Minggu, 22 Mei 2022
Komunitas

Refleksi Harlah ke-62 PMII Mojokerto, Gus Barra Bicara Tentang Pergerakan Mahasiswa

profile
Andy

12 April 2022 20:18

551 dilihat
Refleksi Harlah ke-62 PMII Mojokerto, Gus Barra Bicara Tentang Pergerakan Mahasiswa
Wabup Mojokerto Gus Barra saat menyampaikan sambutan di Harlah PMII ke-62. (SJP)

MOJOKERTO - Refleksi Hari Lahir ke-62, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Mojokerto Gelar Tausiah Pergerakan, Selasa (12/4/2022) sore.

Dengan mengusung tema "Transformasui Gerakan Merawat Peradaban", ratusan anggota dan IKA - PMII memadati Guest House Institut KH Abdul Chalim (IKHAC), Bendunganjati, Kecamatan  Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto Muhammad Albarraa menyampaikan, pentingnya sebuah pergerakan mahasiswa dalam menentukan wajah sebuah bangsa.

"Tidak bisa kita pungkiri, sebuah pegerakan mahasiswa bisa menentukan wajah dan arah bangsa ke depan. Bahkan ketika mahasiswa bergerak, akan berpengaruh serta dapat mengubah kebijakan yang diambil oleh seorang pemimpin," terang Gus Barra, sapaan akrab Wakil Bupati Mojokerto.

Senada dengan Wabup Mojokerto, Ketua IKA-PMII Mojokerto Hidayat menyampaikan, sebuah pergerakan mahasiswa haruslah memiliki makna, tujuan dan motivasi perjuangan yang jelas, jangan karena ikut-ikutan.

"Di Jakarta kemarin ada mahasiswa yang membawa poster bertuliskkan "Lebih Baik Tiga Ronde Daripada Tiga Periode", ada lagi yang lain bertuliskan "Lebih Diperpendek, Daripada Diperpanjang", tentunya tidak bisa  keduanya karena ada konstitusi yang membatasi masa jabatan presiden," ungkap Hidayat.

Lebih lanjut dikatakannya, mari kita menjalani Kiai Asep dalam sebuah perjuangan yang sudah terbukti berhasil.

"Maknailah perjuangan itu dengan benar, dengan cara-cara yang tidak bertentangan dengan hukum, etika dan moral. Nikmatilah kuliah, nikmatilah pergerakan dan perjuangan agar tidak keluar dengan visi, misi PMII," tandasnya.

Pemotongan tumpeng Harlah PMII ke-62

Sedangkan, Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Prof DR KH Asep Saifuddin Chalim menyampaikan, pentingnya keilmuan dan ketakwaan untuk mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur.

"Saya prihatin dengan semakin tersingkirnya kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sebagai figur penerus PBNU. Sebaliknya, justru kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang mulai dominan. Padahal PMII salah satu wadah kaderasi bagi NU yang tidak diragukan lagi keberhasilanya dalam melahirkan tokoh-tokoh berpengaruh. Selain itu, kaderasi yang dijalankan di tubuh PMII sepenuhnya sudah seperti prinsip-prinsip Nahdlatul Ulama," ungkap Kiai Asep Saifuddin Chalim.

Lebih lanjut dikatakannya, diharapkan PMII bisa menjadi Ketua PBNU. Kiai Asep berharap jabatan struktural PBNU betul-betul diisi kader murni NU. 

"Jabatan penting seperti Rais Am, Syuriah dan Ketua Umum PBNU harus benar-benar kader murni Nahdlatul Ulama, yakni PMII karena merupakan organisasi sayap NU yang al sunnah wal jamaah," pungkasnya.

Editor: Doi Nuri

Tags
Anda Sedang Membaca:

Refleksi Harlah ke-62 PMII Mojokerto, Gus Barra Bicara Tentang Pergerakan Mahasiswa

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT