Selasa, 27 September 2022
Komunitas

Naskah Teater Bung Karno Akan Dipentaskan di Kota Malang

profile
Doi

25 Agustus 2022 15:17

533 dilihat
Naskah Teater Bung Karno Akan Dipentaskan di Kota Malang
Merefleksikan jiwa seni sang proklamator, Repdem akan pentaskan naskah teater karya Bung Karno. (SJP)

KOTA MALANG – Melanjutkan perayaan bulan kemerdekaan Republik Indonesia ke 77, Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Kota Malang, siapkan pementasan naskah teater Bung Karno.

Bung Karno, dalam masa pengasingannya di Bengkulu pada 1938 hingga 1942, setiap harinya sang proklamator mengisi harinya dengan menulis naskah Tonil, atau drama teater.

Tonil berasal dari bahasa Belanda, yang artinya 'pertunjukan'. Istilah tonil sendiri cukup populer saat penjajahan Belanda di Indonesia.

Selain tersohor sebagai tokoh politik ideologis, Repdem Kota Malang ingin memperkenalkan Soekarno yang pernah sukses sebagai penulis naskah, sutradara, manajer, dan sekaligus produser dari kelompok sandiwara itu. 

Hal itu sempat menjadi bahan perbincangan dalam diskusi budaya oleh para pemuda di Kota Malang pada Rabu malam 24 Agustus 2022 kemarin, untuk selanjutnya akan dipentaskan pada tanggal 30 Agustus 2022 mendatang.

Pimpinan Produksi Pementasan, Dimas Novib Septinov, mengatakan jika dari sekitar 12 naskar teater Bung Karno, pihaknya memilih judul Chungking Djakarta untuk dipentaskan di Gedung Kesenian Gajayana, Kota Malang.

"Kita pilih Chungking Djakarta karena unik saat itu dipentaskan ketika menjadi tahanan di Bengkulu," katanya. 

Nantinya dalam pertunjukan tersebut, kata Dimas, akan diperankan oleh beberapa pemain dari kelompok teater, dengan harapan kami akan menyajikan ulang pementasan secara utuh.

"Seperti bagaimana Bung Karno pada saat dahulu mementaskan, tujuannya merawat pikiran bung karno, kalau buku politiknya banyak dibaca, tapi gagasan beliau dalam kesenian belum banyak diketahui," katanya.

Ditempat yang sama, Guru Besar Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang, Prof Dr Djoko Saryono MPd memaparkan kepandaian Soekarno dalam menulis naskah, tidak terlepas dari pendidikan tinggi yang didapatkan kala itu. 

"Semasa pengasingan di Ende kurun waktu 1934 hingga 1938, Bung Karno membentuk kelompok sandiwara yang diberi nama 'Kelimutu' dan menulis 12 naskah sandiwara," papar Djoko.

Dalam hal penulisan naskah, masih kata Djoko, Bung Karno rupanya tidak mau asal-asalan. "Ia berusaha mempelajari berbagai macam cabang ilmu pengetahuan, termasuk ilmu sejarah dan sastra - bahasa," tegas dia.

Referensi pengetahuan, lanjut Djoko, serta wawasan kebangsaan Bung Karno yang sangat luas, menjadi entitas yang tak terpisahkan dalam implementasi proses gagasan atau ide kreatifnya.

"Tanpa pengetahuan luas, akan sulit bagi seorang Bung Karno dalam menciptakan ide-ide kreatif, seperti menginterpretasi film Franskenstein yang amat populer pada saat itu menjadi lakon Dr Sjaitan dan Koetkoetbi," ucapnya keheranan.

Djoko juga menjelaskan bagaimana dalam naskah Rainbow, Bung Karno juga terlihat amat cerdas menggiring alur cerita berbau roman sejarah yang penuh semangat patriotik, meskipun dalam cerita tokoh sentral yang romantis berakhir dengan tragis atau 'romantis membawa tragis'.

Semangat nasionalisme dan wawasan kebangsaan yang dibangun oleh Bung Karno terbaca jelas dalam naskah berjudul Chungking Djakarta yang menggambarkan semangat kesadaran nasionalisme bangsa Asia melawan bangsa kolonial.

Sebagai informasi, pementasan Tonil atau Teater dengan naskah Chungking Djakarta, disutradarai oleh seniman teater senior Doni Kus Indarto dan maestro musik klasik Ugik Arbanat bersama kelompok musik Soegeng Rawoeh.

Bentuk pertunjukan Toneel, berbeda dengan pertunjukan teater modern. Musik Toneel identik dengan musik gambus, dan pemusik berada di depan panggung, sementara untuk pergantian adegan menggunakan selambu besar tanpa lighting.

Pementasan Tonil dengan naskah Chungking Djakarta, akan dipentaskan 18.00 dalam durasi 90 menit secara gratis di Gedung Kesenian Gajayana, terbatas untuk 300 penonton. (Doi Nuri)

Editor: Redaksi 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Naskah Teater Bung Karno Akan Dipentaskan di Kota Malang

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT