Kamis, 06 Oktober 2022
Kriminal

Mainkan Pungutan BPHTB dan PBB Dengan Makelar, Oknum Pemkot Batu Dibui

profile
Doi

08 September 2022 21:04

566 dilihat
Mainkan Pungutan BPHTB dan PBB Dengan Makelar, Oknum Pemkot Batu Dibui
Staf Bapenda Kota Batu Jadi Tersangka Main Mata Pungutan BPHTB dan PBB. (SJP)

KOTA BATU – Oknum PNS Pemkot Batu ditetapkan tersangka setelah terbukti melakukan tindakan korupsi terkait pungutan BPHTB dan PBB.

Oknum tersebut berinisial AFR, merupakan staf analis pajak dan operator di Bapenda Kota Batu.

AFR memiliki akses ke Sistem Manajeman Informasi Objek Pajak (SISMIOP) telah mengubah NJOP objek pajak. 

Tersangka membuat Nomor Objek Pajak (NOP) baru serta mencetak SPPT - PBB di luar ketentuan yang diatur.

AFR tidak bekerja sendiri. Adalah rekannya berinisial J yang merupakan makelar jual beli tanah.

Keduanya bekerjasama agar biaya wajib pajak yang dikeluarkan dalam pengurusan tanah bisa ditebus dengan harga miring.

Kasi Intel Kejari Batu, Edi Sutomo, menerangkan jika keduanya memanipulasi SISMIOP. Disitu ada ketentuan pajak berbeda-beda seusai daerah. 

"Nah, oleh tersangka itu kelas NJOP-nya diubah agar besaran BPHTB nya turun,'' ungkap Edi. Kamis (8/9/2022).

Kasi Intel menegaskan jika tindakan penyimpangan pemungutan Pajak Daerah berupa Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pada Badan Keuangan Daerah Kota Batu tahun 2020. 

Sekadar informasi, Kejari telah memeriksa 53 saksi terdiri dari PNS di Lingkungan Pemkot Batu, PPAT, serta Wajib Pajak.

"Kasus penyimpangan ini sudah terendus sejak awal 2022, hingga keduanya kini resmi menjadi tersangka," papar dia.

Berdasarkan data dari Kejari Kota Batu, hasil pemeriksaan dan analisis di database SISMIOP, ditemukan tindak penyimpangan yang melanggar Pasal 51 ayat (3) PERDA Kota Batu No.7/2019 tentang Pajak Daerah jo. Pasal 15 ayat (3) PERWALI No.54/2020 tentang Tata Cara Pemungutan PBB dan penetapan besaran NJOP.

Terlebih, tersangka juga melanggar PERWALI No.54/2020 tentang Tata Cara Pemungutan PBB Pasal 5 “Pendaftaran Objek PBB baru dilakukan oleh subjek pajak atau wajib pajak dengan ketentuan. Akibat perbuatannya, kerugian negara mencapai Rp 1 miliar lebih (Rp.1.084.311.510,- )

Mengantisipasi tersangka tidak melarikan diri atau menghilangkan barang bukti, Edi menegaskan, Kejari Batu melakukan penahanan kepada kedua tersangka, dititipkan di Rutan Malang selama 20 hari mendatang. (Doi Nuri)

Editor: Redaksi 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Mainkan Pungutan BPHTB dan PBB Dengan Makelar, Oknum Pemkot Batu Dibui

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT