Kamis, 06 Oktober 2022
Kriminal

Baku Pukul Mantan Kadis Vs Aktivis Senior di Banyuwangi, Berujung Saling Lapor 

profile
Ikhwan

26 Agustus 2022 18:23

505 dilihat
Baku Pukul Mantan Kadis Vs Aktivis Senior di Banyuwangi, Berujung Saling Lapor 
Capture rekaman CCTV di rumah Hary Cahyo Purnomo (Sumber : Hary for Suarajatimpost.com)

BANYUWANGI - Aksi baku pukul antara mantan Kadis Perikanan Banyuwangi Hary Cahyo Purnomo versus Aktivis Senior S. Yono Abbas berbuntut panjang.

Kedua pesohor itu saling lapor ke kepolisian. Keduanya sama-sama 'kekeuh' menjadi korban tindakan perkelahian tersebut.

"Keduanya sudah saling lapor, dari laporan keduanya sudah kita tangani untuk dilakukan pendalaman," kata Kasatreskrim Kompol Agus Sobarnapraja, Jumat (26/8/2022).

Agus menyebut bila saat ini penyidik masih melakukan pendalaman. Penyidik masih mengumpulkan alat bukti dan barang bukti (BB) termasuk juga mengumpulkan keterangan dari kedua pelapor.

"Keduanya saat ini masih sebagai pelapor, untuk nantinya dilakukan pendalaman lagi lebih lanjut," ujarnya.

Masih Agus, perkara tersebut kemungkinan bisa diselesaikan secara damai atau dilakukan restoratif justice (RJ). Namun hal itu dapat dilakukan selama ada kemauan dari kedua pelapor.

"Keluarnya RJ itu tergantung permohonan, jika memang keduanya sepakat berdamai maka kita bisa mengeluarkan RJ," tegasnya.

Sementara itu mantan kadis perikanan HCP melaporkan balik S. Yono Abbas atau akrab disapa Cak No karena dalam insiden itu ia merasa juga menjadi korban.

Ia mengklaim bahwa asal muasal perkelahian dipicu oleh Cak No yang menyerangnya terlebih dulu. 

Ia juga mengalami sejumlah luka pada bibirnya yang diduga akibat pukulan Cak No. 

Ia juga membawa sejumlah alat bukti yakni rekaman CCTV yang ada di rumahnya.

"Sebenarnya saya hanya membela diri, itu rumah saya. Secara tiba-tiba Cak No itu menghampiri saya di depan rumah sambil mengancam dan terus menantang saya. Cak No sudah kita laporkan juga, dikarenakan saya juga mengalami luka di bagian bibir atas pukulan yang dilayangkan Cak No," kata dia.

Mengenai patahnya kaki Cak No, Hary membantah bila itu akibat dari baku hantam. Ia mengatakan bila kaki Cak No patah karena terlindas mobil yang melintas saat insiden perkelahian itu terjadi.

"Kejadian itu terpampang jelas pada bukti autentik kamera CCTV. Bagaimana ketika diancam dan dilakukan atraksi seperti itu, selayaknya manusia biasa, ya saya membela diri," ungkapnya.

Saat ini Hary masih diperiksa lebih lanjut oleh penyidik Polresta Banyuwangi.

"Saya diminta datang lagi, sebagai saksi kejadian juga sebagai pelapor. Semua bukti-bukti, termasuk rekaman CCTV saya kasih semua," ucap Hery.

Hary membenarkan perkelahian itu memang buntut dari kasus gugatan perceraian dengan istrinya. Cak No berada di pihak istrinya. 

Mengenai apa sebab musabab pasti dari aksi baku pukul itu, HCP tidak memberikan keterangan.

Hery juga mengaku jika Cak No masih ada ikatan saudara dengan dirinya. Hery juga tidak terlalu memikirkan kejadian tersebut, saat ini dirinya sebenarnya hanya fokus pada perkara perceraian antara dirinya dengan istrinya.

"Cak No itu saudara jauh. Namun saya tidak terlalu memikirkan kejadian ini, saya hanya fokus pada perceraian dengan Tutik Suryantini," pungkas Hery.

Sebelumnya diberitakan Mantan Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi, Hary Cahyo Purnomo terlibat perkelahian dengan senior S.Yono Abbas.

Insiden tersebut terjadi di pinggir jalan Mataram, Kelurahan Tamanbaru, Kecamatan Banyuwangi, Kamis (25/8/2022) sekitar pukul 11.00 WIB.

Akibat perkelahian itu Cak No sapaan akrab S.Yono Abbas mengalami patah tulang pada bagian kaki kanannya.

"Angkle kaki sebelah kanan yang patah, sudah hampir lepas. Makanya harus dirawat," kata Cak No. (Ikhwan)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Baku Pukul Mantan Kadis Vs Aktivis Senior di Banyuwangi, Berujung Saling Lapor 

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT