Kamis, 06 Oktober 2022
Kriminal

Buron Kerusuhan Massal di Jember Tertangkap, Tim Kalong Kejar Sampai Kutai

profile
Rochul

09 September 2022 20:28

727 dilihat
Buron Kerusuhan Massal di Jember Tertangkap, Tim Kalong Kejar Sampai Kutai
Polres Jember Tangkap Buron Pemicu Kerusuhan Silo yang Kabur ke Kutai Timur. (SJP)

JEMBER – Kepolisian Resor Jember terus memburu orang-orang yang terlibat dalam aksi premanisme hingga mengakibatkan kerusuhan massal yang terjadi di kawasan perkebunan kopi Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo beberapa waktu lalu.

Kali ini, polisi menangkap tersangka Gigik Sunarto, lelaki 34 tahun asal Desa Mulyorejo yang kabur usai kerusuhan dengan bersembunyi ke pelosok di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Kalimantan Timur. 

Kasat Reskrim AKP Dika Hadian Widya Wiratama menjelaskan bahwa penangkapan itu dilakukan oleh Tim Kalong bersama dengan Tim Macan Berau. 

"Penangkapan tersangka GS (Gigik Sunarto) dari tempat persembunyian yang bersangkutan di Kecamatan Sangatta, Kutai Timur pada tanggal 5 September 2022," Kata Dika, Jum'at, (9/9/2022).

Tersangka Gigik Sunarto terlibat aksi pengeroyokan yang kemudian menyulut insiden kerusuhan massal, pembakaran rumah dan kendaraan. Pria bertubuh kerempeng ini merupakan bagian kelompok preman yang kerap memalak petani kopi.

Menurut Dika, tanggal 9 Juni lalu tersangka dengan beberapa preman mengeroyok petani kopi berusia 59 tahun bernama Carlito Gomes. Korban sampai menderita luka pelipis, kepala, dan kedua lengannya. 

"Tersangka GS di duga melakukan kasus penganiayaan secara bersama-sama sebagaimana di maksud dalam Pasal 170 KUH Pidana," terangnya.

Sebelumnya, polisi sudah menangkap empat preman teman tersangka Gigik Sunarto yang juga kabur dari luar pulau Jawa. Yakni: Salam, Yono, Aziz, Zainal, dan Ali. 

Sebelumnya, polisi terlebih dahulu menangkap 9 aktor utama aksi kerusuhan massal yang merusak rumah warga dan membakar kendaraan bermotor di Desa Mulyorejo.

Mereka berasal dari Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi dan seorang lagi asal Kecamatan Sokabana, Kabupaten Sampang. 

Tanggal 18 Agustus 2022 lalu, Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo menjelaskan bahwa premanisme memang menjadi penyulut kerusuhan antara petani kopi Banyuwangi dan Jember.

“Kerusuhan yang terjadi merupakan aksi balas dendam dari dua kelompok," kata Hery dalam keterangan resminya. 

Selama beberapa tahun aksi premanisme berupa permintaan uang secara paksa masih sebatas menimbulkan perselisihan terbatas.

Mulai meningkat eskalasi konflik ketika jalan setapak di kawasan kebun kopi dipasang portal oleh kelompok preman pada Juni 2022.

"Pemasangan portal untuk memungut uang keamanan dari petani kopi. Sehingga, oleh sebagian petani kopi portal tersebut dirusak. Lalu, kelompok preman tidak terima dan terjadilah penganiayaan terhadap petani kopi," ujar Hery. 

Korban penganiayaan adalah dua petani kopi asal Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi bernama Junaidi dan Carlito Gomes.

Diketahui, ada elompok preman juga pernah menganiaya petani kopi bernama Suhar. 

“Hal ini diduga telah memicu rentetan aksi balas dendam dan pembakaran yang dilakukan oleh kelompok massa asal Kalibaru," sambung Hery. 

Polisi sama-sama menerapkan tindakan hukum bagi kedua kelompok. Preman-preman yang berbuat pemalakan ditangkapi.

Begitu juga dengan petani kopi yang membalas serangan preman memakai cara pembakaran rumah dan kendaraan juga diciduk. 

Upaya demikian berhasil meredam konflik. Terlebih setelah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Jember Hendy Siswanto, dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandi Azwar Anas turut menggelar rekonsiliasi. (Ulum)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Buron Kerusuhan Massal di Jember Tertangkap, Tim Kalong Kejar Sampai Kutai

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT