gelar Gathering Pekerja Pers, RSI Hasanah Kota Mojokerto Bagikan Kacamata Gratis untuk Wartawan
Pemberian kacamat gratis oleh Direktur RSI Hasanah Muhammadiyah Kota Mojokerto, dr. Dwi Rizki Wulandari, M.Pd kepada awak media.

KOTA MOJOKERTO - Gelar gathering pekerja pers, Rumah Sakit Islam (RSI) Hasanah Muhammadiyah membagikan kacamata gratis untuk puluhan wartawan di Lynn Hotel, Jalan Empunala nomor 87 Kota Mojokerto.

Sebelumnya, dengan menggandeng PWI dan IJTI Mojokerto Raya, RSI Hasanah mengadakan skrining mata gratis, yang dimulai sejak tanggal 11 hingga 28 April lalu di Poli Matanya, Jalan Jl. HOS Cokro Aminotonomor 26 - 28 Kota Mojokerto.

Direktur RSI Hasanah Muhammadiyah Kota Mojokerto, dr. Dwi Rizki Wulandari, M.Pd menyampaikan, gathering ini digelar dalam rangka menjalin silaturahmi dan kerja sama dengan pekerja pers di Mojokerto.

“Sebelum gathering ini, kami menggandeng PWI dan IJTI menggelar pemeriksaan mata gratis pada bulan puasa lalu. Pemeriksaan mata gratis tersebut diikuti puluhan,” jelas dr Kiky sapaan akrab Direktur RSI Hasanah ketika memberikan sambutan.

Lebih lanjut dikatakannya, wartawan merupakan mitra strategis RSI Hasanah dalam menyuarakan pemberitaan positif terkait rumah sakit milik Yayasan Muhamadiyah tersebut.

"Saat mengikuti acara Public Relation Award di salah satu media, seketika itu mata saya terbuka. Bahwa sebagai instansi pemberi layanan publik kami harus menjalin hubungan dengan publik. Dan wartawan adalah profesi yang memiliki konektivitas publik sangat tidak terbatas," ungkapnya.

dr Kiki menyebut, sebagai rumah sakit swasta di Kota Mojokerto, RSI Hasanah terus melakukan pembenahan dan perubahan. Salah satunya dengan memperbaiki fasilitas pelayanan. 

"Tahun ini kita reborn, selain membangun ruang rawat inap baru, kita juga sudah membeli lahan untuk tempat parkir.  Selama ini kita sungkan sama Bu Wali kota, soalnya kita dianggap menyumbang kemacetan lalu lintas di jalan Cokroaminoto Kota Mojokerto," cetusnya.

Ia juga berharap, acara gathering ini dapat menambah jalinan keakraban antara RSI Hasanah dengan wartawan Mojokerto. Selain juga meminta media untuk bersikap obyektif memberitakan segala hal terkait RSI Hasanah. 

"Kalau sekiranya ada informasi yang tidak benar, tolong kami dikabari. Karena kadang lantaran sibuk memberi pelayanan sampai tidak tahu kabar di luar. Dan sebaliknya kalau ada pemberitaan positif, mohon bantuan publikasinya," pungkasnya.

Ketua PWI Mojokerto, Sholahudin

Sementara itu, Ketua PWI Mojokerto, Sholahudin mengucapkan terima kasih kepada RSI Hasanah karena turut berpartisipasi dalam acara Hari Pers Nasional (HPN) kemarin dengan program periksa mata dan membagi kaca mata gratis bagi insan pers Mojokerto.

"Kadang karena sering bersentuhan dengan gadget saat menjalankan tugas jurnalistik membuat mata kita agak bermasalah. Untuk itu bantuan kacamata gratis ini sangat berarti bagi kita semua," ujarnya.

Penyampaian Konjungtivitis oleh dr Nuke Erlina Mayasari, SpM (Poli Mata RSI Hasanah)

dr Nuke Erlina Mayasari, SpM

Dalam acara gathering tersebut, juga ada pemaparan materi terkait penyakit konjungtivitis dari dr Nuke Erlina Mayasari, SpM. Pasalnya, penyakit mata merah ini marak terjadi usai hari raya idul fitri.

dr Nuke Erlina Mayasari, SpM menyampaikan, penyakit mata merah tersebut adalah Konjungtivitis. Yang bisa disebabkan oleh virus, bakteri ataupun alergi.

"Gelajanya adalah mata merah, gatal, pebesaran kelenjar getah bening, terasa panas / terbakar, kelompak mata bengkak hingga cairan gatal. Jika kondisi darurat, tidak memungkinkan ke puskesmas atau rumah sakit, untuk sementara bisa menggunakan Insto, Visine," ungkap dr Nuke Erlina Mayasari.

Lebih lanjut dr Nuke mengatakan, penggunaan obat tetes mata itu maksimal 2 hari. Jika tak kunjung sembuh, pasien bisa segera datang ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan.

"Penyakit ini bisa menular melalui kontak fisik, namun bukan berarti ketika kita melihat mata (saling tatap) dengan seorang penderita konjungtivitis otomatis tertular. Penularan terjadi jika seorang penderita ini mengucek matanya sehingga tangannya terkena cairan dari mata tersebut lalu memegang handuk atau peralatan lainnya, inilah yang bisa menularkan kepada orang lain," jelasnya.

Menurutnya, ada beberapa faktor risikonya. Pertama, kontak langsung dengan air mata, jari tangan atau sapu tangan orang yang sakit. Kedua, pemakaian lensa kontak tanpa dilepas atau dalam jangka panjang. Ketiga, terpapar allergen (zat pencetus alergi) dan jarang menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

"Untuk pengobatan, tergantung penyebabnya. Bisa menggunakan tetes mata artificial tears, sedangkan kalau gatal bisa dikompres dengan handuk yang dingin. Jika belum sembuh juga segeralah ke dokter," tukasnya.

"Sedangkan pencegahannya, dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Seperti, sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, tidak memakai handuk bersamaan, mengganti seprai, sarung bantal dan guling secara berkala, istirahat yang cukup, makan makanan bergizi dan istirahat yang cukup," pungkasnya.

Tags
Anda Sedang Membaca:

Gelar Gathering Pekerja Pers, RSI Hasanah Kota Mojokerto Bagikan Kacamata Gratis untuk Wartawan

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT