Rabu, 17 Agustus 2022
Kriminal

Diduga Ada Backup, Kasus Penganiayaan di Mapolsek Tlanakan Pamekasan Mandek

profile
Faisol

08 Juni 2022 18:14

787 dilihat
Diduga Ada Backup, Kasus Penganiayaan di Mapolsek Tlanakan Pamekasan Mandek

PAMEKASAN - Kasus penganiayaan yang menimpa Ahmad Gazali, warga Desa Laden, Kabupaten Pamekasan, mandek di Polsek Tlanakan Pamekasan, Rabu (8/6/2022).

Kasus penganiayaan yang mengakibatkan telinga korban keluar darah tersebut sudah dilaporkan sejak 12 Mei 2022 dengan nomor: TBL/09/V/2022/Jatim/Res PMK/Sek Tlanakan.

Korban menduga kasus penganiayaannya mandek lantaran pelaku mempunyai backup dan bakinhan dari salah satu anggota Polres Pamekasan. Sebab, polisi berinisial K itu masih mempunyai hubungan keluarga dengan pelaku.

“Baru satu kali yang diperiksa oleh Polsek Tlanakan,” kata Ahmad Gazali, korban penganiayaan.

Gazali menceritakan awal mula sebelum terjadinya pemukulan kepadanya. Menurutnya, pada hari Rabu, 11 Mei 2022 sekira pukul 16.15 WIB, korban berjalan dari arah timur menuju ke barat mengendarai kendaraan mobil Gran Max.

Sesampai di daerah Gerbang Salam Tlanakan ada Truk Fuso yang mundur dengan dikawal oleh kernetnya.

Mobil korban berhenti dengan jarak 1 meter di belakangTruk Fuso tersebut dan tidak terkena sedikitpun ke mobil pelaku.

Akan tetapi, kernet Truk Fuso itu marah-marah meski tidak ada korban dan kerugian.

Kemudian, dengan spontan pelaku bernama Agus Yulianto, warga Dusun Tengah, Desa Branta Tinggi, Kecamatan Tlanakan, memukul kaca mobil dan menarik korban hingga bajunya yang dipakai robek.

Korban pun mencoba meminta maaf jika pihaknya dianggap salah. Namun pelaku tetap memaksa. Kemudian, korban turun dari mobil dan langsung ditarik oleh pelaku hingga terjatuh.

“Saya langsung jatuh dan pingsan. Tetapi ada semacam tendangan ke kepala,” ungkapnya.

Akibat kejadian tersebut, korban harus di rawat ke RSUD SMART Pamekasan selama 3 hari. Sebab, korban mengeluarkan darah dari telinga dan hidung, serta mengalami luka di bagian kepala.

Selama penanganan di rumah sakit, dokter yang menangani mengatakan bahwa Gazali mengalami gumpalan darah. Bahkan dokter menyarankan Gazali untuk dirujuk ke Surabaya.

Karena kekurangan dana, keluarga Gazali memilih tetap dirawat di RSUD SMART Pamekasan. "Sampai sekarang masih rawat jalan dan sudah empat proses,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolsek Tlanakan, Sahrawi saat dihubungi melalui via telepon selulernya mengatakan bahwa kasus tersebut sudah tahap lidik.

Pihaknya tidak bisa melanjutkan kasus penganiayaan tersebut lantaran hasil visum korban tidak segera diantarkan.

“Sudah tahap lidik. Itu karena hasil visumnya tidak diantarkan,” singkatnya.

Usai menjelaskan itu, crew suarajatimpost.com meminta izin untuk merekam hasil konfirmasi dengan Kapolsek Tlanakan. 

Akan tetapi, Kapolsek Sahrawi tidak mau dan langsung mematikan telepon selulernya. Bahkan pihaknya langsung chating meminta crew suarajatimpost.com untuk ke kantornya.

Tags
Anda Sedang Membaca:

Diduga Ada Backup, Kasus Penganiayaan di Mapolsek Tlanakan Pamekasan Mandek

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT