Rabu, 17 Agustus 2022
Kriminal

Kapolres Lumajang: Restorative Justice Tidak Berlaku Bagi Residivis

profile
Achmad

15 Juli 2022 22:57

560 dilihat
Kapolres Lumajang: Restorative Justice Tidak Berlaku Bagi Residivis
Kapolres Lumajang saat diwawancarai sejumlah media. (SJP)

LUMAJANG - Kapolres Lumajang, AKBP Dewa Putu Eka Darmawan, menjelaskan kepada sejumlah awak media, restorative justice (RJ) hanya bisa diterapkan terhadap kasus tindak pidana yang baru pertama kali dilakukan, bukan yang sudah berulang kali atau biasa disebut residivis.

Dia menjelaskan, restorative justice bisa dilakukan antara lain pada kasus kecelakaan lalu lintas dan pencurian.

”Dalam perkara Kepala Desa (Kades) Kudus, Kecamatan Klakah, kalau saya lihat pelakunya dengan sengaja melakukan kejahatan, penganiayaan dan pengerusakan," ungkapnya usai press release di halaman Mapolres Lumajang, Jumat (15/7/2022) siang tadi.

Pada kasus itu, kata mantan Kapolresta Madiun, korban memang sudah berkirim surat pencabutan perkara, disebabkan pihak pelaku dan keluarga sudah melakukan per.ontaan maaf kepada korban beserta keluarganya.

"Hal itu dilakukan agar terjalin hubungan yang baik antara pihak keluarga pelaku dengan keluarga korban usai terjadinya perkara tersebut," jelasnya lagi.

Yang jelas, kata pria kelahiran kota Kupang, NTT ini, tidak ada aturan untuk RJ buat residivis, sekalipun korban telah memaafkan.

"Kejahatan ini akan menjadi pelajaran bagi siapa saja, kalau ada ancaman terhadap korban untuk melakukan RJ lebih mudah lagi untuk menetapkan sebagai bentuk kejahatannya," pungkasnya.

Syarat restorative justice bisa diterapkan dengan syarat harus ada perdamaian antara kedua belah pihak, namun bukan pelaku yang residivis. (Fuad)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Kapolres Lumajang: Restorative Justice Tidak Berlaku Bagi Residivis

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT